Celebrity

Emily Ratajkowski Ekspos Identitas Personalnya di Foto Baru

  by: Givania Diwiya Citta       11/8/2019
  • Selain dikenal akan parasnya yang cantik, atau perannya sebagai perempuan yang bercumbu dengan Ben Affleck dalam Gone Girl, atau sebagai desainer yang stylish, Emily Ratajkowski juga dikenal sebagai feminis badass yang berkomitmen untuk menjadi orisinal dirinya sendiri tak peduli yang orang lain pikirkan. Dan itulah yang ia ungkapkan saat berkontribusi untuk edisi September majalah Harper’s Bazaar. Dalam edisi tersebut, ia menuliskan sebuah esai akan keterbukaan dirinya terhadap identitas personalnya, seraya menjelaskan mengapa ia dikucilkan saat seorang teman menyebutnya “hyper femme.” Oh, dan ia juga difoto sambil mengekspos rambut ketiaknya.


    Ia memulai esai personalnya dengan kalimat berikut: “Saya terlahir sebagai perempuan berkulit putih. Saya sadar betul akan privilege yang saya terima sebagai seseorang yang heteronormative, dan saya tidak berpura-pura bahwa identitas ini membuat saya melalui berbagai hal secara lebih mudah.” Cool! Lanjutkan!




    EmRata bilang meski ia menganggap dirinya “staunch feminist,” ia sempat berdiam diri saat seseorang menyebutnya “hyper femme.” Saat itu (dua tahun lalu), ia merasa tersinggung dan merasa bahwa ia jadi disalahartikan. Ia menjelaskan, “Dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak sadar dikategorikan femme atau maskulin atau apapun, kecuali saya adalah diri saya.”





    Ia lalu menyadari bahwa “sesekali menjadi hyper femme” dan “seksi” adalah sumber kekuatannya. Ia menambahkan, “Saya merasa powerful saat saya menyadari perasaan sendiri, dan terkadang yang dimaksud dengan menyadari perasaan sendiri adalah saya saat mengenakan rok mini. Atau terkadang saat saya mengenakan hoodie raksasa dan celana sweats.” Pada dasarnya, ia hanya fokus pada apa pun yang ia inginkan dan tidak peduli tentang apa yang orang lain pikirkan.


    Lalu alasan mengapa ia memilih untuk mengekspos rambut ketiaknya untuk esai ini, adalah karena ia bisa melakukan apa pun yang ia inginkan. Ia bilang, “Bagi saya, body hair adalah kesempatan lain bagi para perempuan untuk melatih kemampuannya dalam memutuskan sesuatu… Ada hari-hari di mana saya mencukurnya, tapi terkadang membiarkan body hair tumbuh juga membuat saya merasa seksi.” Dan baginya, baik ia mencukurnya atau tidak, bukanlah menentukan apakah ia seorang feminis yang baik atau pun buruk.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Images: Dok. Cosmopolitan US)