Lifestyle

Hutan Hujan Amazon Terbakar, Berikut Cara Kamu Bisa Membantu

  by: Shamira Priyanka Natanagara       22/8/2019
  • Telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kebakaran hutan di hutan hujan Amazon, Brasil, dan sangking buruknya, kerusakan hutan dapat terlihat dari luar angkasa.

    Data yang baru dirilis oleh lembaga penelitian ruang angkasa Brasil membuat orang-orang lebih sadar akan apa yang terjadi setelah pemadaman listrik di Sao Paulo pada hari Senin menimbulkan kekhawatiran, terutama karena Sao Paulo terletak lebih dari 2.730km dari hutan Amazon.

    Banyak orang pun mengkritik presiden Brasil, Jair Bolsonaro, karena reaksinya terhadap kebakaran hutan dan kurangnya respon global dibandingkan dengan hebohnya kebakaran katedral Notre Dame di Paris pada awal tahun ini.



    Kalau kamu belum tahu soal kebakaran hutan di Brasil, berikut hal-hal yang perlu kamu ketahui dan cara membantu, walaupun kamu tidak tinggal di Brasil.


    Kebakaran hutan hujan Amazon

    Girls, apakah kamu sudah melihat foto dan video hutan hujan Amazon yang terbakar? Pada awal minggu ini, langit Sao Paulo berubah menjadi sangat gelap, dan para ahli meteorologi percaya bahwa hal ini terjadi akibat asap dari kebakaran yang pusatnya cukup jauh, beberapa kilometer dari Sao Paulo.



    Kebakaran menjadi semakin buruk

    Menurut laporan dari Institut Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa Brasil (INPE), data satelit menunjukkan bahwa kebakaran hutan telah meningkat sebanyak 84% di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun lalu. INPE juga melaporkan bahwa ada peningkatan penggundulan hutan di Amazon sebanyak 88%, berita yang sangat buruk untuk lingkungan dan hutan hujan tersebut.

    Program satelit Uni Eropa menunjukkan bahwa asap dari kebakaran sekarang bisa terlihat dari luar angkasa, karena kebakarannya sudah menjadi semakin buruk.






    Bagaimana kebakaran hutan Amazon terjadi?

    Saat musim kemarau di Brasil, kebakaran seringkali berawal di hutan hutan. Ini bukanlah hal yang baru, hanya saja sekarang kebakaran yang terjadi lebih buruk dari biasanya dan beberapa memiliki sumber yang dipertanyakan.

    INPE mengatakan bahwa telah terjadi 72.000 kebakaran tahun ini dan 9.500 terjadi dalam seminggu terakhir, yang benar-benar abnormal. Pada tahun 2018, kurang dari 40.000 kebakaran terjadi, jadi kebakaran tahun 2019 sudah jauh lebih parah sebelum tahun ini berakhir.

    Express menduga bahwa beberapa kebakaran telah dilakukan secara sengaja untuk membuat lahan peternakan, tapi presiden Jair Bolsonaro memiliki teori yang berbeda.


    Presiden Brasil menyalahkan organisasi non-pemerintah

    Jair Bolsonaro dikenal sebagai pemimpin negara yang cukup kontroversial, terutama perihal peraturan lingkungan, tapi tanggapannya kali ini sungguh membingungkan. Pada hari Rabu (21/08), ia mengatakan bahwa organisasi non-pemerintah dengan sengaja mempermalukan pemerintah setelah Jair memotong dana mereka. Teori ini dianggap tidak masuk akal dan tidak memiliki hubungan dengan kebijakan lingkungan yang diterapkan Bolsonaro, itulah sebabnya banyak orang marah dengan tanggapannya. 

    Menurut CNN, "campur tangan federal" di Brasil membuat orang-orang lebih mudah untuk mengeksploitasi hutan hujan, dan operasi lembaga penegakan lingkungan Brasil telah menurun sejak Jair menjadi presiden.


    Ingin membantu hutan hujan Amazon? Ini caranya!

    Kamu tidak perlu menjadi pemadam kebakaran atau aktivis lingkungan di Brasil untuk membantu melestarikan hutan hutan Amazon. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan, walaupun kamu tinggal di luar Brasil:

    1. Lindungi satu hektar hutan melalui Rainforest Action Network.
    2. Fokus pada hewan di hutan hujan secara spesifik dengan menyumbang ke atau menjadi sukarelawan di WWF.
    3. Menandatangani petisi untuk mendorong tindakan dari pemerintah. Kamu bisa menandatangani petisi dari Greenpeace.
    4. Fast Company melaporkan bahwa mengurangi konsumsi daging sapi juga bisa membantu, karena kabarnya daging sapi dari hutan hujan digunakan untuk membuat makanan fast food dan produk olahan daging sapi.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan US / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Shamira Natangara / Ed. / Image: thiago japyassu from Pexels)