Celebrity

Sheryl Sheinafia Bicara Kepada Cosmo Soal Sisi Lain Dirinya

  by: Shamira Priyanka Natanagara       19/8/2020
  • Setiap orang tentu memiliki berbagai sisi — ada yang ditampilkan ke publik, ada yang hanya dikenal oleh sahabat dan keluarga terdekatnya, dan tidak sedikit orang menyimpan sebuah sisi pada diri mereka sendiri, termasuk Sheryl Sheinafia. Perempuan kelahiran tahun 1996 ini identik dengan image yang outgoing dan penuh semangat. Namun yang tidak disadari banyak orang adalah ia pun memiliki sisi lain — Sheryl yang bisa merasa stres, anxious, dan banyak berpikir tentang hidup. 

    Beberapa minggu yang lalu, Cosmo berkesempatan untuk mengobrol dengan sang penyanyi untuk membahas single terbarunya, "Okay", sebuah curahan hatinya yang memperlihatkan sisi lain Sheryl yang belum diketahui publik, serta pengalamannya beraktivitas di rumah selama pandemi (salah satunya secara impulsif memotong rambutnya, such a Sagittarius!). Let's get to know the other side of Sheryl.




    Hai, Sheryl! Tentu saja Cosmo ingin bertanya tentang single terbaru Anda, “Okay”. Dari sisi Sheryl, apa sebenarnya pesan yang benar-benar ingin Anda sampaikan?

    Yeah, cukup jelas bahwa ini adalah cara berbeda dari yang biasanya saya lakukan dalam bermusik. Saya keluar semakin jauh dari zona nyaman dan explore sisi yang lebih personal, di mana saya menunjukkan sisi yang lemah — atau setidaknya saya pikir lemah. But then I started to embrace it over the past year.

    Selama bertahun-tahun saya berjuang menghadapi sisi tersebut, karena saya selalu merasa di industri ini saya dibentuk menjadi orang yang kuat dan independen. Saya harus selalu tersenyum dan membuat semua orang bahagia... and it got tiring. Lalu saya mencurahkan semua perasaan ke dalam lagu “Okay”, yang menurut saya agak lucu karena saya kira saya tidak mampu membuat lirik yang raw seperti ini. Setelah menulis liriknya saya berharap orang-orang akan lebih paham dan menerima diri mereka, termasuk kekurangan mereka.


    Bisa dibilang Anda ingin para pendengar untuk embrace kekurangan masing-masing, benarkah?

    Exactly. Saya rasa ada stigma tentang hal ini. Semua orang pasti pernah mengalami tekanan untuk memendam emosi, bahkan hingga menimbulkan stres dan depresi. Dan sayangnya beberapa orang masih tidak tahu cara melepaskan energi tersebut — sudah terlalu terpendam sampai tidak bisa dibagikan dengan orang lain. You know you can always cry, it’s okay.




    Rasanya mendengar lagu “Okay” seperti mengintip ke dalam diary Sheryl. Apakah Anda harus meyakinkan label rekaman Anda terlebih dahulu untuk merilisnya?

    I did. Lagu ini berasal dari sisi gelap dalam hidup saya dan awalnya mereka tidak tahu, mungkin karena saya selalu tampak bahagia. Tidak ada yang menyangka bahwa saya merasa anxious setiap kali berpikir apakah saya akan sukses atau tidak, bukan hanya label saya saja yang memikirkan itu. 

    Saya pun tidak ingin membebani mereka dengan memaksakan sesuatu yang pada akhirnya tidak akan diterima masyarakat. Namun saya percaya jika saya menghadirkan karya yang jujur pasti akan diterima dengan baik. 


    Apakah Anda mengalami kesulitan ketika membuat lagu “Okay”?

    Sejujurnya, tidak. It was really honest, jadi rasanya seperti curhat. Dan entah mengapa dari awal sampai selesai membuat video klip, saya merasa semua jalan saya dibuka.


    Tell us more about the music video! 

    Saya bekerja sama dengan Benny Lim, ia yang menyutradarai video klip “Okay”. Kami syuting selama dua hari, dan ada beberapa shot yang saya ambil sendiri menggunakan smartphone saya. It was fun, tapi rasanya sedikit melelahkan. Karena biasanya setelah selesai syuting saya bisa pulang ke rumah dan beristirahat, tapi kali ini saya syuting di kamar dan lalu beristirahat di kamar juga. Sulit untuk memisahkan lingkungan bekerja dan bersantai, hahaha… 


    "Selama bertahun-tahun saya berjuang menghadapi sisi tersebut, karena saya selalu merasa di industri ini saya dibentuk menjadi orang yang kuat dan independen. Saya harus selalu tersenyum dan membuat semua orang bahagia... and it got tiring."


    Apa saja hal paling seru selama syuting video klip “Okay”?

    Syuting di atas genting rumah! Saya bisa menikmati pemandangan yang indah, it was really nice. Dan syuting bersama ikan peliharaan saya juga menyenangkan!


    Apa saja hal paling menantang selama syuting video klip “Okay”?

    Saya harus menunjukkan space pribadi saya. That was weird. Bukan karena saya memiliki rumah besar seperti Drake, justru karena kamar saya super basic. Rasanya aneh sekali, hahaha... 




    Sebagai seorang musisi, apa tantangan terbesar dalam mempromosikan lagu di tengah pandemi?

    Oh, banyak sekali. Salah satunya adalah pendengar radio sangat berkurang. Namun saya menemukan sisi dari diri saya yang jarang ditampilkan di media sosial. “Okay” sendiri juga membahas isu penting seperti depresi, serta secara keseluruhan mendorong para pendengar untuk menghadapi ketakutan masing-masing. Dan begitu saya mengangkat topik tersebut di media sosial, ternyata mendapat banyak respon positif. 


    Selain kembali dengan lagu baru, Sheryl juga kembali dengan rambut pendek! Ini adalah pertama kali Anda memotong rambut setelah 13 tahun, apa yang mendorong Anda untuk melakukannya?

    Honestly, I was just bored. Dan sepertinya ada banyak orang yang memotong atau mengecat rambut secara impulsif di masa pandemi ini, kan? So yang terjadi adalah suatu malam saya kepikiran untuk memotong rambut, lalu menelepon hair stylist saya untuk membahas ide tersebut. Kemudian ia bertanya, “Sudah tanya ke manager, belum?”, dan saya merasa tidak perlu karena, well, it’s my hair. Namun saya memilih untuk tidak egois karena rambut saya pun bagian dari image saya. So saya menghubungi sang manager dan ternyata mendapat dukungan.

    Keesokan harinya, saya potong rambut! Bahkan saya tidak pernah memikirkan ide ini pada minggu-minggu sebelumnya. It just happened in less than 24 hours.






    Sheryl yang Cosmo kenal adalah sosok yang energik. Bagaimana pengalaman Anda beraktivitas di rumah selama masa pandemi ini?

    I feel like I kind of found my peace of mind. Pelajaran terbaik yang saya dapatkan selama pandemi adalah tidak bisa bersandar ke orang lain. Ya, pada awalnya kita mencoba bergantung secara emosional ke orang lain, melalui aktivitas seperti Netflix Party, video call — bahkan selagi kita masak saja kita available untuk ditelepon.

    Namun pada saat yang bersamaan saya tahu orang-orang pasti berpikir, “Okay, what’s next?”, dan lalu istirahat dari bersosialisasi. Dan saya merasa di kelompok pertemanan saya, saya terlambat masuk ke fase tersebut. Justru pada awal masa pandemi saya menghabiskan waktu untuk beristirahat, kemudian menjadi lebih sosial. 


     "'Okay' sendiri juga membahas isu penting seperti depresi, serta secara keseluruhan mendorong para pendengar untuk menghadapi ketakutan masing-masing. Dan begitu saya mengangkat topik tersebut di media sosial, ternyata mendapat banyak respon positif."


    Apakah Anda memiliki self-care routine selama di rumah?

    Saya workout setiap hari untuk menjernihkan pikiran, hahaha… Orang-orang selalu bertanya-tanya mengapa saya rajin workout. Pada kenyataannya kalau saya tidak olahraga, I get crazy. Saya memiliki banyak sekali energi — semisal saya tidak skipping atau jogging tadi pagi, mungkin sekarang saya akan mengoceh untuk waktu yang lama. 


    Interesting! Workout apa saja yang biasanya Anda lakukan?

    Saya skipping selama 10 menit setiap pagi — that’s a must. Sambil menunggu kura-kura darat peliharaan saya berjemur di luar. Kemudian lanjut ke home workout selama kira-kira 40 menit. Biasanya saya melakukan home workout yang tersedia di YouTube. Mengakses YouTube lewat smartphone saya selagi olahraga juga membantu saya agar tidak terdistraksi oleh media sosial. 




    Kalau keterampilan baru, adakah hal yang semakin Sheryl kuasai selama di rumah?

    Weirdly, saya semakin jago mendeteksi penyakit yang dialami ikan cupang! Saya terobsesi dengan ikan cupang dan memelihara enam ekor di kamar saya. Kini rasanya seakan-akan saya yang tidur di kamar ikan, bukan sebaliknyaDan selama pandemi ini semakin banyak teman saya yang tertarik untuk memelihara ikan cupang, jadi saya semakin jago memahami kondisi ikan cupang, hahaha… 

    Terkait dengan musik, selama pandemi ini saya merasa lebih pandai mencari tema untuk menciptakan lagu baru. Now I have more time to think.


    Untuk Cosmo Babes yang sedang mengalami kesulitan dalam menghadapi masa penuh ketidakpastian ini, pesan apa yang ingin Anda sampaikan?

    Untuk para Cosmo Babes di luar sana, saya sangat berharap kalian bisa menghadapi masa-masa sulit ini. Kalau kalian merasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mencari jawaban dari semua keresahan, tidak perlu dipaksa. Bisa besok, bisa lusa, bisa minggu depan. Be patient, focus on yourself, because good things will come eventually. 




    Penulis: Shamira Natanagara

    Photographer & Digital Imaging: Insan Obi

    Fashion Stylist: Dheniel Algamar

    Hairdo: Krisna Endi - @krisna_endi

    Makeup Artist: Watie Wauw - @watiewauw

    Wardrobe: Gucci, COACH