Lifestyle

7 Kebiasaan Tak Terduga yang Bikin Kulit Cepat Tua

  by: Kezia Calesta       20/8/2018
  • “Dapatkan tidur yang cukup, gunakan sunscreen, dan jangan merokok!” Kamu pasti sudah pernah mendengar tips tersebut untuk membuat kulit tampak lebih awet muda, kan? Namun ternyata, ada juga kebiasaan sehari-hari yang tidak kamu sangka dapat mempercepat penuaan kulit, lho. Simak poin Cosmo berikut!


    1. Terlalu sering menikmati happy hour.

    Apakah kamu rutin menghadiri Ladies’ Night atau promo cocktail mingguan di bar favorit? Sesekali meminum alkohol memang memberikan manfaat untuk tubuh, seperti menurunkan risiko penyakit Alzheimer’s dan demensia. Namun bila kamu sering meminum lebih dari 1 atau 2 gelas alkohol dalam satu hari, manfaat tersebut akan hilang dan kesehatanmu malah jadi terancam. Kebiasaan buruk tersebut dapat mengurangi kadar kolagen, yaitu protein dalam tubuh yang menjaga kulit agar tetap muda dan segar.”Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memberikan dampak buruk terhadap kulit karena alkohol membuat dehidrasi,” jelas Maggie Michalczyk, RDN. “Alkohol menyerap kelembapan dari kulit, dan dehidrasi akan mempercepat proses kerutan dan inflamasi kulit.” No, thank you.




    2. Tidur dengan sarung bantal berbahan katun.

    Apakah kamu pernah menemukan garis-garis yang terjiplak di wajah setelah bangun tidur? “Banyak orang tidur di satu sisi wajah, dan kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan sleep lines atau kerutan wajah,” ungkap dermatolog Marie Jhin, M.D. “Saya menganjurkan sarung bantal berbahan sutra – bahan tersebut sebetulnya cukup membantu.” Well, apakah kamu rela mengeluarkan uang lebih untuk meminimalisir kerutan wajah? Menurut Cosmo, ini merupakan investasi yang cukup baik, kok. Also, it’s better for your hair.


    3. Multitasking setiap hari.

    Bekerja dengan optimal setiap hari dapat menyenangkan sang bos, namun kebiasaan ini juga bisa memperburuk kesehatan, lho. Saat multitasking, tubuh kamu dipaksa untuk melewati level stres yang lebih tinggi. “Stres kronis dapat memberikan efek buruk ke kulit, khususnya mempercepat proses penuaan,” kata dermatolog William Kwan, M,D. “Stres dapat meningkatkan inflamasi kulit, menghancurkan kolagen dan mempengaruhi penuaan epidermis.”


    4. Mengurangi konsumsi lemak sehat.

    Tubuhmu membutuhkan lemak baik untuk menjaga keseimbangan hormon dan keutuhan struktur sel membran. Ladies, lemak baik dapat memberikan kamu kulit yang lebih sehat dan glowing! Contohnya, buah avokad memiliki properti anti-aging dengan kandungan xanthophyll dan vitamin E yang menaikkan kadar kolagen dan elastin. Biji bunga matahari juga kaya dengan vitamin E, selenium dan copper yang menjaga kulit agar tampak awet muda. Plus, biji-biji tersebut juga mengandung omega-6 dan linoleic acid yang membantu regenerasi sel kulit!




    5. Merubah temperatur ruangan secara drastis.

    Apakah kamu suka menghabiskan waktu dalam ruangan yang sangat dingin, atau gemar menghangatkan tubuh dalam sauna? Bila kamu terlalu sering menghabiskan waktu dalam ruangan yang sangat dingin atau panas, kelembapan dalam kulitmu akan terkuras dengan cepat dan garis wajahmu pun akan semakin kentara. “Kulit kering menyebabkan inflamasi. Kolagen dan elastin dalam kulit semakin berkurang saat kamu bertambah tua, dan inflamasi hanya akan mempercepat proses tersebut,” jelas dermatolog Dina D. Strachan, M.D..


    6. Menyemprotkan parfum di leher.

    Tahukah kamu? Kulit leher sebetulnya cukup tipis dan lembut, maka alkohol yang terkandung dalam parfum dapat mengeringkan kulit – apalagi saat kamu mengaplikasikan parfum sebelum terpapar sinar matahari. “Parfum dapat memperburuk kondisi kulit, karena ada kandungan di dalamnya yang bisa bereaksi saat terkena sinar UV,” jelas dermatolog Ava Shamban, M.D.. So, gunakan parfum di area lengan dan rambut saja bila ingin menjaga kulit!


    7. Minum menggunakan sedotan.

    Seriously! Meskipun penggunaan sedotan dapat menurunkan risiko plak gigi, kebiasaan repetitif yang dilakukan otot saat mengerucutkan bibir dapat mengakibatkan kerutan untuk muncul di sekitar mulut. Duh, sulit juga ya. Solusinya, kurangi penggunaan sedotan! Lagipula, aksi ini juga membantu melestarikan lingkungan!


    (Image: doc. Wavebreak Media Ltd©123RF.com)