Lifestyle

Seru! 7 Film Indonesia Ini Bertema Olahraga!

  by: Alexander Kusumapradja       26/8/2018
  • Di balik kesuksesan seorang atlet, bisa dipastikan selalu ada kisah perjuangan keras di baliknya. Karena itu, film-film bertema olahraga dan perjuangan atlet selalu menarik disimak karena inspiratif dan mengingatkan kita kalau usaha keras tak akan mengkhianati. 

    Dunia perfilman Indonesia pun sebetulnya telah menghasilkan beberapa film bertema olahraga yang sayangnya seringkali luput dari perhatian publik yang lebih tertarik menonton film bergenre lain. Dengan semangat Asian Games yang masih bergelora, Cosmo menghimpun beberapa judul film Indonesia bertema olahraga dari beragam cabang olahraga. Semoga setelah ini kamu jadi tertarik ikut olahraga atau setidaknya ikut mendukung atlet-atlet Indonesia ya, dear!




    King (2009)

    Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale ini menceritakan seorang anak bernama Guntur (Rangga Raditya) yang mengidolakan legenda bulu tangkis Indonesia, Liem Swie King, dan ingin mengikuti jejaknya. Ayah Guntur adalah seorang komentator pertandingan bulu tangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Berbekal inspirasi dari sang sosok idola dan mimpi ayahnya yang kandas, Guntur pun berjuang menjadi atlet bulu tangkis dengan segala keterbatasan dan kendala yang menghadangnya. Uniknya, di film ini kita juga bisa melihat sosok belia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Jonatan Christie yang kini keduanya telah menjadi atlet bulu tangkis nasional. 


    Sang Pemberani (2014)

    Di opening Asian Games lalu, kita melihat penampilan tarian Ratoh Jaroe yang membawakan beberapa lagu, salah satunya “Bungong Jeumpa” dari Aceh. Lagu tradisional tersebut juga melatari film yang mengangkat kisah perjuangan karateka muda di Aceh pasca tsunami ini. Madi Ghafur (Reza Hariyadi) adalah anak SMP yang bertekad menjadi juara karate nasional untuk melanjutkan impian abangnya yang tewas diterjang tsunami. Dengan dukungan sang ibu, Sarifah (Artika Sari Devi) dan kedua senseinya, Madi menjalani latihan keras dan menyadari bakat saja tidak cukup untuk menjadi pemenang, tapi juga tekad dan keberanian. 


    3 Srikandi (2016)

    Disutradarai oleh Iman Brotoseno, film biopik ini berdasarkan kisah nyata tentang tiga atlet panahan wanita Indonesia (Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani) yang berhasil meraih medali pertama di Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. Menghadirkan deretan aktris berbakat seperti Chelsea Islan, Tara Basro, dan Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai tiga srikandi, film ini juga diperkuat oleh aktor serba bisa Reza Rahadian yang berperan sebagai Donald Pandiangan, pelatih tim panahan yang disebut sebagai Robin Hood Indonesia. Mengisahkan perjuangan atlet wanita Indonesia yang harus berjuang baik di dalam maupun di luar lapangan, film ini tak lepas dari tema female empowerment yang inspiratif!


    Baca juga: Wajib Nonton! 5 Film Inspiratif yang Diangkat dari Buku






    Mari Lari (2014)

    Olahraga lari, termasuk maraton, memang telah menjadi bagian dari gaya hidup saat ini, jadi tak heran bila ada film yang mengangkat olahraga tersebut sebagai tema. Film debut sutradara Delon Tio ini bercerita tentang pemuda bernama Rio Kusumo (Dimas Aditya) yang akan mengikuti lomba maraton. Dalam latihannya, ia bertemu seorang gadis yang juga hobi lari, Anisa (Olivia Jensen). Keduanya pun saling menyemangati dalam target mereka mencapai garis finish di Bromo Marathon. Meskipun dibalut cerita drama percintaan dan selipan komedi ringan, namun film ini juga mengajarkan kita agar tetap gigih dalam usaha meraih tujuan kita. 


    Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)

    Diangkat dari kisah nyata, film garapan Angga Dwimas Sasongko ini bercerita tentang Sani Tawainella (Chicco Jericho), mantan pemain sepak bola yang gagal dan berakhir menjadi tukang ojek di Tulehu, Ambon. Impiannya yang lama padam kembali menyala seiring dengan riak konflik agama yang terjadi di Ambon. Demi mengalihkan perhatian anak-anak di kampungnya dari tragedi, ia melatih mereka sepak bola meski harus berhadapan dengan banyak pertentangan, termasuk dari keluarganya sendiri yang merasa terpinggirkan. Namun, pada akhirnya usaha Sani tak hanya menyelamatkan anak-anak tersebut dari konflik, tapi juga mengantar mereka mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Lebih dari sekadar olahraga, film ini juga kental akan unsur budaya dengan menghadirkan dialog bahasa Ambon dan dipilihnya anak-anak muda setempat untuk bermain di film ini. Inspiring dan digarap dengan serius, maka wajar saja bila film ini diganjar gelar Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.


    Garuda di Dadaku (2009)

    Satu lagi film bertema sepak bola, film karya Ifa Isfansyah ini menceritakan anak kelas 6 SD bernama Bayu (Emir Mahira) yang punya satu impian dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola andal. Ditemani sang sahabat, Heri (Aldo Tansani), pecinta sepak bola yang duduk di kursi roda, Bayu bertekad ikut seleksi masuk Tim Nasional U-13 yang sayangnya mendapat tentangan dari sang kakek, Pak Usman (Ikranagara) yang menganggap menjadi atlet tidak menjanjikan masa depan yang layak. Perjuangan Bayu dalam meraih cita-cita sekaligus menaklukkan hati kakeknya menjadi cerita yang menarik dan kesuksesan film ini melahirkan sekuelnya, dua tahun kemudian.


    Mata Dewa (2018)

    Merupakan film Indonesia bertema olahraga yang paling baru, Mata Dewa yang disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf bercerita tentang olahraga basket, tepatnya di tingkat Developmental Basketball League (DBL) alias kompetisi liga basket untuk anak SMP dan SMA seluruh Indonesia. Dewa (Kenny Austin) adalah pemain basket SMA Wijaya yang ingin mengantarkan sekolahnya sebagai juara DBL, namun naas, mata kirinya terluka dihajar preman dalam usahanya menolong teman sekolahnya, Bening (Agatha Chelsea) dari penjambretan. Dalam kondisi gelap tersebut, ia menemukan pencerahan lewat seorang mantan petinju kawakan (Ariyo Wahab) yang mengajarinya melihat dengan cara yang lain. Turut dibintangi oleh Nino Fernandez dan Brandon Salim, selain tema basket yang seru, film ini juga terasa segar dengan logat khas Suroboyo, sesuai latarnya yang bertempat di Surabaya.


    Nah, dari 7 film di atas berapa yang pernah kamu tonton? Cosmo berharap nantinya akan ada lebih banyak lagi film Indonesia bertema olahraga dari berbagai cabang olahraga yang seru untuk diangkat. 


    (Image: Dok. MVP Pictures)