Beauty

IOMA: Krim Wajah Super Personal

  by: Arinda Christy       9/8/2017
  • Jika biasanya Anda memilih produk perawatan wajah dengan mendeteksi apa yang dibutuhkan oleh wajah secara manual, kini hal tersebut bisa digantikan dengan peranan sebuah mesin canggih yang bisa menilik kebutuhan kulit secara lebih spesifik dan menghasilkan sebuah produk yang hanya bisa dipakai untuk Anda sendiri (tailored skincare). Tujuannya sih memang agar perawatan kulit wajah kita tidak sia-sia dan tepat sasaran mengatasi problema kulit yang dimiliki. Beberapa waktu lalu, Cosmo mendapatkan kesempatan untuk mengetahui kondisi kulit yang sesungguhnya dengan menggunakan mesin canggih IOMA Sphere 2.

    IOMA Sphere 2



     

    Diagnosa kulit menggunakan mesin ini didukung oleh teknologi MEMS (Micro Electro Mechanical System) yang menjadikan proses mendeteksi kondisi kulit Anda jadi lebih menditail, bahkan hingga lapisan dalam yang tidak kasat mata. Teknologi ini akan menganalisa jaringan epidermis kulit dari lapisan pertama dan seterusnya. Akhirnya, data yang diperoleh dari diagnosa IOMA Sphere 2 ini akan dianalisa dan diterjemahkan melalui 7 digit angka kode bernama IOMA SkincodeTM.

     

     

    Kebetulan, diagnosa pertama Cosmo dilakukan pada bulan April 2017, pukul 16.50. Seperti yang bisa dilihat di atas, mulai dari aspek kelembapan kulit, hingga garis halus mata bisa terdeteksi oleh mesin ini. Diagnosa juga dilakukan di bawah 5 jenis cahaya yang berbeda. Selain memperlihatkan kondisi kulit, IOMA Sphere 2 juga menampilkan rekomendasi produk perawatan IOMA yang bisa Anda gunakan untuk membantu mengatasi problema kulit. Mesin ini juga akan merekomendasikan racikan serum yang akan dicampur ke dalam IOMA Ma Créme (krim pagi dan malam) yang dibuat khusus untuk kondisi kulit Anda. Namun, pada kesempatan ini Cosmo memang memilih untuk menunda penggunaan produk IOMA.

     

     



     

    Karena penasaran, tes kedua Cosmo lakukan dua bulan setelahnya pada pukul 18.00. Mungkin karena kondisi Cosmo saat itu lebih letih dan juga sudah mulai menjelang malam, maka terlihat diagnosa kulitnya memiliki penurunan pada beberapa aspek. IOMA SkincodeTM, rekomendasi produk, serta kode serum yang harus dicampurkan pun otomatis jadi berubah mengikuti kondisi kulit saat tes dilakukan. Artinya, saat Ma Créme sudah habis digunakan (sekitar 1-2 bulan), maka diagnosa kulit pun harus kembali dilakukan untuk mengetahui kondisi kulit wajah Anda yang sesungguhnya, sehingga produk yang digunakan pun akan menyesuaikan kebutuhan kulit.

     

    Kode serum untuk meracik Ma Créme Jour milik Cosmo.

    Setelah tes kedua dilakukan, Cosmo akhirnya mencoba perawatan menggunakan IOMA Ma Créme yang sudah diracik secara spesial mengikuti petunjuk dari diagnosa terakhir. Active base dari Ma Créme Jour (siang) dan Ma Créme Nuit akan dikombinasikan dengan 8 macam serum (3 serum hidrasi, dan 5 serum regenerasi) untuk memenuhi kebutuhan kulit secara personal. Cukup gunakan 1 pump tanpa perlu menambahkan serum lainnya, dan jangan lupa untuk tetap mengaplikasikan sunscreen di pagi hari untuk proteksi ekstra. Untuk teksturnya sendiri, Ma Créme Jour memang terasa lebih ringan dibandingkan Ma Créme Nuit. Jadi, walaupun di dalam Ma Créme Jour sudah terdapat 8 macam serum, tapi krim ini tidak terasa lengket saat digunakan di pagi hari. Ma Créme Nuit nya juga tetap memberikan kenyamanan saat digunakan, bahkan cenderung menjadikan wajah terasa lebih plumpy saat terbangun di pagi hari.

     

    (Arinda Christi/Image: Dok. Cosmo, IOMA)