Better You

Cara untuk Meningkatkan Fokus Saat Sulit Konsentrasi

  by: Givania Diwiya Citta       5/8/2020
    • Hidup penuh dengan highs-and-lows, dan ada masanya kita merasa sedang tak baik hingga sulit untuk konsentrasi.
    • Untuk menanggulanginya, simak cara untuk meningkatkan fokus agar kamu bisa memperbaiki hal-hal dalam hidup yang sedang tak menentu.


    Sebelum kamu mulai memperbaiki fokus, pertama-tama, kamu benar-benar harus tahu apa yang jadi tujuan kamu. Karena strategi apapun yang kamu kerahkan jika kamu tak bisa tahu apa yang kamu tuju, hanya akan membuat kamu tak bisa meningkatkan fokus dan mengurai masalah-masalah yang harus diselesaikan. Tip lainnya, ingatlah bahwa langkah-langkah kecil adalah kuncinya. Terkadang saat kita ingin menyelesaikan semua tugas atau masalah, kita cenderung ingin menuntaskan semuanya sekaligus. Padahal, hal ini hanya akan membuat kamu kelelahan hingga akhirnya menyerah untuk menyelesaikannya. Simak caranya untuk meningkatkan fokus agar bisa konsentrasi lagi!




    1. Refleksi tujuan kamu

    Berjalan kakilah di dalam rumah, bermeditasi, tulis di jurnal, atau berbicara pada teman untuk menyusun pikiran dan apa saja yang kamu butuhkan untuk capai. Bahkan tanyakan saja pertanyaan besar pada diri kamu, seperti ‘Kapan aku merasa paling bahagia?’ atau ‘Kapan aku merasa jadi versi diri yang terbaik?’ hingga ‘Kapan aku pernah merasa di titik terendah?’. Jawaban-jawaban inilah yang nantinya akan mengarahkan kamu agar mengurai masalah yang harus dihadapi, dan fokus menghadapi akar masalahnya.


    2. Fokus pada kebutuhan mendasar

    Kalau kamu sedang kesulitan konsentrasi, cobalah untuk mulai merawat diri sendiri berdasarkan kebutuhan mendasar kamu. Pastikan bahwa kamu punya waktu cukup untuk tidur, menyantap berbagai varian makanan (termasuk hidangan favorit kamu), meluangkan waktu di luar rumah seperti berjemur, dan menggerakkan tubuh kamu meski singkat untuk setiap harinya. Terdengar mudah, ya? Tapi kamu bisa terkejut setelah melihat perubahan yang jadi dampak baiknya ke tubuh dan pikiran kamu.


    3. Coba tulis jurnal

    “Menulis jurnal adalah hal bagus untuk dicoba karena akan membantu kamu menuangkan pikiran,” ujar Rachel Gersten, konselor kesehatan mental sekaligus co-founder dari Viva Wellness yang berbasis di New York City. Cobalah ambil notebook kamu yang masih kosong lalu tuliskan apapun yang kamu pikirkan, karena dengan begini kamu bisa lebih mudah mengorganisasi pikiran kamu. Bahkan terapis TikTok Micheline Maalouf menambahkan, menulis jurnal bisa membuatmu merelakan hal-hal yang selama ini kamu khawatirkan.



    Menulis jurnal juga cara bagus untuk fokus pada diri sendiri karena kamu jadi meluangkan waktu untuk memproses pikiran dan perasaan kamu, ujar Rachel. Pada dasarnya, ini adalah bentuk me-time yang lebih produktif ketimbang, ehm, maraton nonton Netflix (tentu, ada waktunya, kok, untuk bersantai). Kalau kamu tidak gemar menulis, mengetik atau merekam voice memo juga akan memberi efek yang sama, lho, tambah Rachel.


    4. Asah fokus lewat hobi

    Mungkin kamu bertanya-tanya, konsentrasi untuk menuntaskan satu tugas saja sudah sulit, belum lagi harus menekuni hobi baru? Hei, memulai hobi baru justru akan membuat kemampuan konsentrasi kamu terasah, lho. Baik itu belajar main gitar (yang tentunya akan mengasah fokus kamu) atau memanggang kue, yang penting, pastikan itu adalah hal yang benar-benar kamu ingin lakukan. Kamu pun akan mendapat perspektif baru dalam problem solving hingga mampu untuk fokus lagi.


    5. Hindari orang-orang yang bisa membuat kamu merasa buruk, online maupun IRL

    Membandingkan diri dengan orang lain seperti sudah hal normal kita lakukan, tapi kalau kamu sampai terjebak dalam perbandingan itu, maka ini bisa jadi salah satu penyebab kamu merasa sulit konsentrasi. Apalagi di masa pandemi, mungkin jadi ada ‘kompetisi’ untuk menjalani hidup secara lebih baik dari yang lainnya. Jika perbandingan-perbandingan ini jadi sumber masalah bagi kamu, sekarang saatnya unfollow (atau mute juga cukup…) orang-orang yang membuat diri sendiri serasa buruk.





    “Kurasi feed dengan apapun yang bisa membuat kamu merasa lebih baik,” ujar Rachel. BRB, Cosmo follow lima akun video anak anjing dulu, ya. Karena seperti yang kita tahu, negative vibes apalagi berpikir negatif tentang diri sendiri hanya akan membuat kamu semakin sulit untuk fokus menuntaskan tugas dan mencapai tujuan.


    6. Pertimbangkan untuk rehat dari media sosial

    Relaks, Cosmo tidak menyarankan kamu untuk menghapus semua daftar aplikasi kamu, kok. Karena Rachel dan Micheline saja sama-sama setuju bahwa media sosial bisa membawa beberapa manfaat besar. Tapi… kalau kamu hanya stuck untuk berselancar berjam-jam di media sosial, maka kamu harus menimbang ulang penggunaannya. Karena akhirnya jadi membuat kamu sulit fokus untuk konsentrasi ke satu tugas yang seharusnya dihadapi.


    Salah satu cara mudah untuk membatasi waktu kamu bermain di media sosial adalah dengan memasang alarm yang akan mengingatkanmu untuk kembali fokus ke masa kini, ujar Micheline. Kamu juga bisa mencoba untuk merancang waktu-waktu spesifik di mana kamu bisa tak melihat media sosial. Bisa dalam beberapa jam dalam sehari, atau kalau kamu punya niat besar, seharian penuh dalam seminggu. Dengan begini, tak ada dorongan untuk buka Twitter, dan kamu pun bisa melakukan sesuatu yang seharusnya jadi fokus kamu.


    7. Mulai cari terapi yang dibutuhkan

    Uhm, rasanya Cosmo tak bisa luput memasukkan poin ini ke dalam daftar. Karena dengan ikut sesi terapi, kamu pada dasarnya benar-benar bisa terbantu untuk fokus, apalagi pada diri sendiri. Terapis yang telah terlatih agar jadi pihak ketiga yang objektif, akan membantu kamu memperbaiki apa yang sebenarnya mengganggu kamu, hingga kamu sulit konsentrasi.



    Ditambah, sesi yang harus dipenuhi tersebut sudah terjadwal. “Ini adalah rutinitas selama 45 menit setiap seminggu sekali untuk fokus pada diri sendiri. Ini adalah poin awal bagus untuk mengasah fokus apalagi pada diri sendiri,” ujar Rachel. Coba cek aplikasi seperti Riliv, Kalm, ataupun googling ‘terapis dekat saya’ untuk mencari seseorang yang cocok bisa menolong kamu.


    (Artikel ini diadaptasi dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Givania Diwiya / Image: Bruce Mars on Unsplash)