Career

Ini Alasan Kamu Belum Mendapat Promosi Jabatan di Kantor

  by: Alvin Yoga       20/8/2019
  • Memulai percakapan mengenai kemajuan karier atau kenaikan gaji dengan atasan di kantor memang bisa sedikit... tricky. A little tips for you: tentu saja kamu harus berada di posisi yang baik sebelum mengajukan promosi. Next, ketahuilah bahwa masing-masing kantor biasanya memiliki jadwal tersendiri mengenai kapan mereka akan mempromosikan jabatan atau menaikkan gaji karyawannya. Kalau tahun ini kamu tertinggal kesempatan tersebut aka tak mendapatkan promosi jabatan maupun kenaikan gaji, mungkin ada beberapa alasan yang membuat atasanmu melakukan hal tersebut.

    Berikut ini penjelasan dari career expert LinkedIn, Sarah Seymour, mengenai lima hal yang bisa menghentikanmu mendapatkan promosi di kantor: mulai dari isi e-mail-mu yang kurang baik, sampai kurang mengetahui aturan jabatan di kantor. Baca!




    1. Kamu terlalu sering bekerja overtime.

    Mungkin kamu berpikir bahwa duduk di meja sambil terus mengetik layar keyboard menunjukkan kerja keras dan komitmen yang besar terhadap pekerjaan. "Kamu sering lembur dan bertahan di kantor sampai malam, bahkan tak jarang kamu harus makan siang di meja kantor, serta mengecek e-mail kantor sebelum tidur. Semua kamu lakukan agar sang atasan menyadari kerja kerasmu di kantor...sound familiar?" ujar Sarah. Here's the truth: sang atasan justru merasa kualitas kerjamu menurun sampai-sampai kamu tak bisa bekerja dengan efektif mengikuti jam kerja kantor. "Ambil waktu sejenak dan pikirkan: apakah overtime yang sering kamu ambil memang baik untuk kehidupan kerjamu ke depannya? Sudah saatnya kamu membuat batasan mengenai jam kerja, dan pikirkan ulang kesehatan fisik dan mentalmu - yang jelas lebih penting untuk kehidupanmu di masa depan nanti. Coba cari cara untuk mengurangi stres akibat pekerjaan yang menumpuk di kantor. Hal ini teruji mampu mengurangi rasa penat dan menaikkan performa kerja di kantor, membuatmu bisa mendapatkan promosi kerja lebih cepat," lanjut Sarah.


    2. Kamu tak pernah memberitahu rekan kerja mengenai prestasimu di kantor.

    Menyebarkan informasi mengenai kelebihan diri sendiri memang terlihat agak...sombong. Namun kalau kamu bisa melakukannya secara natural - tanpa terlihat berlebihan, yang artinya tak perlu seluruh kelebihanmu harus dipamerkan - sang atasan mungkin akan menyadari prestasimu tersebut. "Jangan menyamakan perasaan arogan dengan prestasi yang kamu dapatkan secara susah payah," ujar Sarah. "Semakin banyak rekan kerja yang mengetahui seberapa baik pekerjaanmu, semakin besar kesempatanmu untuk direkomendasikan oleh mereka. Dengan begitu kamu bisa menghindari percakapan awkward yang mengharuskanmu untuk mempromosikan diri sendiri."


    3. Kamu terlalu cuek.

    Maksud Cosmo di sini adalah kamu tak cepat tanggap untuk menawarkan bantuan atau terlalu malas untuk mengecek ulang pekerjaanmu di kantor. Semisal, apakah kamu membaca kembali serta berpikir ulang soal isi e-mail-mu sebelum kamu kirim? Apakah kamu pernah memaksa masuk dalam pembicaraan orang lain yang sebenarnya bukan urusanmu? Ataukah kamu sering memotong pembicaraan orang lain ketika sedang rapat? Sarah berkata, "Kita semua pasti pernah melakukan salah satu di antaranya, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Ingat baik-baik: selalu baca ulang isi pesan dan pikirkan kembali apa yang harus kamu lakukan sebelum kamu benar-benar melakukannya. Hal ini akan menjauhkanmu dari kesan ceroboh dan cuek, serta mengurangi kesalahan-kesalahan yang memalukan. Dengan begitu, kamu selangkah lebih maju untuk mendapatkan promosi."




    4. Kamu tak dekat dengan siapapun di kantor.

    Bergosip di kantor memang menggiurkan, dan terkadang kamu perlu mengeluarkan unek-unek dengan rekan kantor sebelum emosimu ditumpahkan lewat hal lain, namun hal ini bisa dengan mudah berubah menjadi toxic. Nah, di sisi lain, TIDAK bersosialisasi dengan siapa pun di kantor juga bisa menjadi hal yang negatif - ingat, kamu butuh hubungan yang sehat di mana pun kamu berada. "Bergosip bersama rekan kerja terbukti bisa mendekatkan hubungan dalam waktu singkat, belum lagi kamu juga bisa mendapatkan masukan dan saran dari rekan kerja untuk permasalahan yang sedang kamu hadapi. Di sisi lain, malu untuk membuka pembicaraan bisa menjadi batu sandungan untuk melangkah ke posisi selanjutnya di kantor. Cobalah untuk memperluas jaringan pertemanan di tempat kerja, siapa tahu ada salah satu dari mereka yang membutuhkan saran atau masukan terhadap hal-hal yang memang kamu mengerti atau kamu gemari - dengan begitu kamu jadi punya rekan yang bisa kamu mintai saran ketika kamu juga membutuhkan masukan. Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan," jelas Sarah.


    5. Kamu tak 100 persen mengerti apa itu promosi.

    Mengetahui dengan jelas apa saja yang akan kamu lakukan ketika mendapatkan posisi karier yang lebih tinggi bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat, karena dengan begitu kamu bisa mengetahui poin apa saja yang harus kamu tunjukkan pada sang atasan ketika meminta promosi. Sarah juga memberi saran untuk mencari tahu deskripsi pekerjaan dengan posisi yang kamu inginkan di perusahaan-perusahaan lain. "Bahkan jika kamu tidak berencana untuk pindah kerja, 'mengintip' pekerjaan yang sedang lowong di perusahaan lain bisa menjadi hal yang sangat menguntungkan. Apakah mereka sedang merencanakan suatu proyek menarik yang belum pernah dilakukan di perusahaanmu? Ataukah ada jobdesk tertentu yang ingin kamu coba? Dengan melihat persyaratan kerja di tempat lain, kamu bisa melihat serta membandingkan, apakah langkahmu selama ini sudah tepat untuk mendapatkan promosi. Setidaknya, kamu jadi tahu apa saja skill yang diperlukan untuk bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi."


    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. Ilya Pavlov on Unsplash)