Lifestyle

Sesi Wine Pairing dengan Hidangan Tradisional Indonesia

  by: Givania Diwiya Citta       29/8/2019
  • Wine and food… Ah, rasanya ikatan ini sulit dipisahkan, ya, girls. Apalagi saat keduanya disajikan untuk sesi feast yang penuh dengan sesi bertukar obrolan hangat, rasanya saling melengkapi like a match made in heaven on earth! Seni pairing makanan dan wine tidak pernah pudar, tak terkecuali bagi hidangan tradisional Indonesia. Dengan berbagai hidangan khas nusantara yang terbagi ke bermacam daerah, lengkap dengan infusi rasa dari kuliner timur, Tiongkok, hingga India, suguhan Indonesia melahirkan rasa yang kompleks. Apalagi dengan kombinasi dari berbagai bumbu serta rempah khas tanah air, rasanya pemasangan dengan seleksi wine mampu mengelevasi pengalaman bersantap kian exquisite. Seperti yang digelar oleh Wolf Blass, produsen wine asal Australia, pada beberapa hari lalu.






    Berlokasi di The Residence OnFive, Jakarta, Wolf Blass menyajikan sesi luncheon yang mengeksplorasi pemasangan antara seleksi hidangan khas dari Yogyakarta, Bali, hingga Sulawesi Selatan, dengan empat wine yang diproduksi oleh Wolf Blass. Luncheon yang dipandu langsung oleh Chris Hatcher, Wolf Blass Chief Winemaker, pun berlangsung intimate. Perjalanan gastronomi pun dimulai dengan penganan khas Bali, Ayam Pelalah, yang dipasangkan dengan 2016 Wolf Blass Gold Label Chardonnay. Hadirnya sambal bawang dan sambal kacang pedas dalam Ayam Pelalah terasa subtle saat dipasangkan dengan chardonnay yang fresh




    Perjalanan gastronomi pun berlanjut dengan hadirnya Bebek Papiong selaku penganan khas dari Sulawesi Selatan yang dipasangkan dengan dua seleksi wine sekaligus. Yaitu 2016 Wolf Blass Gold Label Shiraz yang terasa lebih light, serta 2016 Wolf Blass Gold Label Cabernet Sauvignon yang menawarkan rasa nan lebih intens. Tak ada aturan absolut di sini, karena pada akhirnya, rasa adalah preferensi, and when the food plus the wine is good, we know we’re ecstatic! Tapi psstt, kalau preferensi Cosmo, hidangan bebek yang dimasak dengan bambu serta disajikan dengan nasi putih hangat ini terasa blended saat dipadukan dengan wine shiraz. Exquisite!






    Perjalanan gastronomi pun diakhiri dengan hidangan Kambing Guling khas Yogyakarta, yang lantas dipasangkan dengan 2014 Wolf Blass Grey Label Cabernet Shiraz. Cosmo tak bisa bohong jika inilah klimaksnya! Grey label dari Wolf Blass sendiri memanglah range benchmark wine dari produsen asal Australia Selatan tersebut. Chris pun menyebutnya sebagai wine berkategori affordable luxury berkat kekayaan rasa yang disajikan namun harga yang bersaing, seperti salah satunya kombinasi anggur cabernet dan shiraz yang menghasilkan rasa subtle, dengan tekstur fine dan elegan. Apalagi saat dipasangkan dengan hidangan yang dibakar... DAYUM!


    (Givania Diwiya / Image: Dok. Wolf Blass/Zeno Indonesia / Foto Pembuka: Scott Warman on Unsplash.com)