Lifestyle

4 Pahlawan Wanita Indonesia Yang Underrated

  by: Redaksi       17/8/2018
  • Pahlawan Indonesia adalah tokoh yang paling penting dalam mempertahankan negara kita. Tanpa mereka, apa jadinya negara kita saat ini? Namun sebagai warga negara Indonesia, kita kadang mengabaikan pengetahuan sejarah – malah lebih penasaran dengan pengetahuan dunia selebriti, ugh. Tentu yang kamu ketahui tentang pahlawan Indonesia hanya itu-itu saja, seperti Pattimura, Imam Bonjol, dan untuk pahlawan wanita Indonesia yang biasanya orang ketahui hanyalah R.A Kartini. Ladies, masih banyak pahlawan wanita Indonesia lainnya yang telah membangun kokoh negara kita sampai seperti sekarang ini, sayangnya kamu tak mengetahui nama atau jasa yang mereka berikan. Siapa saja pahlawan wanita Indonesia ini? Well, tenang saja karena Cosmo akan memberitahu 4 tokoh wanita yang tentunya sangat berjasa. Simak!


    Martha Christina Tijahahu



    Image: Doc. www.pahlawancenter.com




    Meski berusia 17 tahun, ia tak takut dengan kehadiran Belanda. Martha turut dalam melawan si penjajah sampai ia berusia 18 tahun. Jika kamu mengunjungi Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Maluku, kamu bisa menemui monumen atas jasa yang dilakukan oleh Martha Christina Tijahahu.

    Maria Walanda Maramis



    Image: Doc. www.pahlawancenter.com

    Tentu tokoh yang satu ini sangat berjasa bagi para ibu di Indonesia. Maria Walanda Maramis merupakan sosok yang memiliki impian untuk memajukan hak-hak para ibu, ia mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT) di tahun 1917 untuk memberikan pendidikan kepada wanita khususnya yang sudah menjadi seorang ibu demi mensejahterakan kesehatan dan pola hidup keluarganya. Jika kamu mengunjungi Maumbi di Manado, kamu akan menemukan monumen dari sosok yang sangat berjasa bagi Ibu kamu (and also your grand-grandmother), Maria Walanda.

    Opu Daeng Risadju



    Image: Doc. www.pahlawancenter.com


    Sosok wanita yang satu ini benar-benar tak takut dengan risiko yang ia hadapi, Opu Daeng Risadju merupakan keturunan bangsawan pada zamannya, namun ia sangat peduli dengan kaum sekitar. Opu Daeng Risadju melakukan pembrontakan terhadap NICA – Pemerintahan Sipil Hindia Belanda yang merupakan organisasi semi militer. Karena aksi pembrontakan yang dilakukan olehnya, Opu Daeng Risadju berhasil ditangkap oleh pihak NICA dan disiksa.... Cosmo sangat prihatin dengan hal ini karena Opu Daeng Risadju menjadi tuli sampai akhir hidupnya di tahun 1964. We know that she deserve better!



    Nyi Ageng Serang



    Image: Doc. www.pahlawancenter.com


    Nyi Ageng lahir di tahun 1752, Serang, Jawa Tengah. Karena harus menggantikan sang ayah, ia turut bergabung dalam perang. Tak heran karena ternyata Nyi Ageng Serang merupakan keturunan ke-9 dari Sunan Kalijaga.


    Ladies, bagaimana pendapat kamu terhadap pahlawan wanita di negara kita? Stop being a drama Queen, karena masalah hidup kamu belum tentu semenantang para pahlawan ini!

    (Nadhifa Arundati / Image: Doc. pahlawancenter.com)