Lifestyle

Bikin Takjub, Ini Instalasi 10 for 10 di Art Jakarta

  by: Kezia Calesta       1/8/2018
  • Apakah kamu siap untuk Art Jakarta 2018? You should be excited! Di tahunnya yang ke-10 ini, Art Jakarta membawakan banyak karya seni dan acara yang menarik, termasuk instalasi 10 for 10 yang menampilkan karya-karya menakjubkan dari 10 seniman Indonesia. Yuk, intip sneak peek dari Cosmo!


    1. Agus Suwage




    “Malaikat yang Menjaga Hankamnas”, 2018

    Presentasi khusus yang dibuat untuk merayakan ulang tahun Art Jakarta yang ke-10 ini dimulai dari ketertarikan Agus terhadap siklus kehidupan dan kematian. Terinspirasi oleh tradisi Hindu-Budha dari Jawa, seniman yang berpindah agama dari Kristen ke Islam ini telah merangkul perbedaan budaya dan bertujuan untuk menanamkan struktur monolitis pada masyarakat.


    2. Cinanti Astria Johansjah


    “Sang Liyan”, 2018

    Karya yang merupakan sekumpulan objek berupa celengan gerabah polos dari Kasongan ini dilapis sebagian bidangnya dengan pigmen berkualitas tinggi untuk membuat perbandingan warna dan kontras yang menarik. Lalu di dalam setiap objek, sang seniman memasukkan selembar uang kertas yang sudah ditambahkan gambar autentik. Nah, apa arti di balik karya tersebut? Menurut Cinanti, “Perbedaan gelap-terang pada permukaan objek adalah usaha saya untuk membuat sintesis antara seni murni dan kriya; seni tinggi dan seni rendah; edisi terbatas dan produk massal; non-fungsional dan fungsional.”


    3. Eddy Susanto


    “The Irony of Ruralism”, 2018

    Setelah karyanya ditampilkan di Singapore Art Museum, National Gallery of Indonesia, Art Tokyo, ArtJog dan Mask Museum Bali, kini Eddy menghadirkan sebuah karya yang megah di Art Jakarta. Berjudul The Irony of Ruralism, karya seniman yang kini singgah di Yogyakarta ini menyoroti perubahan kawasan pedesaan yang sudah tidak sama seperti dulu. Karya ini terdiri dari 9 panel lukisan yang besar dan pagar besi, lho! Penasaran, kan?


    4. J. Aridhitya Pramuhendra


    “The Lambskin series”, 2018

    Dengan karya-karyanya yang sudah terpajang di Hong Kong, Korea dan Taiwan, seniman kontemporer asal Semarang ini memperkenalkan The Lambskin series yang penuh dengan simbolisme agama ke Art Jakarta. Aridhitya mengambil pendekatan pseudo-scientific untuk menganalisa seekor domba – sebuah simbol bermakna dari gereja Katolik Roma yang melambangkan Tuhan, Yesus dan manusia sebagai makhluk hidup. Ingin lihat hasil dan arti di baliknya? Check it out this weekend!


    5. Syagini Ratna Wulan


    “Spectral Fiction”, 2018

    Ketertarikan Syagini dalam isu persepsi dan kesadaran menuntunnya untuk menciptakan sebuah proyek yang menantang chromophobia, yaitu ketakutan berlebihan terhadap penggunaan warna. Seniman ini percaya bahwa warna adalah misteri yang menarik, dan kamu bisa melihat eksperimennya dengan warna di Art Jakarta tahun ini.


    6. Yani Mariani Sastranegara




    Nyanyi Angin Kepada Batu, 2008

    Seniman senior yang telah aktif di dunia pameran sejak 2002 ini membawa empat karya seninya ke Art Jakarta 2018: Kidung Hening Taru Raya, Angin Raya, Senandung Purnama, dan Nyanyi Angin Kepada Batu. Yani ingin menggambarkan kisah hubungan manusia dengan alam semesta raya, serta persepsi manusia tentang perihal tersebut.


    7. Kemal Ezedine



    8. Heri Dono



    9. Uji ‘Hahan Handoko’



    10. Theresia Agustina Sitompul

    Ingin tahu cerita spesial di balik 4 seniman terakhir dan informasi lengkap mengenai 10 for 10? See you at Art Jakarta 2018 this weekend!


    Berikut jadwal lengkap Art Jakarta 2018 – Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place!

    2 Agustus 2018 

    15.00 – VIP Private Preview

    19.00 – Vernissage (Opening)


    3 – 5 Agustus 2018

    Terbuka untuk umum dengan entrance fee (Rp. 50.000,-).


    (Image: doc. Courtesy of Art Jakarta 2018)