Celebrity

Cerita Morgan Oey Tentang Daerah Asalnya, Singkawang

  by: Kissy Aprilia       21/8/2020
    • Morgan Oey adalah akor dan penyanyi asal Singkawang, Kalimantan Barat
    • Morgan Oey tumbuh besar dalam budaya 'tidayu', yang berarti Tionghoa, Dayak, Maluku.
    • Keragaman ini membuat Morgan Oey belajar menanamkan sikap toleransi sejak kecil. 


    Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75, Cosmo mengajak sejumlah selebriti tanah air untuk bercerita mengenai budaya dan daerah asal mereka, mulai dari makanan favorit sampai permainan khas yang sewaktu kecil selalu mereka mainkan.

    Meski tumbuh besar dan berkarier di ibu kota Jakarta, Morgan Oey mengaku bahwa budaya dari tempat kelahirannya di Singkawang, Kalimantan Barat, sangat berpengaruh besar dalam kehidupan hingga saat ini.




    Tumbuh besar dalam budaya tidayu.




    “Di tempat asal saya, di Kota Singkawang, itu terkenal dengan istilah 'tidayu' yang artinya: Tionghoa, Dayak, Melayu. Jadi sejak kecil, saya sudah banyak mempelajari dan mengenal beragam budaya dari etnis-etnis tersebut. Kebiasaan itu membuat saya lebih mudah beradaptasi ketika pindah ke daerah lain, khususnya di Jakarta—intinya saya menjadi lebih fleksibel dengan budaya atau daerah baru yang saya datangi,” ujar aktor dan penyanyi ini ketika diwawancari oleh Cosmo. 

    Keragaman budaya yang Morgan pelajari di daerah Singkawang juga membuat bisa lebih memahami sikap toleransi dengan saling menghargai dan juga menghormati. “ya, saya sudah melihat itu semua sejak kecil dan bisa dikatakan kalau sekarang sudah terbiasa,” tambah Morgan Oey.


    Kuliner lokal favoritnya adalah choi pan!





    Morgan semakin antusias bercerita saat Cosmo bertanya mengenai hal yang paling dibanggakan dari budaya daerahnya, yaitu Singkawang. “Kulinernya!” ungkap Morgan memulai jawabannya. Cosmo pun ikut antusias karena Morgan menyebut choi pan sebagai salah satu makanan khas Singkawang terfavorit.

    FYI, Morgan bahkan menjelaskan dengan detail apa itu choi pan (FYI, ini adalah hidangan Tionghoa asal Kalimantan Barat). “Kalau kalian belum tahu, choi pan adalah kue yang kulitnya terbuat dari tepung, rasanya asin dan gurih, lalu isinya bisa disesuaikan dengan selera—bisa bengkuang, sayur kucai, tumis rebung—lalu dimakan dengan sambal,” jelasnya. Hmm, sepertinya Cosmo dan Morgan bisa jadi partner hunting choi pan enak di Jakarta, nih!


    Bangga dengan sikap toleransi budaya Singkawang. 




    Selain kuliner, Morgan menceritakan kalau ia sangat bangga dengan kekayaan tradisi khas Singkawang, bahkan sifat para warga daerahnya yang saling semangat untuk menghargai satu sama lain dan selalu menanamkan sikap toleransi. “Apa pun suku, agama, ras, kepercayaam golongan, atau status sosial, di daerah saya semuanya bersaudara, dan itu adalah pelajaran terbaik yang saya dapatkan dari budaya Singkawang, Kalimantan Barat”, tutup Morgan Oey.

    Well, bukankah keragaman itu memang membuat negara Republik Indonesia semakin kaya akan keindahan?


    (Kissy Aprilia, dok. Instagram @morganoey)