Lifestyle

Serunya Menaklukkan Ombak Bersama Rip Curl di Bali

  by: Alexander Kusumapradja       20/8/2018
  • Selalu ada alasan untuk kembali ke Bali. Entah itu untuk party, berbelanja, atau mencoba petualangan baru. Dan kalau bisa melakukan semuanya sekaligus, kenapa harus memilih salah satu? At least, itu yang Cosmo rasakan saat diundang ke Bali oleh Rip Curl Indonesia.





    Sebagai salah satu merek yang ikonik di dunia surfing, Rip Curl senantiasa mengajak orang untuk menikmati serunya surfing, salah satu caranya dengan mengadakan Rip Curl Cup di Pantai Padang Padang Bali yang juga merupakan kompetisi surfing terpanjang dan paling bergengsi di Indonesia. Hanya 16 surfer yang diundang dalam kompetisi ini—delapan surfer terbaik Indonesia dan delapan surfer elit internasional, dan tahun ini yang keluar sebagai pemenang utama adalah Jack Robinson dari Australia yang mengalahkan juara bertahan Mega Semadhi dari Indonesia.


    Sebagai bagian dari perayaan tersebut, Rip Curl pun memboyong beberapa media ke Bali dalam media trip bertajuk The Ultimate Search Trip dari tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 lalu. Ingin tahu bagaimana keseruan selama 3 hari tersebut? Let’s roll!



    Jumat, 27 Juli 2018

    Tiba di Bali sekitar jam 11 siang, kami langsung menuju hotel kami, S Resorts Hidden Valley yang terletak di daerah Uluwatu. Setelah makan siang dan beristirahat sejenak, kami pun langsung bergegas menuju official Rip Curl Cup party yang akan diadakan di Ulu Cliffhouse. Namun, sebelumnya, tentu tak akan lengkap bila kami datang tanpa mengenakan sesuatu berlogo Rip Curl. Karena itu, kami pun singgah di gerai Rip Curl terbaru yang terletak di Padang Padang.


    Hanya berjarak beberapa meter dari Pantai Padang Padang yang tersohor, gerai baru ini walaupun terlihat kecil tapi punya koleksi pakaian dan perlengkapan surfing yang lengkap bagi pria maupun wanita, termasuk jejeran papan surf yang bisa kamu pilih. Gerai ini turut dihiasi oleh mural eksklusif karya MADSTEEZ yang juga membuat artwork untuk kejuaraan tahun ini. Setelah mendapat kesempatan belanja dan berbincang dengan James Hendy, Marketing Manager Rip Curl South East Asia, kami pun berangkat ke Ulu Cliffhouse.


    Tiba di Ulu Cliffhouse yang merupakan salah satu beach club paling hits di Bali saat ini, kami pun dihadapkan oleh pemandangan sunset menawan dari atas tebing, dan ketika akhirnya matahari terbenam, dan dentum musik semakin bingar, we’re all know, its time to party! Tak hanya rombongan media dan tim Rip Curl yang ikut larut dalam eforia, tapi juga banyak tamu undangan lain yang termasuk para surfers dan influencers. Salah satunya adalah David John Schaap, presenter dan aktor yang juga penggemar olahraga surfing.



    Sabtu, 28 Juli 2018

    Walau kepala masih terasa agak pengar, but no rest for the wicked! Hari kedua ini dimulai lebih pagi dengan aktivitas yang tak kalah seru. Tujuan pertama kami adalah Bali Wake Park, sebuah water park baru di daerah Pelabuhan Benoa dengan atraksi utama adalah Cable Park yang dibangun di sekitar danau seluas 5 hektar. Di cable park ini, kita bisa mencoba wakeboarding, kneeboarding, skiing, dan skurf. Tak perlu cemas kalau kamu belum punya pengalaman sama sekali, karena dengan staff yang sigap menjelaskan dan peralatan yang aman, siapapun bisa mencobanya, termasuk anak kecil sekalipun, kalau memang punya nyali.


    Meskipun demikian, tentu saja wakeboarding tak semudah kelihatannya. Beberapa orang terlihat langsung menghantam air begitu mereka terjun ke air dengan papan mereka, namun hal itu tak menyurutkan minat rombongan media untuk mencobanya. Begitu pun dengan David dan Diah Rahayu, surfer wanita Bali yang juga ikut dalam kegiatan hari ini. 





    Bagi yang belum berani mencoba wakeboarding, pilihan lain yang juga seru adalah Aqualand yang masih jadi bagian dari Bali Wake Park. Aqualand merupakan area permainan ketangkasan di atas susunan inflatables terapung setinggi 8 meter dengan berbagai rintangan seru—mulai dari air floating trampoline, monkey bar, hingga berbagai slides. Meskipun terlihat mudah, namun sebenarnya bermain di Aqualand juga cukup menguras tenaga, khususnya bila kamu jarang berolahraga. Walaupun terbuka untuk semua anggota keluarga, setiap pengunjung diwajibkan memakai pelampung terlepas apakah kamu bisa berenang atau tidak.


    Lelah beraktivitas seharian, kami pun menuju Jimbaran untuk menikmati sunset sambil makan malam. Dengan perut kenyang dan hati senang, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat.



    Minggu, 29 Juli 2018

    Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Di hari terakhir ini kami akan belajar surfing di Rip Curl Schoof of Surf di Pantai Sanur. Setelah breakfast dan check out dari hotel, tak perlu membuang waktu kami menuju Sanur. Tiba di Rip Curl School of Surf, tim Rip Curl dan para instruktur sudah siap menyambut dan memberikan tutorial tentang surfing. Masih ditemani oleh David John dan Diah Rahayu, tim kami pun terbagi menjadi dua. Ada yang memilih surfing, ada juga yang memilih mencoba Stand Up Paddle, sebuah cabang surfing di mana kamu akan berdiri di papan surfing sambil membawa tongkat kayuh. Stand Up Saddle ini sendiri kabarnya lebih direkomendasikan untuk mereka yang tidak punya pengalaman surfing sama sekali, which means Cosmo pun memutuskan mengikuti Stand Up Saddle.



    Setelah kursus kilat di pantai bersama instruktur dari Rip Curl School of Surf, Cosmo dan beberapa teman media lain pun memboyong papan surf dan kayuh masing-masing menuju kapal yang akan membawa kami ke tengah laut. Lumayan sulit karena ternyata papan surfing cukup berat untuk diangkat, namun saat tiba di tengah laut dan turun dari kapal, its all pure bliss. Berusaha berdiri seimbang di atas papan sambil mengayuh memang cukup tricky, untungnya ada cara lain untuk menikmati ombak, yaitu dengan duduk di papan dan mengayuh selayaknya kano. In the end, its still fun!



    Selesai surfing, kami pun pergi makan siang di ABC Beach Club di Sanur yang merupakan beach club milik Artotel Bali. Seperti yang bisa diharapkan dari Artotel, suasana di ABC Beach Club terasa artsy dan eklektik, sehingga sempurna menjadi tempat untuk makan siang perpisahan dengan David John dan Diah Rahayu yang sudah ikut menemani kami selama tiga hari ini. Sebelum akhirnya benar-benar menuju bandara untuk pulang ke Jakarta, kami pun sempat mampir ke gerai Rip Curl di Sunset Road yang sekaligus menjadi headquarter dari Rip Curl Bali. With all the fun memories, new friendships, and new experiences, Ultimate Search Trip ini pun berlangsung dengan begitu mengesankan. See you on the next waves! 


    (Image: Pemburu Ombak).