Better You

Simak! Nasihat Terbaik tentang Hidup dari TikTok

  by: Givania Diwiya Citta       19/8/2020
    • Bintang TikTok, Angel Tabitha Brown, berbagai 13 nasihat hidup terbaik lewat unggahan video.
    • Nasihatnya meliputi self-love, berbagai kebaikan, sampai nasihat dalam menjalin hubungan.


    Jika kamu belum follow akun @iamtabithabrown di TikTok, maka sekarang carilah akun itu. Angel Tabitha Brown atau yang kerap disapa Tabitha sudah menjadi bintang TikTok berkat unggahannya yang selalu membagikan perjalanan hidup personalnya. Mulai dari bagaimana ia dibesarkan di North Carolina dan punya mimpi besar sebagai aktris, hingga ia kuliah fashion design lalu drop out untuk mengejar akting, pindah ke California, mengandung putrinya yang bernama Choyce, sampai menikah. Kehidupannya pun berlanjut baik di bawah sorotan ataupun tidak.




    Tak sampai di situ, ia dan keluarga pindah ke L.A., dan tak lama kemudian, ibu Talitha didiagnosa ALS. Setelah sang ibu meninggal dunia, Tabitha beralih menjadi supir Uber, dan dalam waktu yang sama, ia mengalami sakit kepala berat hampir setiap hari selama dua tahun berturut-turut. Tak ada obat-obatan yang diberikan dokter menyembuhkan penyakitnya, sampai akhirnya ia menonton dokumenter What the Health, dan memutuskan untuk menjalani tantangan 30-hari jadi vegan. Di 10 hari pertama, sakit kepalanya berangsur menghilang. “Setiap hari, rasa sakit itu mulai meninggalkan tubuh. Saya mulai berenergi kembali,” ujarnya. Ia pun kini telah menjadi vegan selama tiga tahun, dan ia tak akan menoleh ke belakang lagi.


    Ia bahkan pernah viral di Facebook berkat video ulasan sandwich TTLA dari Whole Foods, yang kemudian menjadi alasan – bulan Maret lalu, saat masa-masa karantina – mengapa Tabitha bergabung ke TikTok. Tabitha kini punya pengikut 4,8 juta di TikTok, yang selalu mengiriminya surat cinta singkat dalam kolom komentar untuk video-videonya, yang terdiri dari potongan tip memasak sampai momen-momen inspiratif dengan terapis.


    Ia memuja pasta okra yang gluten free dan pernah memberi tantangan di TikTok untuk merelakan hal-hal yang tak bermanfaat untuk diri sendiri. Jadi di antara tahun 2020 yang telah melibatkan kehilangan besar, penyakit baru, demonstrasi rasial, dan masalah-masalah lain di dunia, Tabitha membagikan life hacks untuk tetap menjadi diri kita sendiri, baik saat berada di dalam atau di luar dapur.


    1. Jadilah dirimu sendiri.

    Tabitha Brown: Ini adalah nasihat terbaik yang pernah saya terima. Ayah saya selalu bilang ini di sepanjang hidup saya, bahkan ketika saya tak menyimaknya, ia akan terus bilang: “Jadilah dirimu sendiri, kamu itu cukup.” Dan saya selalu mencoba untuk bilang hal yang sama pada orang lain, karena kita memang begitu. Kita itu sudah cukup.


    2. Cinta sejati itu kasat mata.

    TB: Choyce, putri pertama saya, mengajarkan saya cara untuk mencintai sesuatu lebih dari mencintai diri saya sendiri. Dan saya menyadari bahwa cinta itu kasat mata. Saat saya mengandungnya, saya bahkan tak perlu melihat wujudnya untuk tahu bahwa saya menyayanginya. Lalu untuk putra saya, ia mengajari saya bahwa tak ada batasan dalam cinta. Saat saya hanya punya satu anak, saya pernah berpikir, Astaga, bagaimana saya bisa menyayangi anak lain tanpa memberikan perbedaan rasa di antara mereka? Ternyata saat saya memiliki anak kedua, ia mengajari saya bahwa tak ada guidelines, dan tak ada batasan untuk cinta.


    @iamtabithabrown

    My daughter @choyce.brown is hilarious ???????? ##tabithabrown ##choycebrown

    ♬ original sound - iamtabithabrown



    3. Jangan biarkan seorang penindas meyakinkan kamu itu tak berharga.

    TB: Saat orang lain melakukan hal atau mengucapkan hal negatif pada kamu, kamu bukanlah masalahnya. Orang bisa menjadi penindas karena ia kekurangan cinta, kekurangan rasa pengertian, kekurangan untuk merasa didengarkan. Dan kita tak perlu membuat hal-hal negatif darinya masuk ke hati. Kita bukanlah masalahnya.


    4. Bangga terhadap identitas kamu.

    TB: Saya adalah seorang warga kulit hitam. Jadi berlaku baik pada semua warga kulit hitam menjadi cerminan saya. Saya harus memperlakukan orang lain seperti bagaimana saya ingin diperlakukan, tapi saya juga harus memberi tahu para teman dan keluarga bahwa jika kita bangga terhadap identitas kita, dan bahwa kita nyaman menjadi diri kita, kita tak perlu mengorbankannya untuk orang lain. Kita juga tak perlu membuat orang lain merasa tak nyaman. Kita hanya harus merasa nyaman menjadi diri kita, dan tak ada yang salah dengan hal itu.


    5. Makanan adalah bagian dari diri kita.

    TB: Makanan adalah keluarga. Makanan adalah perayaan. Makanan adalah pusat dari banyak hal. Saya selalu suka bercerita lewat makanan, karena bisa membuat orang tertawa lewat makanan, bahkan terkadang menangis lewat makanan. Sadarilah bahwa makanan bukanlah hanya sebuah santapan, makanan itu adalah komunitas, bagian dari diri kita.


    6. Izinkan diri sendiri untuk makan sehat.

    TB: Kita sering memarahi diri sendiri seperti, Oh my God, saya tak butuh makan itu. Tapi terkadang, ya, kamu perlu melakukan itu, karena itu aturan yang kamu buat sendiri, ‘kan? Tapi jangan lupa juga untuk mengingatkan, Saya harus memberi asupan yang akan berdampak baik untuk diri sendiri, bukan hanya yang sekadar membuat saya merasa baik saja. Itulah obrolan konstan yang selalu terjadi pada diri kita tentang makanan.


    @iamtabithabrown

    I felt like a little mushroom jackfruit cheesy garlic pasta tonight! ##tabithabrown

    ♬ original sound - iamtabithabrown





    7. Sebarkan cinta dengan niat baik.

    TB: Sebar kebaikan dengan niat yang pasti. Perhatikan baik kata-kata serta pikiran kamu. Tanyakan pada diri sendiri, Apakah saya menyebarkan cinta? Apakah saya sudah berlaku baik? Apakah ini yang akan saya unggah? Karena saat ini, jika kamu tinggal seorang diri, banyak hal yang orang-orang bisa saksikan adalah apa yang mereka lihat di media sosial atau televisi. Dan jika banyak hal yang mereka saksikan tak berakar pada cinta, maka itu pula yang akan mereka rasakan. Dan sebarkan cinta lewat senyuman, obrolan, validasi, atau mengucapkan agar orang lain bisa tahu bahwa mereka baik-baik saja bahkan ketika mereka tak yakin dengan dirinya sendiri.


    8. Selalu sediakan bubuk bawang putih di dapur.

    TB: Saya adalah penggemar bumbu bebas garam. Seperti bawang putih, rempah-rempah, dan semua yang salt-free tapi kaya akan rasa.




    9. Jika ingin mencoba jadi vegan, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

    TB: Sulit untuk memecah kebiasaan lama apalagi tentang cara kita makan di sebagian besar hidup kita. Jadi pelan-pelan saja dan jangan memikirkan apa saja yang bisa kamu nikmati, justru pikirkan saja apa yang tak bisa kamu nikmati karena daftarnya lebih sedikit.


    10. Kencan dengan diri sendiri dulu sebelum menjalin hubungan dengan orang lain.

    TB: Karena kalau kamu tidak menjadi versi terbaik dari diri, kamu tidak akan bisa menjalin hubungan dengan orang lain. Tak akan ada yang tahu bagaimana cara memperlakukan kamu kalau kamu tak tahu caranya memperlakukan diri sendiri. Jangan buru-buru menjalin hubungan. Jika seseorang bertanya, “Apa yang senang kamu lakukan?” dan kamu masih belum bisa menyebutkan tiga hal dalam 10 detik, maka kamu belum mengenal diri sendiri. Dan itu sebuah masalah, bukan?


    @iamtabithabrown

    This was our 20 year together, 15 year married celebration! Tomorrow we celebrate 22/17! I love him so much!! ##tabithabrown

    ♬ original sound - iamtabithabrown



    11. Jangan merasa bersalah meninggalkan pertemanan yang toxic.

    TB: Kamu tak perlu merasa bersalah karena telah melakukan hal yang membuat kamu merasa lebih baik. Kita memang tak punya waktu untuk dihabiskan dalam pertemanan yang toxic. Jika pertemanan itu tak menambah nilai untuk hidup kamu, maka kamu hanya buang-buang waktu di sana. Dan kamu harus bisa move on. Tidak apa. Kita pasti memikirkan, Astaga, saya pasti akan menyakiti perasaan mereka. Tidak, itu di luar konteks respek untuk mereka dan kamu.


    12. Jika menyangkut kesehatan mental, prioritaskan diri sendiri dulu.

    TB: Saya pernah melewati depresi, kegelisahan, dan tempat-tempat yang gelap dalam hidup. Tapi kita harus berfokus untuk jalan menuju cahaya, meskipun itu hanya terlihat dari celah-celah. Ketahuilah bahwa masa-masa gelap ini akan berlalu, tapi kamu tetap harus fokus mencari cahaya, hingga kamu bisa melaluinya. Seringlah latihan napas, beri izin diri sendiri untuk merasakan segala emosi, meski kamu sedang tak merasa baik-baik saja. Beberkan semua perasaan itu agar kamu bisa menghadapinya masing-masing.


    13. Beri tip yang baik.

    TB: Saat kamu berkunjung ke restoran, jangan lupa bahwa yang melayani kamu adalah seorang manusia, dan mungkin saja ia sedang melalui hari yang berat. Selalu berbaik hatilah. Jujur, saya percaya bahwa energi itu selalu tersalurkan, bahkan melalui makanan yang diantar.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya Citta / Image: Dok. Cosmopolitan US / Mia Lardiere)