Career

7 Tips Membagi Waktu Antara Karier dan Personal

  by: Alexander Kusumapradja       24/8/2018
  • Dari data survei tentang pekerja wanita milenial yang Cosmo himpun bulan lalu, terungkap bahwa 56,6% dari 650 responden mengaku lebih memilih jam kerja yang lebih fleksibel dibanding kenaikan gaji. 


    Berdasarkan beberapa riset lain yang mengkaji hubungan antara jam kerja fleksibel dengan produktivitas, mereka yang punya jam kerja fleksibel justru lebih produktif, lebih jarang sakit, dan lebih bahagia dalam pekerjaan dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja tradisional. Namun, bila kamu termasuk yang masih “terjebak” dalam ritme kerja 9 to 5, kamu sebetulnya masih bisa menyeimbangkan kehidupan personal dan profesional dengan beberapa tips berikut ini:




    DO: Siapkan waktu yang cukup untuk sarapan dan menyiapkan diri tanpa dikejar perasaan terburu-buru.

    DON’T: Sarapan sambil mengecek dan membalas email di jalan menuju kantor.


    DO: Work smart”. Buat daftar prioritas, siapkan jadwal untuk masing-masing dan coba hindari meeting atau jadwal yang tidak direncanakan sebelumnya.

    DON’T:Work long”. Lompat dari satu tugas/meeting ke tugas/meeting lainnya tanpa punya rencana dan jadwal yang jelas.


    DO: Manfaatkan lunch break dengan maksimal setidaknya 30 menit. Pilih menu yang sehat. Kalau sempat, coba jalan-jalan sejenak keluar ruangan untuk ganti suasana.

    DON’T: Melewatkan jam makan siang demi bekerja atau makan makanan kurang sehat di meja kerjamu.


    DO: Berani bicara kalau tugas atau ekspektasi terasa terlalu banyak dan sulit hingga membuatmu kewalahan. Saatnya belajar bilang tidak dengan cara yang ramah.



    DON’T: Menyanggupi semua tugas yang datang bertumpuk, walaupun kamu tahu tak punya cukup waktu untuk menyelesaikan workload tersebut.


    DO: Sisihkan waktu untuk olahraga sepulang kerja atau di akhir pekan agar tubuh tetap fit dan mengurangi stres.

    DON’T: Melewatkan olahraga karena terlalu sibuk bekerja.


    DO: Rencanakan liburan sebagai motivasi bekerja.

    DON’T: Tidak pernah merencanakan liburan karena takut menghadapi tugas yang menumpuk saat kamu pulang liburan.


    DO: Coba untuk punya jam tidur yang teratur setiap malam agar bangun lebih segar esok harinya.

    DON’T: Bangun sampai larut malam membalas email dan menyelesaikan tugas, lalu terbangun dengan perasaan lelah esok harinya.


    (Image: Allef Vinicius via Unsplash.com)