Lifestyle

Literasi Digital dari Facebook agar Nyaman Bermain Media Sosial

  by: Alvin Yoga       20/8/2021
    • Asah Digital merupakan program literasi digital dari Facebook untuk meningkatkan kemampuan digital masyarakat Indonesia agar menjadi warga digital yang baik dan bertanggungjawab.
    • Beberapa topik dalam program Asah Digital antara lain pengenalan pada internet, melindungi jejak digital kita, serta berpikir kritis agar dapat mengenali berita palsu.
    • Facebook juga meluncurkan buku panduan Anti-Ribet #Nyamandisosmed, yang berisi panduan lengkap bagaimana kita dapat memperkuat keamanan dan privasi akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

    Sejak pandemi COVID-19 berlangsung, kita semua mengubah cara bekerja, belajar, serta berkomunikasi dengan teman dan keluarga ke ranah digital. Penggunaan media sosial pun semakin tinggi, dan turut mengubah bagaimana kita bersikap dan merespons informasi dan isu-isu sosial di sekitar kita. Sayangnya, seiring dengan peningkatan penggunaan digital dan media sosial, penyebaran berita hoaks pun meningkat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri menemukan adanya 2.624 hoaks mengenai COVID-19 dalam kurun waktu 23 Januari 2020 hingga 3 Maret 2021. Inilah mengapa, penting bagi kita untuk memiliki literasi digital yang cukup agar terhindar dari hoaks yang menyebar di media sosial.

    Melawan hoaks lewat literasi digital

    Sejalan dengan tujuan tersebut, Facebook menghadirkan sebuah program untuk meningkatkan literasi digital bagi masyarakat Indonesia, yaitu program “Asah Digital”. Program ini juga diluncurkan agar kamu merasa aman dan nyaman saat menggunakan media sosial. Oh ya, program pelatihan “Asah Digital” sendiri telah hadir di 12 provinsi di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2020 hingga pertengahan 2021, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat—baik mereka yang baru pertama kali atau yang sudah paham menggunakan internet; mulai dari guru, pelajar, hingga para orangtua.
    Bagi kamu yang belum tahu, “Asah Digital” sebenarnya merupakan bagian dari program global “We Think Digital” yang diusung oleh Facebook, di mana kontennya telah disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia. Dalam membuat program “Asah Digital” di Indonesia, Facebook sendiri telah bekerja sama dengan para ahli, akademisi dan organisasi non-pemerintah (NGOs) di Asia Pasifik untuk membuat berbagai modul sebagai sumber pembelajaran di program ini. Modul-modul ini disampaikan oleh mitra-mitra yang telah menjalin kerjasama yang baik dan panjang bersama Facebook, diantaranya adalah Siberkreasi, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), ECPAT Indonesia, dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
    Melalui program “Asah Digital”, kamu dapat mempelajari beragam pengetahuan, teknik serta tips membangun kewargaan digital yang bertanggung jawab. Beberapa topik yang bisa kamu pelajari antara lain:

    1) Apa yang dimaksud dengan Internet?

    Menerangkan secara singkat apa itu internet, jenis perangkat, bagaimana informasi berjalan di internet, serta bagaimana interaksi di internet.

    2) Jejak Digital

    Semua yang perlu diketahui mengenai keamanan di ranah online, termasuk memahami pentingnya jejak digital.

    3) Melindungi Identitas Digital

    Memastikan bagaimana kamu dapat melindungi identitas di internet seperti menggunakan pengaturan dan kata sandi.

    4) Kamu Sebagai Seorang Warga Digital

    Topik ini memberikan pemahaman lebih dalam mengenai bagaimana perbedaan sikap ketika berinteraksi secara online atau offline, hak dan tanggungj awab, serta beragam etika yang perlu dilakukan di ranah online.

    5) Jadilah Pemikir yang Kritis

    Ini merupakan topik yang akan membantu masyarakat untuk lebih jeli menilai informasi dan membangun proses berpikir yang kritis dan empati saat berkomunikasi online.

    6) Tips untuk Mengenali Berita Palsu

    Membantu membuat keputusan mengenai apa yang kamu baca, percayai dan bagikan.

    “Kami berharap materi yang kami berikan dalam program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital mereka serta memberikan keterampilan yang tepat untuk terus mendapatkan informasi dan aman di ranah online,” tambah Ruben.

    Jaga privasi agar semakin nyaman menggunakan media sosial

    Program edukasi kepada masyarakat mengenai sosial media tidak berhenti pada program "Asah Digital" saja. Baru-baru ini, Facebook juga meluncurkan buku Panduan Konsumen "Anti Ribet" #Nyamandisosmed, sebuah buku panduan agar masyarakat dapat memahami langkah-langkah tepat dalam menjaga privasi dan keamanan data di media sosial.
    Buku panduan ini merupakan hasil kolaborasi antara Facebook dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dan telah dikemas sedemikian rupa dalam bahasa percakapan sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
    Lewat buku tersebut, kamu sebagai pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp dapat mengetahui cara mudah mengaktifkan fitur-fitur keamanan, seperti Autentikasi Dua Langkah, hingga cara melakukan Pemeriksaan Keamanan Facebook untuk memastikan akunmu sudah terlindungi.
    Tak hanya itu, panduan ini juga membahas salah satu isu yang sering kita hadapi, semisal aksi penipuan online dan pembajakan akun. Lewat buku ini, kamu dapat menemukan tips untuk mengenali bentuk-bentuk penipuan online, hingga langkah-langkah mudah untuk melakukan pelaporan dan mengembalikan akun yang dibajak oleh pihak tak bertanggung jawab.
    Selain membahas mengenai fitur-fitur keamanan, buku Panduan Konsumen ‘Anti-Ribet’ #NyamandiSosmed juga memberikan informasi seputar fitur untuk menjaga privasi, di antaranya mengenai data pribadi dan cara menjaga informasi berharga tersebut agar tetap aman.
    Facebook, Instagram, dan WhatsApp juga mengenalkan fitur-fitur terkininya lewat buku ini, di antaranya adalah menentukan siapa yang dapat melihat unggahan atau kontenmu, dengan siapa kamu ingin membagikan konten tersebut, serta bagaimana orang lain dapat menemukan akunmu secara online. Dalam menjaga privasi, kamu juga dapat mempelajari langkah melakukan Pemeriksaan Privasi Facebook, cara menghapus pengikut di Instagram (penting untuk menghapus orang-orang yang mengganggu kesehatan mentalmu di media sosial!), serta cara menentukan siapa yang dapat melihat status WhatsApp.
    Penasaran dengan isi buku “Panduan Konsumen ‘Anti-Ribet’ #NyamandiSosmed “? Kamu dapat mengunduhnya secara gratis melalui situs Facebook Indonesia atau di link berikut https://indonesia.fb.com/.../Panduan-Anti-Ribet-Facebook.pdf.
    “Facebook, Instagram, dan WhatsApp berkomitmen untuk menjaga komunitas tetap aman dan memiliki informasi yang memadai agar dapat saling terhubung serta berinteraksi di platform online. Merupakan hal yang penting bagi Facebook untuk memastikan semua orang tetap #NyamandiSosmed kapan pun dan di mana pun,” tutup Ruben.
     
    (Alvin Yoga / Image: Dok. Facebook)