Love & Sex

Penting! 9 Hal Yang Perlu Kamu Persiapkan Sebelum LDR

  by: Givania Diwiya Citta       14/8/2020
    • Sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan LDR, persiapkanlah diri sendiri dengan beberapa hal berikut.
    • Tujuannya adalah untuk mempertahankan hubungan yang sehat dalam komunikasi, transparansi, dan keterbukaan.


    Pertama-tama: LDR itu tidak terlalu buruk, oke? Kontras dengan apa yang biasanya orang kerap pikirkan, sebenarnya sangat memungkinkan untuk mempertahankan hubungan jarak jauh dengan seseorang, jika dengan aksi yang benar. Ya, aksi yang benar ini adalah yang disebut dengan komunikasi, transparansi, dan keterbukaan yang sehat.




    Artinya, LDR memanglah bukan untuk semua orang. Terutama bagi kamu yang memegang perkataan “jarak membuat hati tumbuh lebih besar”, karena quote yang mirip Disney ini sebenarnya tak relevan. Menurut Cosmo, ya…


    LDR mungkin memang tak tampak seperti jalinan hubungan yang ideal, tapi jika keadaan ini hanya berlangsung untuk sementara dan kamu tetap bisa melihat tujuan atau destinasi akhir di masa depan, maka tak perlu juga untuk tiba-tiba langsung minta putus berpisah. Dan beruntungnya, ada beberapa cara praktis untuk tak terlalu membuat LDR terasa menyedihkan jika kamu mengalaminya.


    Simak baik-baik, para ahli akan membeberkannya padamu, tentang apa yang bisa membuat LDR berjalan mulus sebisa mungkin. Kamu pasti butuh tahu, ‘kan? Kembali kasih.



    1. Jangan jalani LDR jika kamu telah melihat beberapa pertanda.

    Ingat, LDR memang bukan untuk semua orang. Jadi, realistislah. Meski kamu sudah tahu kebenarannya bahwa hubungan ini akan gagal. Semisal, kamu tak pernah bisa melihat dirimu tinggal di suatu kota tertentu, tapi di situlah tempat pasanganmu telah membangun seluruh kariernya. Tanyakan pada diri sendiri: Akankah pasangan saya atau saya bisa benar-benar bahagia jika pindah ke suatu tempat lain demi satu sama lain? Karena kebanyakan, akan ada rasa benci yang muncul terhadap satu sama lain, kecuali sedari awal sebelum LDR sudah disepakati tentang siapa yang mengikuti siapa.


    “Jalani LDR jika ada tujuan akhir yang realistis. Jika Anda melakukan LDR demi tujuan akhir tersebut, maka keberhasilan dan kebahagiaan akan menyertai,” ujar Krysta Monet, pendiri dan kreator thefemininetruth.com.


    2. Jangan perlakukan hubungan LDR selayaknya sebuah business meeting.

    Kamu tak perlu membeli kalendar *sungguhan* dan menjadwalkan janji temu. Dan bahkan, kamu mungkin perlu membuang daftar itinerary yang kamu rancang saat akan mengunjungi dirinya. Inilah yang membuat hubungan LDR tampak ‘tidak normal’ karena pasangan yang berjarak dekat saja tak akan menjadwalkan secara detail waktu-waktu kebersamaan mereka.


    Maksud Cosmo: Jadilah pasangan dewasa yang bertanggung jawab untuk menemui satu sama lain. “Masukkan rencana trip untuk bertemu di hari-hari cuti sebisa mungkin, lalu sering juga lakukan video call, dan sebenarnya komunikasi pada umumnya,” ujar Krysta.


    3. Jadikan kencan virtual sebagai rutinitas.

    Kencan itu hal yang normal, bahkan sehat untuk semua hubungan. Dan ketika kamu mengeliminasi sesi kencan hanya karena alasan #jarakjauh, maka akan berdampak besar juga pada kerenggangan hubungan. Tapi! Hanya karena kamu tak bisa bertemu secara fisik dengan si dia, tak berarti kamu tak bisa berpacaran seru via Zoom ataupun FaceTime. “Perlakukanlah seperti sesi kencan sungguhan. Kenakan dress favorit, berdandanlah, tetap jadilah seseorang yang seksi… secara virtual,” ujar Krysta.



    4. Jangan stalking media sosial.

    “Saat kalian terpisah jarak, mudah untuk membiarkan imajinasi menjadi liar, mulai dari membaca setiap unggahan milik pasangan, komentar dari khalayak publik, atau apa saja yang di-Like oleh pasangan di timeline,” ujar dating coach Damona Hoffman, host dari The Dates & Mates Podcast. “Bermain peran jadi detektif di media sosial hanya akan menghasilkan rasa insecure dan kekhawatiran yang tidak sehat terhadap hubungan.” Cosmo sangat setuju.




    5. Pertahankan jumlah obrolan random yang sehat tapi penuh makna.

    Kamu tak perlu selalu fokus untuk saling kontak terus-menerus sepanjang hari, ujar Rachel Sussman, relationship therapist basis New York City. Yang terpenting adalah memastikan bahwa obrolan kalian memiliki banyak bagian yang bermakna dan kaya akan topik. “Kalian tidak punya waktu untuk duduk dan menonton film bersama, ataupun makan bersama, jadi fokuslah pada pembicaraan kalian saja,” ujar Rachel. Obrolan yang lebih mendalam bisa membantu kamu dan pasangan merasa lebih terikat, daripada hanya saling melempar chat ping pong saat kalian berdua sedang bekerja.


    Dengan begitu, “perbincangan tak selalu harus direncanakan ataupun panjang,” ujar Krysta. “Terkadang seseorang pun bisa senang jika diberi tahu kalau ia sedang dalam pikiran pasangan saat di tengah-tengah jam bekerja, meski kalian tak memiliki waktu untuk mengobrol berjam-jam.”


    6. Jangan menyerah pada LDR sebelum mencobanya.

    Jika kamu mendengar kata LDR lalu alarm di dalam kepala langsung berdering, tenanglah dulu. Meski kamu dulu pernah mencobanya dan pernah gagal, atau mungkin tidak pernah memberi diri kesempatan untuk menjajal LDR, maka ingat yang Rachel katakan berikut: Kemampuan kamu dalam memperjuangkan sebuah cinta berjarak jauh bisa membuat diri kamu sendiri terkejut. “Kita tetap harus membuka pikiran kita,” ujarnya, sambil menambahkan jika kamu bertemu belahan jiwa dan ia tinggal di tempat lain, maka itu jauh lebih memungkinkan untuk membuat hubungan tersebut sukses daripada yang kamu kira selama ini, lho.



    7. Tetap pastikan kamu bisa melihat tujuan akhir dari hubungan ini.

    Maksudnya, kalau kamu hanya terjun ke dalam LDR tanpa punya rencana general kapan kalian akan tinggal dan dipersatukan bersama, itu sama saja seperti lompat bebas ke lautan tanpa tahu kapan ada seseorang yang akan menyelamatkan kamu dengan floatie. “Salah satu aturan sebelum memutuskan menjalani LDR adalah mengetahui seberapa lama hubungan jarak jauh ini akan dijalani,” ujar Rachel. Satu masalah yang sering ia jumpai di tempat prakteknya adalah banyak orang-orang yang berpisah jarak jauh tanpa membicarakan terlebih dahulu kapan mereka akan hidup bersama lagi, dan siapa yang akan pindah untuk mengikuti siapa.


    Saat kamu dan pasangan sudah memiliki diskusi tentang logistik ketika akan berpisah jarak, Rachel merekomendasikan untuk membicarakan juga apa itu artinya ketika kalian bisa hidup bersama lagi – akankah seseorang harus merelakan pekerjaan yang dicintainya, pindah jauh dari orang tua yang mulai menua, atau meninggalkan semua kehidupan lamanya hingga malah menimbulkan kebencian terhadap satu sama lain? Rancang game plan sebelum menerjuni LDR.


    8. Jangan booking jadwal kunjung secara berlebihan.

    LDR tak seluruhnya buruk, kok – mengunjungi seseorang yang kamu cintai di kota yang baru bisa jadi hal seru dan bisa menciptakan banyak peluang untuk menikmati hal-hal baru bersama. Tentu, luangkanlah waktu untuk menjelajah tempat-tempat baru itu, tapi Rachel merekomendasikan, luangkanlah hari pertama atau kedua hanya untuk quality time bersama pasangan. Kemudian habiskan sisa hari dengan menjajal restoran fancy ataupun menonton pertunjukan.


    9. Jangan berekspektasi bahwa setiap pertemuan akan berlangsung sempurna.

    Hanya karena kamu dan si dia merupakan pasangan LDR, tak berarti kamu sudah mutlak melewati segala rintangan dan tantangan dari hubungan yang reguler. Ada saja hal-hal tak terelakkan seperti rencana yang berantakan karena salah satu dari kalian jatuh sakit, atau karena waktu penerbangan yang memakan waktu 60% dari kebersamaan kalian. Itu tak apa-apa, kok.



    Itu hanyalah sebagian dari hal-hal biasa yang akan dihadapi oleh pasangan, yakin Rachel. Jadi daripada grumpy karena sesuatu yang tak diharapkan terjadi, hadapi saja seolah seperti kalian memang telah hidup bersama dan berdekatan selama ini. Karena kalau tidak, kamu hanya akan menambah beban dan tekanan untuk diri sendiri.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / Image: Artur Tumasjan on Unsplash / Hannah Smothers, Taylor Andrews)