Better You

8 Warna Darah Haid dan Arti Di Baliknya

  by: Kezia Calesta       5/12/2021
  • Seperti yang diketahui, wanita yang masih dalam masa subur akan mengalami menstruasi setiap bulannya. Saat menstruasi, pernahkah kamu memerhatikan warna darah yang keluar? Apakah berwarna merah, oranye, atau bahkan abu-abu? Ladies, ternyata warna darah yang keluar saat menstruasi dapat menunjukkan kondisi kesehatan kamu, lho. Berikut ini adalah 8 warna haid dan arti di baliknya.


    1. Merah Terang




    Warna darah merah terang yang biasanya kamu lihat di awal periode menstruasi terbilang sangat normal, karena itu artinya darah segar dari jaringan lapisan dinding rahim kamu sedang terkikis. Warna darah haid akan menjadi lebih gelap menjelang akhir periode. Namun, hati-hati jika warna merah terang ini terus terjadi secara berlebihan, karena bisa menjadi tanda adanya infeksi seperti gonorrhea, hingga gejala fibroids



    Jika darah haid yang keluar berwarna merah terang disertai dengan gejala lainnya, seperti keputihan berbau busuk, nyeri di punggung bawah, panggul, atau kaki, periode menstuasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya, dan penurunan berat badan secara drastis, itu mungkin bisa menjadi tanda kanker serviks. Segera kunjungi dokter untuk diagnosa dan penanganan lebih lanjut. 


    2. Merah Gelap


    Warna darah merah gelap menunjukkan darah yang sedikit lebih tua atau aliran yang lebih lambat. Warna tersebut juga dapat menunjukkan bahwa terkikisnya jaringan lapisan dinding rahim telah berkurang dan menjadi pertanda periode mestruasi kamu akan segera berakhir. 


    Selain itu, keluarnya darah haid yang berwarna merah gelap ini juga bisa terjadi setelah melahirkan, atau disebut darah nifas alias lokia. Lokia bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan karena itu merupakan cara tubuh mengeluarkan kelebihan darah dan jaringan dari rahim. 


    3. Merah Muda


    Darah yang berwarna merah muda bisa terjadi saat siklus haid lebih singkat atau saat haid kamu lebih sedikit dari biasanya. Darah pink juga bisa menjadi indikasi bahwa kadar esterogen dalam tubuh sedang rendah. Apakah kamu sedang stres, giat berolahraga, atau mengalami perubahan berat badan yang drastis? Faktor-faktor tersebut dapat menjadi alasannya. Jika setiap bulan siklus haid kamu pendek, itu bisa berarti bahwa kamu kekurangan asupan vitamin dan nutrien. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya protein seperti yogurt dan kacang almond, ya!


    4. Hitam


    Jangan langsung panik jika darah menstruasi berwarna hitam. Darah hitam juga bisa menjadi tanda bahwa siklus menstruasi akan segera berakhir. Warna ini merupakan tanda darah tua (old blood) atau darah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk meninggalkan rahim dan teroksidasi, pada awalnya berwarna merah gelap dan akhirnya menjadi hitam. Darah hitam terkadang juga bisa menunjukkan adanya penyumbatan di dalam vagina. Biasanya disertai dengan gejala lainnya, seperti keputihan berbau busuk, demam, kesulitan buang air kecil, serta gatal atau bengkak di dalam atau di sekitar vagina. 




    Baca juga: Oops, Ini Ciri-ciri Kalau Kamu Sedang Hamil!


    5. Cokelat


    Seperti darah hitam dan merah gelap, warna darah haid cokelat juga bisa menjadi tanda darah tua (old blood), dan mungkin muncul di akhir periode menstruasi. Dengan kata lain, darah haid yang berwarna cokelat bisa menjadi tanda bahwa periode menstruasi akan segera berakhir. Selain itu, warna darah ini juga bisa menunjukan kadar progesteron dalam rahim rendah. Coba perbanyak konsumsi makanan yang mengandung seng, magnesium, dan selenium, serta tingkatkan asupan suplemen vitamin B, C, dan E. 


    6. Oranye


    Apabila warna darah haid sedikit warna oranye namun tidak berbau, tidak masalah! Karena, darah yang bercampur dengan cairan serviks bisa tampak berwarna oranye. Namun, darah haid berwarna oranye yang disertai dengan bau tidak sedap dan gatal pada vagina bisa menunjukkan adanya infeksi, seperti bakterial vaginosis atau trikomoniasis. Atau, warna darah haid oranye disertai dengan tekstur dan bau darah yang aneh bisa mengindikasikan penyakit menular seksual (STD/STI). Kunjungi dokter secepatnya!


    7. Abu-abu


    Sama seperti darah berwarna oranye, darah haid berwarna abu-abu juga bisa menjadi tanda infeksi bakterial vaginosis, suatu kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan antara bakteri baik dan tidak baik di dalam vagina. Gejala lain dari bakterial vaginosis, termasuk gatal di dalam dan sekitar vagina, vagina berbau tidak sedap, dan nyeri saat buang air kecil. Darah haid dengan warna abu-abu kehitaman juga bisa menunjukan infeksi rahim. Segera kunjungi dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut. 


    8. Biru / Ungu


    Seriously? Ya, darah haid berwarna biru atau ungu pasti akan membuat kamu panik, tetapi fenomena teresebut sebenarnya tidak berbahaya, kok. Kamu akan melihat sedikit warna biru atau ungu saat darah sudah bergumpal (dan ini juga hal yang wajar). Bila Miss Cheerful mengeluarkan darah haid bewarna biru atau ungu, itu artinya tubuh kamu sedang menampung hormon estrogen berlebihan! Tambahkan serat ke diet kamu agar warna haid kembali normal.


    (Image: doc.akz©123RF.com)