Better You

Terserang Flu? Ini Fakta, Gejala & Cara Jitu Menanganinya!

  by: Giovani Untari       6/8/2019
  • GIRLS... STAY FLU-FREE!


    I refuse to be sick. I’m wearing Valentino, for crying out loud!” Masih ingat scene sekaligus quotes milik Emily dalam film The Devil Wears Prada saat dirinya terserang flu? “ Sang asisten Miranda Priestly ini bahkan harus berjuang menahan sakit kepala dan hidung yang memerah (hingga melupakan informasi penting!) pada sebuah event besar karena flu.  



    Penyakit ini memang sering dianggap sepele bagi sebagian orang, karena yeah... it’s just flu (really?). Tapi mari kita flashback, berapa banyak intensitas kamu terserang flu dalam setahun? Di atas dua kali? Setiap pergantian musim? Atau yang terparah bahkan sampai mengharuskan bed rest total?

    Selagi kita tengah mengalami beberapa gejala (seperti demam, sakit kepala, atau hidung tersumbat), nyatanya flu berevolusi memasuki musim terburuknya di seluruh dunia! Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika bahkan menyebut penyakit flu dialami oleh 35, 9 juta pasien, 508.000 di antaranya harus dirawat, bahkan 46.800 mengalami kematian sejak Oktober 2018 silam. Dari Australia, pihak Guardian baru-baru ini mencatat flu juga menorehkan angka fantastis lewat 40.000 kasus influenza. Jumlah ini bahkan tiga kali lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya!


    INTRODUCE YOU, THE FLU



    Apa sebenarnya flu dan seperti apa gejala serta proses penyebaran? Penyakit ini datang dari sebuah virus bernama Influenza. Tiga dari empat jenis virus Influenza ini faktanya menyerang manusia dimulai dari tipe A, B, C. Namun yang paling sering menerpa manusia umumnya adalah tipe A dengan sub-tipe virus Influenza H1N1 juga H3N2.


    Virus Influenza bersifat cepat menyebar, itu mengapa “mereka” bahkan berpotensi menimbulkan pandemik tersendiri di beberapa negara. Virus Influenza berkembang dan menular mulai dengan berbagai cara pula. Mulai dari percikan ludah atau droplets dari penderitanya, menyentuh barang yang terinfeksi oleh virus Influenza hingga menghirup udara yang telah tercemar virus satu ini. FYI ladies, menurut dr. Muliadi Limanjaya proses penularan penyakit flu kepada orang lain bahkan bisa dimulai dari satu hari sebelum kamu resmi terserang flu hingga dua minggu setelah sembuh! W-what?


    Proses penularan flu pun didukung oleh beberapa faktor baik eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal faktor cuaca turut mendukung penularan virus ini (terutama saat musim penghujan). Siklus udara yang buruk dalam suatu ruangan juga membuat perputaran virus ini kian mudah menularkan pada sekitarnya. Ditambah dari sisi internal, kekebalan tubuh yang lemah juga menjadi trigger kamu mudah terserang penyakit satu ini.


    THE SYMTOMPS



    Di masyarakat, tidak sedikit yang menganggap jika flu dan pilek adalah penyakit yang serupa. Namun secara garis besar, flu memiliki gejala yang lebih berat daripada pilek. Penyebab dari kedua penyakit ini pun berbeda, di mana pilek disebabkan oleh virus seperti: Respiratory Syncytial Virus (RSV), Rhinovirus, Coronavirus, Adenovirus, Human Parainfluenza (HPIV). Sedangkan flu oleh virus Influenza.

    “Flu mempunyai gejala lebih berat dari pada pilek yang umumnya. Pilek ditandai dengan gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, tenggorokan sakit, hingga batuk berdahak. Sedangkan flu memiliki gejala yang lebih klinis seperti demam tinggi, badan terasa pegal, sakit kepala dan nafsu makan menurun,” tukas dr. Muliadi Limanjaya yang merupakan seorang general practitioner di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya.



    WHY FLU IS SO BAD?

    Selayaknya beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, flu juga umumnya bersifat self remedy. Saat kamu terserang pilek ataupun flu yang terpenting adalah menjaga kekebalan tubuh kamu dan jangan lupa beristirahat. A little bit note: virus dapat mudah menyerang seseorang yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

    Pertanyaan selanjutnya mengapa flu terasa begitu “mematikan” hingga mampu menyerang banyak korban jiwa setara penyakit berbahaya lainnya? “Yang berbahaya sebenarnya jika penyakit flu ini mengarah pada komplikasi. Dari komplikasi ini lah yang dapat menyebabkan banyak penyakit berat lainnya seperti: sinusitis, infeksi telinga, bronkitis, hingga pneumonia. Gejala komplikasi ini jika tidak ditangani dengan benar jelas akan menjadi sesuatu yang fatal,” ujar dokter Muliadi.


    S.O.S DOCTOR!


    Jadi apakah itu artinya setiap flu menyerang kita harus berkunjung ke dokter? “Flu bisa ditangani dengan cara beristirahat dan mengonsumsi obat yang dapat meredakan gejalanya. Tetapi jika gejala flu kamu disertai sesuatu yang lebih serius seperti: demam tinggi selama tiga hari lebih, sesak napas, perubahan warna lendir yang signifikan, hingga napas yang terasa memberat, kamu jelas membutuhkan bantuan dokter,” tukas dr. Muliadi.

     



    “Dokter akan membantu kamu melakukan pemeriksaan secara klinis jika flu tersebut berlanjut ke tahap yang lebih serius. Sebab bisa jadi, flu kamu berkembang menjadi sebuah komplikasi. Atau flu ini mengarah ke gejala infeksi bakterial dan membutuhkan penanganan berupa antibiotik,” tutupnya.


    THE HOLY GRAIL: FLU VACCINE


    Lelah harus mengonsumsi obat dan harus absen dari sejumlah aktivitas saat flu menyerang? Kabar baiknya, inovasi dalam dunia kesehatan membawa ilmuwan dan dokter menciptakan vaksin flu. Holy grail dari dunia flu ini pun membantu kita mencegah terserang flu. Well said, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

    Sejauh ini vaksin flu yang terdapat di Indonesia dan dunia terdiri dari dua jenis yaitu Trivalent dan Quadrivalent. Apa bedanya? Vaksin Trivalen meng-cover dua jenis virus Influenza A yaitu H1N1 dan H3N2 serta 1 virus influenza B. Sedangkan vaksin Quadrivalent menjangkau dua jenis virus Influenza A yaitu H1N1 dan H3N2 beserta dua virus dari Influenza B. 

    Cosmo tips: jangan ragu untuk bertanya pada dokter mengenai tipe vaksin flu yang akan diberikan kepada kamu.


    BUT... HOW FAR IT WILL GO?

    Tapi seberapa efektifkah pemberian vaksin flu ini? Apakah melalui vaksin flu itu artinya kita benar-benar bebas dari penyakit tersebut?

    “Banyak pasien yang bertanya, setelah vaksin flu kok masih saja sakit? Sebenarnya setiap vaksin membentuk antibodi bawaan dan tubuh membutuhkan waktu untuk mengenali vaksin tersebut, lalu berusaha membentuk antibodinya. Butuh waktu dua sampai empat minggu sampai tubuh mempersiapkan dirinya paska menjalani vaksin. Jadi tidak bisa dibilang hari ini Anda vaksin, besok Anda telah bebas flu. Kesimpulannya, vaksin flu memang tidak akan membuat Anda 100% terbebas dari flu. Tetapi yang jelas vaksin ini akan memperkecil peluang seseorang terserang flu,” jelas dr. Muliadi Limanjaya. Vaksin flu sendiri sebaiknya dilakukan setiap setahun sekali, mengingat virus flu yang terus berevolusi setiap waktunya.



    CHEAT THE FLU

    Ain’t nobody got time for the flu! Siapkan diri kamu, ini sejumlah cara jitu mengatasi flu menurut dr. Muliadi Limanjaya kepada Cosmo:

    1. Istirahat yang cukup

    Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bersifat self remedy. Salah satu cara menyembuhkannya adalah dengan beristirahat. Istirahat yang cukup juga membantu tubuh bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi virus.


    2. Minum banyak air

    Minum air putih tidak hanya membawa tubuh terhindar dari dehidrasi, ladies! Tetapi juga membuat lendir di hidung lebih cair dan melegakan hidung tersumbat.


    3. Konsumsi sup

    One of the ultimate imune-boosting! Tidak hanya enak, sup menjadi salah satu makanan yang mengandung banyak nutrisi untuk mempercepat masa pemulihan. 


    4. Jangan lupa, cuci tangan!

    Penyebaran virus Influenza dapat dimulai dari menyentuh barang-barang yang tercemar virus satu ini. Jadi sangat penting untuk selalu kebersihan tangan kamu. Rutinlah untuk mencuci tangan secara benar menggunakan sabun dan air yang mengalir. 


    Artikel pernah dimuat di Cosmopolitan Indonesia edisi July 2019 dengan judul "Girls.. Stay Flu Free!" / Giovani Untari / Images: Unsplash.com, Freepik.com, Tenor.com, Giphy.com)