Lifestyle

8 Tanaman Indoor yang Mudah Dirawat & Tidak Bikin Stres!

  by: Shamira Priyanka Natanagara       30/8/2020
  • Sejak masa PSBB dimulai, lebih banyak orang mulai tertarik dengan tanaman—mengubah ruangan kecil seperti kamar mandi menjadi taman indoor. Hobi ini selalu dimulai dengan succulent yang imut atau tanaman yang bisa hidup di lingkungan rendah cahaya karena, kenyataannya, tidak semua orang punya kebun yang luas. Setelah itu orang-orang mulai mendalami hobi ini, membeli rak ranaman untuk membuat koleksi lebih cantik dan rapi, pot quirky, dan stand tanaman. Menjadi seorang plant mom adalah hobi yang asyik!

    Namun kalau kamu tidak memiliki keahlian berkebun, informasi yang tersedia di internet bisa membingungkan. Harus mulai dari mana? Apakah butuh tanah? Atau mengapa tanaman saya cepat layu? Hmm... Cosmo bisa membantu! Ini pilihan tanaman indoor yang low-maintenance, alias perawatannya tidak ribet, dijamin tidak akan membuatmu stres!




    Pothos

    Hal terbaik dari pothos adalah tanaman ini merupakan survivor. Yang perlu kamu perhatikan adalah membedakan pothos dari philodendron—dua jenis tanaman ini tampak mirip karena keduanya adalah tanaman rambat. Pothos memiliki daun yang lebih besar, tebal, dan terkadang warnanya lebih terang. Tanaman ini bisa hidup di beragam kondisi cahaya tapi jika terlihat sedikit pucat, ada kemungkinan pothos terlalu sering terpapar cahaya matahari. Kamu tak perlu menanamnya di dalam pot berisi tanah; pothos bisa hidup di dalam wadah berisi air.




    Dracaena

    Kamu akan menyukai dracaena karena tanaman ini tersedia dalam beragam macam warna dan bentuk! Tanaman ini juga bisa membersihkan udara, jadi Cosmo sarankan untuk menempatkannya di ruangan di mana kamu paling sering beraktivitas. Meski mampu hidup di lingkungan dengan tingkat cahaya rendah atau medium, kondisi terbaik dracaena adalah saat mendapatkan cahaya matahari terang secara tidak langsung. Hindari menyiram air terlalu banyak karena bisa membuat akarnya busuk. Dan ternyata, dracaena sangat sensitif terhadap gula dan fluorida berlebihan, so lebih baik gunakan air hujan daripada air suling.




    Spider Plant

    Chlorophytum comosum, atau bisa dikenal sebagai spider plant, bisa bertahan di kondisi cahaya rendah, tapi sebenarnya lebih menyukai cahaya terang. Rawat di dalam pot berisi tanah dengan drainase yang baik dan siram dengan air sekali dalam seminggu, dan tanaman kesayanganmu akan hidup dengan tenang. Seperti kebanyakan tanaman lainnya, penyebab kematian utama spider plant adalah terlalu sering disiram air, karena bisa membuat akarnya busuk. Pastikan tanahnya kering sebelum menyiramnya kembali.




    ZZ Plant

    Kalau kamu tinggal di sebuah apartemen atau kos dan tidak mendapatkan banyak cahaya matahari, ZZ plant adalah pilihan yang aman. Zamioculcas zamiifolia butuh cahaya matahari terang tapi secara tidak langsung, jadi pastikan kamu tidak menaruhnya di luar ruangan karena daunnya bisa mengeriting atau berubah menjadi kuning. Selain merawatnya di dalam pot yang memiliki lubang pada bagian bawah, letakkan ZZ plant di dalam potting mix yang cepat kering. Seperti spider plant, kamu bisa menyiramnya satu kali dalam seminggu (atau bahkan dua minggu).






    Snake Plant

    Tanaman indoor yang satu ini juga menjadi favorit Cosmo. Snake plant juga dikenal sebagai mother-in-law's tongue atau sansevieria. Tanaman ini memiliki motif garis indah pada daunnya yang tegak, dan tampak seperti kulit ular. Saat memilih snake plant, pilihlah yang memiliki warna daun yang lebih gelap agar yakin tanaman tersebut sehat. Sebelum menyiramnya, periksa jika tanahnya sudah kering. Dan sebaiknya tidak menyiram air langsung pada daunnya, serta letakkan snake plant-mu di area yang tidak mendapat cahaya matahari secara langsung.




    Rubber Plant

    Dinamakan ficus elastica, tanaman rubber plant memiliki kondisi terbaik jika terpapar cahaya matahari terang. Letakkan di samping jendela dengan tirai tipis, dan rubber plant akan bahagia! Jika kamu membelinya saat berusia muda, rubber plant mampu beradaptasi dengan lingkungan indoor, lebih baik daripada rubber plant dewasa. Pastikan rubber plant lembap; ini bisa berarti kamu perlu mengelapnya dengan kain basah atau menyemprotnya dengan air hangat.




    Aloe Vera

    Tahukah kamu bahwa bahan kandungan produk skincare favoritmu berasal dari sebuah tipe succulent? Dan seperti succulent lainnya, lidah buaya alias aloe vera tidak termasuk tanaman yang sulit untuk dirawat, tapi membutuhkan cukup banyak cahaya matahari secara tidak langsung. Kamu bisa menggunakan gel di dalamnya untuk mengobati luka bakar ringan, luka, dan kondisi kulit lainnya. Nah, tapi inilah kabar terbaiknya: tanaman lidah buaya bisa hidup di dalam pot yang sama selama bertahun-tahun, one less thing to worry about!




    Philodendron

    Mungkin kamu kurang mengenal namanya, tapi Cosmo yakin kamu pernah melihat wujudnya—philodendron dikenal memiliki daun berbentuk hati. Seperti pothos, tanaman cantik ini bisa tumbuh hingga sepanjang 3 meter! Philodendron bisa tumbuh di tanah dan di air, tapi pastikan cahaya matahari tidak langsung dalam tingkat medium selalu tersedia.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Shamira Natanagara / Ed. / Opening image: Elle Hughes from Pexels)