Love & Sex

7 Tanda Hubungan Manipulatif yang Wajib Kamu Hindari

  by: Kezia Calesta       6/8/2018
  • What’s a manipulative relationship like? Terkadang, mengenali tanda manipulasi dalam hubungan kamu dapat menjadi hal yang sulit, khususnya jika kamu sudah lama menjalankan hubungan tersebut. It’s time to wake up – berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kamu sedang terikat dalam hubungan tidak sehat dengan pasangan yang manipulatif.


    1. Ia memulai argumen tentang hal-hal kecil agar kamu menyerah.



    Bila pasanganmu seringkali memulai argumen tentang hal-hal kecil seperti pilihan restoran atau rencana malam Minggu, coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah kamu hampir selalu menyerah dan mengikuti maunya? Bila kamu selalu mengalah, pasanganmu akan terus bersifat demikian agar kamu terus mengikuti kehendaknya.


    2. Ia menyalahkan kamu untuk kesalahan orang lain.

    Mungkin pada awalnya, kamu pikir ia hanya cemburu. Namun jika ada pria yang mendekatimu dan sang pasangan malah memarahi kamu, itu menandakan bahwa ia tidak hanya cemburu – tetapi ia juga mau mengontrol perilaku kamu. Jika si dia menyalahkan perilaku kamu, cara kamu berpakaian, atau respons kamu terhadap orang-orang sekitar – bisa jadi ia ingin mengubahmu untuk kebaikannya sendiri.


    3. Ia menyalahkan kamu untuk tindakannya.

    Apakah pasanganmu seringkali marah tanpa sebab atau melakukan tindakan buruk dan menyalahkanmu? Ini tanda manipulasi yang jelas – ia sedang menggunakan sebagai alasan agar ia tidak disalahkan. Basically, ia ingin membuatmu merasa guilty agar kamu dapat memaafkannya dengan lebih mudah. Hmmm… padahal itu memang salahnya!


    4. Ia tidak mengizinkan kamu untuk bertemu dengan orang lain.

    Pasangan yang ingin mengambil alih hidupmu tidak akan suka bila kamu dekat dengan orang lain (meskipun itu anggota keluarga atau sahabat), karena hal tersebut akan menyulitkannya untuk mengontrol kamu. So, ia pun akan mencari cara untuk membatalkan rencana kamu bersama orang-orang tersayang agar kamu selalu menempel dengannya. Ugh, no thanks!




    5. Ia memutarbalikkan fakta.

    Pasangan yang manipulatif akan sering menipu kamu! Jika kamu mempertanyakannya atau mengecek kebenaran dari perkataannya, ia akan menjadi sangat defensif dan memutarbalikkan perkataanmu. Contohnya, kamu bertanya mengapa ia tidak mengangkat telepon kemarin malam. Ia tidak akan memberikan jawaban, namun ia akan langsung merasa tertuduh dan berkata, “Memangnya kenapa? Kamu tidak percaya denganku?” Nah, pasangan yang manipulatif akan melakukan hal tersebut supaya kamu menyesali pertanyaan tersebut dan akhirnya merasa bersalah.


    6. Ia boleh menyimpan rahasia, namun kamu tidak boleh!

    Bila mau makan siang bersama teman pria, kamu harus menyembunyikannya dari pasangan kamu agar ia tidak freak out. Duh, repot ya jika harus selalu menyembunyikan aktivitas kamu darinya. Padahal, ada banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang pasanganmu – ia tidak pernah mengizinkan kamu untuk melihat foto-foto di galeri smartphone-nya, mengangkat teleponnya, ataupun mengetahui keberadaannya. Double standard much?


    7. Ia merendahi posisimu sebagai seorang pasangan.

    This is unacceptable. Di zaman modern ini, kamu wajib dianggap setara dengan pasangan, dong. Jika pasanganmu terus bicara dengan nada ataupun kata-kata yang merendah, itu sebuah perlakuan yang tidak bisa ditolerir. Emotional abuse tidak hanya menurunkan kepercayaan diri kamu, tetapi juga membuat kamu semakin tidak bisa meninggalkannya. Why? Karena saat kamu memiliki self-esteem yang rendah, kamu akan memiliki mindset bahwa kamu tidak bisa menemukan pasangan yang lebih baik darinya. Nah, pemikiran ini sangat amat salah! You deserve better, and it’s time to realize it.


    (Image: doc. outnow.ch)