Career

8 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Tambah Pintar

  by: Alexander Kusumapradja       29/8/2018
  • Seiring bertambahnya kesibukan, kita mungkin merasa kesulitan menemukan waktu untuk duduk dan benar-benar mempelajari hal baru atau menambah wawasan. Jangankan untuk membaca studi terbaru, somehow menyelesaikan buku fiksi yang ringan pun bisa menjadi hal yang terus tertunda karena beban tanggung jawab yang kian padat, ataupun distraksi dari smartphone dan media sosial yang memang lebih menggoda. 


    Namun, sebuah thread di Quora baru-baru ini menunjukkan jika menjadi lebih pintar bisa dilakukan dengan cara yang sebetulnya tidak menghabiskan waktu banyak di sela-sela aktivitas kita. Topik tersebut mengundang jawaban dari banyak orang, termasuk para entrepreneur, pengusaha teknologi, hingga ahli meditasi. Berikut adalah 8 ide yang berhasil dihimpun dari thread tersebut:




    1. Banyak membaca

    Well, duh… Semua orang sepakat kalau semakin banyak membaca akan membuat wawasan kamu makin luas. Ada banyak opini tentang kebiasaan membaca yang sebaiknya kamu lakukan, dari mulai membaca koran setiap hari (baik koran cetak atau online) hingga membaca buku fiksi maupun nonfiksi. Membaca pun tidak harus diselesaikan dalam sekali duduk (kecuali artikel pendek), yang penting sempatkan waktu untuk membaca.


    2. Memanfaatkan waktu online dengan bijak

    Melewati waktu dengan berselancar di dunia maya tidak harus dihabiskan dengan membuka media sosial atau menonton video-video binatang yang lucu, lho, babes! Seperti kita tahu, internet merupakan sumber ilmu yang tak ada habisnya. Entah itu dengan membaca blog, mengikuti kursus online, atau menonton video TED talks yang menginspirasi bisa membuat waktu online kamu lebih bermanfaat.


    3. Tulis hal yang baru kamu pelajari

    Menyempatkan beberapa menit setiap hari untuk menulis tentang hal yang baru kamu pelajari bisa membuat ilmu tersebut lebih mudah dan lama menempel di otak kamu dibanding hanya membacanya saja. Apalagi kalau kamu menulisnya dengan tangan di atas kertas, karena syaraf motorik akan ikut bekerja dan kamu jadi lebih fokus pada apa yang kamu tulis dibanding menulisnya dengan keyboard komputer atau touchscreen. Menulis dengan tangan selama 7 menit per hari adalah latihan agar otak tetap terasah.


    4. Jelaskan hal yang kamu pelajari ke orang lain

    Albert Einsten pernah berkata: “Jika kamu tidak bisa menjelaskan satu hal dengan sederhana, itu artinya kamu belum benar-benar memahaminya.” Selain menulis, salah satu cara agar kamu lebih cepat paham sebuah hal adalah dengan mencoba menjelaskannya ke orang lain. Zaman sekarang, mendapat informasi baru sangat mudah, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kamu bisa tetap menyimpan informasi itu dan membaginya ke orang lain.




    5. Membuat “done list”

    Kalau biasanya kamu menulis daftar atau bucket list hal-hal yang ingin kamu raih, sekarang coba kamu membuat daftar hal-hal yang justru telah berhasil kamu raih. Ide membuat “done list” ini direkomendasikan oleh beberapa motivator terkenal, yang tujuannya adalah membangun rasa percaya diri dan rasa bahagia dengan cara menengok kembali pencapaian apa saja yang telah berhasil kamu raih, karena kedua hal tersebut merupakan bagian penting dari kecerdasan.


    6. Main games yang mengasah otak

    Jangan cuma main mobile games yang sedang ngetren saja, coba deh main games yang tak hanya untuk rekreasi tapi juga melatih otak. Catur, sudoku, puzzle, scrabble adalah beberapa contohnya. Sekarang ini pun sebetulnya sudah banyak permainan mengasah otak yang bisa kamu unduh ke smartphone milikmu.


    7. Berteman dengan orang pintar

    Alih-alih membuatmu minder, kamu justru harus bersyukur kalau dikelilingi oleh orang-orang pintar di sekelilingmu karena menurut sebuah penelitian, 5 orang terdekat di hidup kamu punya pengaruh besar pada sikap, kebiasaan, dan kecerdasan kamu. Punya teman pintar, kamu akan lebih termotivasi untuk keep up dengan pembicaraan mereka dan terdorong untuk terus menambah wawasan.


    8. Mencoba hal baru

    Salah satu pengguna Quora menceritakan tentang bagaimana Steve Jobs waktu muda pernah belajar kaligrafi. Setelah drop out dari sekolah, sang pendiri Apple tersebut punya banyak waktu luang dan memutuskan mengisinya dengan ikut kursus kaligrafi. Walaupun hal itu terdengar random, namun skill desain yang ia dapat di kursus tersebut konon punya pengaruh besar dalam pembuatan komputer Macintosh pertama. Inti dari cerita ini adalah kamu tak akan tahu ilmu apa yang bisa berguna nantinya. Coba saja hal-hal baru yang ingin kamu lakukan, se-random apapun, karena tak ada ilmu yang tak berguna.


    (Image: Thought Catalog via Unsplash.com)