Love & Sex

16 Fakta Noah Centineo, Pemain 'To All The Boys'

  by: Alvin Yoga       27/8/2018
  • Netflix lagi-lagi sukses membuat kita jatuh cinta, this time with their new movie To All The Boys I've Loved Before. And yeah, kalau kamu meng-klik artikel ini, kemungkinan besar kamu baru saja menonton film tersebut dan saat ini sedang tergila-gila dengan sang pemeran Peter Kavinsky: Noah Centineo. (Ayo, mengaku saja.)

    Well, perlu diakui Noah memang sangat charming. Dan meskipun beberapa adegan filmnya sangat cheesy, namun kalimat-kalimat yang diucapkan Noah seperti, "You were never second best" terus terngiang di kepala. Right? Nah, bagi kamu yang tak bisa lepas dari pesonanya dan bertanya-tanya, "Siapa sih pemain Peter ini? Bisa engga dia jadi pacarku?" Ladies, here it is, 16 fakta Noah Centineo, sang pemeran Peter Kavinsky dalam To All The Boys I've Loved Before. (Fair warning: you might love him more)




    1. First, some basic stats

    Aktor berumur 22 tahun ini lahir di Boca Raton, Florida, (salah satu tempat di dunia yang menurutnya sangat mewah), dan tumbuh besar di sana selama 15 tahun. Ibu dan ayah Noah, Kellee Janel dan Gregory Vincent Centineo, ternyata merupakan keturunan Italia dan Jerman. Hal inilah yang membuat Noah terlihat begitu eksotis dan berbeda dari aktor Amerika pada umumnya.


    2. Ia mulai berakting di umur 13 tahun

    Noah memulai kariernya sebagai aktor cilik dengan bermain menjadi pemeran utama di film The Gold Retrievers pada tahun 2009. Bisa dikatakan film ini kemudian menjadi awal mula kecintaannya pada dunia seni peran. Di umur 16, demi mengejar passion-nya tersebut, Noah kemudian pindah ke Los Angeles untuk lebih serius menggeluti akting. Yeah, time to make it big, boy.


    3. Ia tidak terkenal di sekolah...

    At least that's what he claims. Dalam salah satu wawancaranya dengan Vulture, Noah berkata, "Kamu mungkin tidak percaya, tapi ketika masih sekolah dulu, saya adalah anak yang kurus dan pendek (FYI Noah mulai bertambah tinggi sejak ia rutin bermain sepakbola), dan selalu terlihat konyol karena sering melempar lelucon sambil duduk di bagian belakang kelas. Saya tak pernah mendengarkan apa yang diajarkan guru di kelas, that's why nilai-nilai saya tidak pernah bagus di sekolah. Percaya atau tidak, saya juga tidak pernah menjadi bagian dari anak-anak populer."


    4. ...tapi Anda mungkin pernah melihatnya di televisi

    To All the Boys I've Loved Before mungkin merupakan breakout role bagi Noah, namun ini bukan kali pertama ia muncul di layar kaca. Sebelumnya, ia juga sempat tampil beberapa kali dalam Disney Channel, serta bermain sebagai Jesus Foster di serial televisi The Fosters. Psst, belakangan, laman Twitter The Fosters bahkan sedang ramai dikunjungi - tak lain dan tak bukan oleh orang-orang yang sedang mencari tahu soal Noah. Are you one of them?


    5. Ia adalah lawan main Camila Cabello dalam video klip Havana

    Here's the short story: suatu hari Noah mendapat telepon dari manajernya, "Hey man, ada tawaran untuk bermain di sebuah music video, tapi saya tidak tahu kamu mau atau tidak ..." Dan Noah menjawab, "Well, siapa penyanyinya?" "Camilla Cabello, untuk lagu Havana". Begitu mendengar nama dan judul lagu tersebut, Noah langsung berkata, "Dude, kakakku baru saja memutarkan lagu itu padaku minggu lalu. Saya suka sekali lagunya, I am in 100 percent."

    Tak lama kemudian, Noah pun diminta untuk datang ke lokasi syuting, dan dalam sekejap mereka langsung mendandaninya bak pria latin terseksi di abad ini - lengkap dengan cincin-cincin emas, kalung ala rapper, rambut model slick, serta jas ala mafia Italia. Setelah itu, ia pun dikenalkan pada sang pelantun Havana. "Camilla benar-benar gadis yang sangat baik. She's like the smallest, most loving creature ever. Ia juga begitu berenergi di lokasi syuting," tuturnya. Well, lucky you - or lucky her?


    6. Peliharaan pertamanya bukan seekor kucing atau anjing

    ... melainkan seekor kelinci kecil bernama Princess (oh, how cute!). Beberapa waktu setelahnya, keluarganya kemudian memutuskan untuk mengadopsi binatang lain - seekor anjing. That's when the tragedy began. Noah mengatakan bahwa sang anjing kemudian menggigit kelincinya hingga tewas. Yikes!



    7. He's also a very sensitive writer-type

    Dalam wawancaranya dengan W Magazine, Noah berkata, "Saya suka menulis untuk menumpahkan emosi. Apapun yang saya pikirkan atau yang sedang saya alami, itulah yang akan saya tulis. Terkadang tulisan itu jadi berima, dan terdengar seperti puisi ketika dibacakan, di lain waktu tulisan tersebut hanya seperti narasi cerita. Tak ada rumus spesial ketika saya sedang menulis,"

    You know what's special? Noah ternyata pandai bermain gitar. And Shirtless. Ugh!



    8. Ia mengaku tidak terlalu suka bermain media sosial

    "Here's the thing: simpel sekali, jika kamu mau menaruh smartphonemu untuk sesaat, dan pergi keluar rumah untuk sekadar berjalan-jalan keliling kompleks, atau menghabiskan waktu untuk membaca buku selama 10 menit, atau melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan smartphonemu, kamu bisa berinteraksi lebih banyak dengan dunia dan lingkungan sekitarmu - dan hal ini sangat baik untuk kesehatan, it's very therapeutic," tuturnya.




    9. ...tapi ia mau menggunakannya untuk membantu dunia menjadi lebih baik...

    Belakangan Noah mengaku bahwa dirinya sedang mencari cara terbaik untuk menggunakan media sosialnya (yang followersnya sedang bertambah secara signifikan), serta media sosial beberapa temannya untuk membantu memperjuangkan isu-isu sosial. Oh, what a man!


    10. ...that's why, followersnya terus bertambah hingga 1 juta pengikut - hanya dalam waktu 24 jam!

    Dan bahkan hingga saat ini angka followersnya terus saja bertambah. Meski begitu, Noah tampaknya tak terlalu peduli mengenai hal itu. "Sejauh ini hal tersebut belum benar-benar berpengaruh padaku. TBH, tak peduli berapa pun jumlahnya, itu sebenarnya cuma sekadar aplikasi, kan? Tidak benar-benar seperti, 2,4 juta orang tiba-tiba mengikutiku dari belakang setiap waktu. Tak ada yang benar-benar mengubah diri saya sebagai seorang Noah," tuturnya. Salute!


    11. Pertemuan pertamanya dengan Lana ternyata cukup awkward...

    "So, Lana dan saya mengikuti audisi di hari yang sama untuk film tersebut. Saat itu kami berdua belum saling kenal, dan saya ingat kami sedang duduk di ruang tunggu audisi ketika saya melihat Lana untuk pertama kalinya. Waktu itu saya ingin mencoba adegan percakapan antara Peter dan Lara Jean, dan karena hanya ada kami berdua di ruang tunggu, saya pun berkata 'Hey, mau mencoba bagian percakapan antara dua orang ini?' Sayangnya Lana langsung menjawab, 'No, no thanks!' Hahaha. Talk about awkward!" tutur Noah. Untung saja lama kelamaan mereka bisa menjadi teman baik.


    12. ...Ia hampir saja memerankan Josh Sanderson...

    Mulanya, Noah justru didapuk untuk memainkan peran Josh Sanderson - that is, hingga akhirnya sang sutradara, Susan Johnson, melihat chemistry yang sangat dekat antara Lana dan Noah di lokasi syuting, dan menukar perannya. Dalam salah satu wawancaranya dengan IndieWire, Susan berkata, "Ketika proses reading, saya mencintai Israel DAN Noah - dua-duanya - dan bahkan sampai proses itu selesai, saya masih belum bisa memutuskan siapa yang harus memerankan peran apa. Hingga akhirnya saya berpikir: Noah mungkin orang yang tepat untuk peran Josh, karena penampilannya mirip boy next door. So that's it. Namun beberapa hari kemudian, saya melihat Lana dan Noah di lokasi syuting, dan ternyata keduanya memiliki chemistry yang cukup baik (lucky you, Lana). Detik itu juga saya tahu bahwa kami harus menukar peran mereka berdua. Di satu sisi, Israel juga ternyata memiliki chemistry yang baik dengan Janel (pemeran Margot). I thought that fit really well."


    13. ...hingga akhirnya Ia dan Lana berhasil membangun chemistry sebelum proses syuting dimulai

    Bagi kamu yang sudah menonton filmnya, kamu pasti ingat kan adegan hot tub yang sangat legendaris itu - ketika Lara Jean mendekati Peter dan akhirnya mereka berdua berciuman di tengah hot tub. Gosh! Banyak penonton yang mengaku bahwa adegan tersebut terlihat terlalu sempurna, too natural - all thanks to their off-screen chemistry. "Kami berdua sering mengunjungi hot tub di apartemen tempat kami menginap," ujar Lana dalam salah satu wawancaranya dengan People. "Hal ini membuat adegan tersebut menjadi sangat mudah. I'm so blessed to have worked with him - Noah adalah aktor yang luar biasa."

    Tak hanya itu, Lana dan Noah juga mengaku sering mengikuti kelas yoga bersama-sama sebelum proses syuting dimulai. "Ketika masih proses pra-produksi, kami sering mengikuti kelas yoga bersama. It was hot yoga class, dan ya, pengalaman tersebut berhasil mendekatkan kami berdua," lanjut Lana. "You know, melakukan yoga dengan seorang partner bisa menjadi pengalaman yang cukup intim, jadi saya pikir kami harus mencobanya. Turns out, hal tersebut benar-benar membantu dan membuat kami nyaman satu sama lain."

    And FYI, Noah ingin bermain dalam sekuel To All The Boys I've Loved Before jika Netflix berniat membuat sekuelnya. Oh, yes, please!


    14. Sometimes he's a total romantic...

    Well, ini memang tidak terlalu penting, but it's also completely NEED TO KNOW. Dalam salah satu wawancaranya dengan Buzzfeed, Noah berkata bahwa ia sempat tinggal di W Hotel (um, okay), dan kencan pertama terbaiknya adalah ketika ia dan pasangan saling menghabiskan waktu untuk membaca buku di rooftop hotel. "Ia berkata bahwa ia akan datang di saat sore, dan saya bertanya apakah ia bisa datang sambil membawa sebuah buku. Turns out she did, dan akhirnya kami saling bertukar buku bacaan," ujarnya. Noah mengaku hal tersebut membuat hatinya sangat luluh. "Saya memberinya The Celestine Prophecy dan ia memberi saya You Are the One oleh Kute Blackson, and so we read, untuk kurang lebih tiga jam, bersama-sama." That! Was! So! Romantic!


    15. ... AND ONE TIME HE BEAT UP A SEXIST A***OLE

    "Saya datang ke sebuah pesta, dan di situ ada seorang pria yang berbicara panjang lebar sambil mengumpat dan mengolok-olok seorang wanita di tengah pesta," cerita Noah. "Wanita tersebut kemudian meminta tolong pada saya, jadi saya berkata pada pria tersebut untuk berhenti. Namun pria tersebut melempar permen karet yang sedang ia kunyah pada wajah saya. Setelah itu, saya tidak benar-benar ingat apa yang terjadi, yang saya ingat hanyalah saya ditarik keluar dan diseret masuk ke dalam Uber oleh teman-teman saya," ujar Noah. Oh, what a guy!


    16. Ia akan segera tampil dalam film Netflix terbaru

    Sambil menunggu sekuel To All the Boys I Loved Before tayang di Netflix, kamu bisa menyaksikan aksi Noah di film Sierra Burgess Is a Loser yang akan tayang 7 September 2018. Make sure you don't miss it, girls!


    (Alvin Yoga / AK / Image: Dok. Instagram)