Better You

Ingat! Ini 7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan ke Vagina Kamu!

  by: Giovani Untari       5/8/2020
    • Tanpa disadari ternyata kita cukup sering melakukan sejumlah hal yang sebenarnya berdampak buruk bagi kesehatan vagina kita.
    • Berikut 7 hal yang tidak boleh dilakukan ke vagina kamu, salah satunya melakukan douching!


    Our Miss Cheerful is so precious! Jadi Cosmo rasanya tak pernah bosan untuk memberi sejumlah informasi terkait cara menjaga kesehatan vagina kita. Tapi terkadang kita juga sering kali lalai dalam merawatnya, bukan? Yang terburuk, kita bahkan sering tanpa sadar melakukan sejumlah hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan kepada vagina kita. 

    Opps



    Jadi apa saja hal yang tidak boleh dilakukan kepada vagina kamu? Ini dia sejumlah daftarnya yang wajib untuk kamu ingat:


    1. Melakukan Douching

    Bagi kamu yang masih sering melakukan kebiasaan douching dengan menyemprot larutan khusus ke dalam organ vagina, maka ini saatnya kamu menghentikan kebiasaan tersebut! Organ kewanitaan kita sebenarnya bisa membersihkan dirinya sendiri, tanpa harus melakukan sesuatu yang ekstrem seperti douching. Aktivitas satu ini justru membuat pH dan ekosistem bakteri baik di dalam vagina menjadi terganggu. Yang akhirnya douching justru bisa menjadi pemicu kamu mengalami infeksi bakteri vagina yang serius.


    2. Memasukkan Benda Aneh dan Tidak Wajar



    Okay we don’t judge you, dear! Tapi hanya mengingatkan jika sebaiknya kamu tidak memasukkan benda-benda aneh dan tidak wajar (seperti pisang atau timun!) ke dalam vagina kamu. Benda-benda tersebut bisa saja membuat vagina menjadi teriritasi hingga luka. Apalagi jika benda yang kamu masukkan memiliki permukaan yang tajam dan kasar. Sebaiknya kamu hanya memasukkan hal yang memang wajar dimasukkan ke dalam vagina contohnya sex toys, cairan lubrikasi, alat kontrasepsi, tampon, menstrual cups, atau Mr.P. Pastikan pula saat kamu menggunakan menstrual cups dan sex toys semuanya sudah dalam keadaan bersih.


    3. Melakukan Steaming Vagina

    Kamu pasti pernah mendengar soal steaming vagina atau mungkin di Indonesia kita mengenalnya dengan istilah ratus. Ya, ini kegiatan di mana kita duduk di sebuah tempat khusus yang memiliki uap khusus dan diarahkan ke area vagina kita. Sebenarnya hal ini juga tidak boleh kamu lakukan ke vagina, dear! Karena uap panas tersebut bisa saja mengiritasi vagina kita yang sensitif. Beberapa rempah yang digunakan untuk steaming vagina juga berpotensi menimbulkan alergi pada kulit vagina, jika penggunaannya tidak sesuai.


    Baca Juga: 7 Cara Merawat Vagina Setelah Aktivitas Seks


    4. Menggaruknya Ketika Merasa Gatal





    It’s a big no! Rasa gatal yang menyerang vagina memang mengganggu. Tetapi kamu tidak boleh sembarangan mengatasinya dengan cara menggaruk atau menyentuhnya begitu saja. Apalagi semua itu kamu lakukan dalam keadaan tangan yang kotor! Kenali faktor penyebab rasa gatal di vagina kamu dan lakukan penanganan yang tepat. Apabila merasa sangat tidak nyaman, kamu bisa meredakannya dengan membersihkan area luar vagina dengan sabun lembut dan air hangat. Setelahnya gunakan celana dalam berbahan cotton yang breathable untuk mengurangi rasa gatal.


    5. Menggunakan Pembalut dan Pantyliners Dalam Waktu Lama

    Saat sedang menstruasi, hal yang patut kita ingat adalah untuk selalu rutin mengganti pembalut yang digunakan. Jangan menggunakan pembalut yang sama dalam waktu yang lama apalagi hingga seharian! Meski sibuk, usahakan untuk mengganti pembalut kamu setiap 3-4 jam sekali atau bahkan saat kamu merasa pembalut penuh. Menggunakan pembalut dalam waktu lama akan mengiritasi area vagina kamu, lantaran tidak adanya sirkulasi udara di dalamnya karena darah kotor yang terus mengendap. Itu juga menjadi ladang subur dari pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini pun berlaku untuk pantyliners, di mana pemakaiannya harus rutin kamu ganti setiap 3-4 jam sekali.


    Baca Juga: 8 Cara Merawat Vagina Saat Menstruasi


    6. Tidak Mengeringkan Vagina Setelah Buang Air Kecil / Besar


    Tidak bosan juga Cosmo mengingatkan untuk kamu harus selalu membersihkan serta mengeringkan vagina setelah melakukan buang air kecil dan besar. Gunakan kain bersih atau tisu yang lembut saat mengeringkan area organ kewanitaan kita. Vagina yang lembap dapat menjadi tempat subur bagi pertumbuhan bakteri serta jamur, juga menjadi penyebab munculnya masalah bau tidak sedap.


    7. Tidak Rutin Mengganti Alat Cukur

    Terdengar sepele bukan, tetapi siapa sangka alat cukur yang tumpul dan sering kita gunakan berulang untuk mencukur bulu-bulu di area kewanitaan dapat memengaruhi kesehatannya. Alat cukur tersebut dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri yang bisa memicu iritasi kulit vagina dan timbulnya jerawat di bawah sana. “Anda harus sering mengganti mata pisau dari alat cukur setelah digunakan beberapa kali, sebab itu dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan luka kemerahan di kulit. The worst case, luka itu kemudian menjadi jalan masuk bagi bakteri lainnya ke dalam tubuh Anda” ujar Dr. Whitney Bowe, MD, seorang dermatologis dari New York. 

    Baca juga: 8 Kebiasaan Ini Ternyata Buruk Bagi Kesehatan Vagina


    (Giovani Untari / Images: Leah Kelley from Pexels &  Anna Shvets from Pexels, Tenor.com)