Lifestyle

Seni Bernuansa Anime dan Manga di Art Jakarta 2018

  by: Alvin Yoga       1/8/2018
  • Di antara ratusan karya seni estetis yang siap menyapa kamu dalam Art Jakarta 2018, di tahun ini terselip beberapa koleksi bernuansa anime dan manga yang unik. Yup, sepuluh seniman Jepang yang karyanya tergabung dalam Edwin’s Gallery siap menyuguhkan nafas pop Jepang dalam salah satu pameran seni terbesar di Indonesia tersebut.

    Edwin's Gallery memang tampaknya memiliki minat yang cukup besar dalam mengoleksi karya seniman Asia, terutama dari Jepang. Meskipun ada pula karya dari seniman China dan Korea, namun olahan visual dari Jepang memiliki cita rasa yang khas dan memberikan nuansa yang berbeda dari seluruh koleksi yang ada. Kekhasan inilah yang kali ini dipresentasikan dalam Art Jakarta melalui karya dari 10 seniman: Chiharu Nishizawa, Chihiro Nakahara, Emiko Makino, Hiroko Kitagawa, Hiroyuki Matsuura, Hitto Asai, Kazuki Takamatsu, Moe Nakamura, Yoshimasa Tsuchiya, dan THREE.




    10 seniman tersebut membawa pendekatan yang berbeda-beda, dan dituangkan dalam bentuk visual dan medium artistik yang juga beragam: mulai dari lukisan, patung, akrilik, metal, keramik, kayu, hingga plastik. Hasilnya? Mengagumkan! Cosmo sempat mengintip beberapa di antaranya. Dan hebatnya, ada nuansa fantasi yang dituangkan dalam masing-masing seninya, seakan-akan kamu jatuh dalam suatu dunia anime atau manga. Hal ini bisa langsung kamu rasakan begitu memandang karya seni tersebut.

    Anime, secara sederhana merupakan sebutan khas bagi karya animasi—gambar bergerak khas Jepang. Sementara manga adalah istilah untuk komik yang diciptakan oleh komikus Jepang. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam bahasa visual Jepang dan secara langsung telah membawa pengaruh kuat yang memperkenalkan budaya populer Jepang secara global. Nah, dalam koleksi kali ini, anime dan manga seakan sedang menjadi jembatan untuk berkomunikasi lewat karya seni tersebut. Kamu pasti bisa melihat kemiripannya, lewat karakternya yang bersifat fantasi, juga detail garis yang kuat serta warna yang cerah dan kontras.


    Satu lagi hal menarik yang bisa kamu perhatikan dalam koleksi ini. Karya dari Chiharu Nishizawa, Chihiro Nakahara, serta Moe Nakamura secara langsung menciptakan dunia kecil tempat karakter-karakter rekaannya tinggal dan memiliki kehidupan sendiri. Sementara itu Emiko Makino, Hiroto Kitagawa, Hiroyuki Matsuura, Hitto Asai, serta Yoshimasa Tsuchiya menciptakan figur fiksi tanpa menghadirkan latar belakang habitatnya—seolah membiarkan orang untuk berkhayal seperti apa seandainya figur-figur tersebut hidup dalam dunia nyata.




    Di sisi lain, catatan khusus perlu diberikan bagi Kazuki Takamatsu dan THREE yang membangun sebuah dunia yang kompleks dengan menggunakan pendekatan medium serta teknik yang tinggi. Kazuki menggunakan gabungan dari cat akrilik, gouache pada kertas tarpaulin. Sedangkan THREE mengolah figur-figur plastik yang ditempatkan secara berjejal sedemikian rupa hingga membentuk pola acak warna yang harmonis.

    Tampaknya, gabungan dari narasi fantasi, akurasi pengerjaan yang detail, serta eksplorasi visual inilah yang membuat kehadiran karya-karya ini menjadi unik dan khas. Seluruhnya tentu saja dapat menjadi objek yang spesial bagi kamu yang menggemari budaya Jepang namun bosan dengan bentuk produk massal. Di sisi yang lain, karya-karya ini dapat menjadi pengantar untuk membawa kita memasuki alam lain yang penuh warna. Selamat berfantasi di Art Jakarta 2018!

    (Alvin Yoga / AK / Image: Dok. Art Jakarta 2018)