Better You

Jangan Disepelekan, Ini Akibat Kekurangan Vitamin D Pada Tubuh

  by: Fariza Rahmadinna       8/8/2021
  • Tahukah kamu kalau ternyata vitamin D sangat penting untuk tubuh, termasuk berperan dalam kekuatan tulang? Dengan bantuan paparan sinar matahari, Vitamin D ternyata dapat diproduksi oleh tubuh. Kamu juga bisa memperoleh vitamin ini dari makanan, seperti ikan, keju, telur, jamur, susu, dan minyak ikan, atau dari suplemen.


    Secara spesifik, manfaat vitamin D untuk tubuh, yakni mendukung kesehatan tulang dengan memungkinkan penyerapan kalsium, mempromosikan kesehatan otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pertumbuhan sel, mengurangi peradangan, mengatur tekanan darah, dan mendukung kesehatan jantung.




    Pada dasarnya, kebutuhan asupan vitamin D bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usiamu. Umumnya, kebutuhan asupan vitamin D yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah sekitar 600 IU per hari. Kekurangan vitamin D disebut juga dengan defisiensi vitamin D. Lantas, bagaimana jika kamu mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D? Ini dapat menyebabkan beberapa penyakit dan masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan tulang dan otot. Kira-kira apa saja? Cari tahu di bawah ini!



    1. Nyeri tulang dan punggung


    Seperti yang diketahui, vitamin D dapat mendukung kesehatan tulang, yakni dengan meningkatkan penyerapan kalsium di tubuh. Nyeri tulang dan punggung bawah bisa menjadi salah satu tanda defisiensi atau kekurangan vitamin D. Dikutip dari Healthline, sebuah studi observasional besar menunjukan adanya keterkaitan antara defisiensi vitamin D dengan nyeri tulang dan punggung bawah.


    Penelitian tahun 2013 yang melibatkan lebih dari 9000 perempuan dewasa menemukan bahwa perempuan yang kekurangan vitamin D lebih mungkin mengalami nyeri punggung dan tulang, termasuk tulang kaki, tulang rusuk, atau persendian dibandingkan perempuan yang tidak mengalami defisiensi.


    2. Pengeroposan tulang akibat menopause


    Tak hanya dapat menyebabkan nyeri tulang dan punggung, kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan pengeroposan pada tulang. Hal ini terjadi karena vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang.


    Sebuah penelitian observasional besar tahun 2015 yang melibatkan lebih dari 1000 perempuan paruh baya yang memasuki masa menopause atau pascamenopause menemukan adanya keterkaitan antara kadar vitamin D yang rendah dengan kepadatan mineral tulang.


    Oleh karena itu, menjaga asupan vitamin D yang cukup dan mempertahankan kadar darah dalam kisaran optimal mungkin merupakan strategi yang baik untuk melindungi massa tulang, mengurangi risiko patah tulang, dan mencegah pengeroposan tulang.


    3. Memperlambat proses penyembuhan luka


    Proses penyembuhan luka yang lambat setelah operasi atau cedera mungkin bisa menjadi salah satu tanda bahwa kadar vitamin D terlalu rendah. Vitamin D diketahui berperan dalam mengendalikan peradangan dan melawan infeksi penting untuk penyembuhan yang tepat.


    Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Evangelical University Hospital of Curitiba di Brazil melihat hubungan antara kekurangan vitamin D dan penyembuhan luka. Penelitian ini melibatkan 26 pasien dengan ulkus kulit yang memiliki kekurangan kadar vitamin D. Setengah dari pasien menerima vitamin D untuk jangka waktu dua bulan, sedangkan setengah lainnya diberi plasebo. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang menjalani pengobatan dengan suplementasi vitamin D mengalami penurunan ukuran ulkus kulit, sedangkan pasien yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D tidak menunjukan adanya perubahan pada ulkus kulit yang signifikan.


    4. Mudah merasa lelah


    Girls, apakah kamu merasa mudah lelah? Bisa jadi kekurangan vitamin D adalah salah satu penyebabnya. Menurut laporan European Journal of Applied Physiology di tahun 2019, kadar vitamin D yang rendah dapat menyebabkan kelelahan kronis. Good news is, meningkatkan asupan vitamin D dapat mengurangi gejalanya.


    5. Perubahan suasana hati


    Salah satu gejala defisiensi vitamin D adalah adanya perubahan suasana hati (mood) menjadi lebih mudah murung atau sedih, bahkan depresi. Dalam sebuah studi ulasan tahun 2016, para peneliti telah mengaitkan antara kekurangan vitamin D dengan depresi, terutama pada orang dewasa tua.


    Beberapa penelitian lainnya juga menunjukkan hasil yang serupa, memberi vitamin D kepada orang yang mengalami defisiensi bisa membantu memperbaiki suasana hati, termasuk gejala depresi.


    6. Menyebabkan rambut rontok


    Selain bisa disebabkan karena stres, kerontokan pada rambut juga bisa disebabkan karena kekurangan nutrisi, lho. Penelitian yang dilakukan oleh Cairo University menunjukan bahwa kerontokan pada rambut, khususnya perempuan, telah dikaitkan dengan kadar vitamin D yang rendah.


    7. Nyeri otot


    Ada beberapa studi yang menunjukan bahwa kekurangan vitamin D dapat menjadi salah satu penyebab nyeri otot pada anak-anak dan orang dewasa. Dalam satu penelitian di tahun 2014, 71% orang dengan nyeri otot kronis diketahui memiliki kekurangan kadar vitamin D. Dan, berdasarkan penelitian lanjutan diketahui bahwa meningkatkan asupan vitamin D dapat mengurangi gejalanya.


    Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit tertentu. Dikutip dari laman Web MD, kadar vitamin, termasuk vitamin D, yang rendah dalam darah telah dikaitkan dengan hal-hal berikut: Peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, diabetes, sklerosis ganda, infeksi dan gangguan sistem kekebalan tubuh, serta timbulnya gangguan kognitif pada orang dewasa tua. Dalam kasus yang lebih parah, kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan kanker, seperti kanker usus besar, prostat, dan kanker payudara.


    Agar terhindar dari defisiensi atau kekurangan vitamin D, sebaiknya selalu cukupi kebutuhan vitamin D per harinya dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin D dan berjemur di bawah sinar matahari selama 15 menit sebelum pukul 10 pagi, setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu.


    Oh ya, meskipun kamu membutuhkan paparan sinar matahari agar tubuh dapat memproduksi vitamin D, tetapi kamu juga tetap harus melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari dengan selalu menggunakan sunscreen sebelum berjemur, sebelum beraktivitas di luar ruangan, atau setelah melakukan aktivitas berkeringat dan basah.


    8. Memperparah gejala pada penderita covid-19


    Dalam sebuah jurnal terbaru yang dirilis oleh PloS One pada tahun 2020, dijelaskan bahwa kekurangan vitamin D dapat memengaruhi fungsi kekebalan yang bisa memperparah gejala pada penderita COVID-19.


    Penelitian lain yang dilakukan oleh PloS One juga menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda, pada pasien dewasa tua yang memiliki kadar vitamin D yang rendah memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gejala berat, termasuk tidak sadarkan diri, hipoksia, dan bahkan kematian, dibandingkan dengan pasien yang memiliki kadar vitamin D yang cukup. Dengan demikian, para peneliti mengambil kesimpulan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko komplikasi COVID-19 yang parah.


    Oleh karena itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian, dengan rajin berjemur agar membantu tubuh memproduksi vitamin D, serta mengonsumsi makanan-makanan tinggi vitamin D dan suplemen vitamin D.


    Perlu dipahami, memenuhi asupan vitamin D saja tidak cukup untuk melindungi kamu secara keseluruhan dari infeksi virus COVID-19 – hanya membantu mengurangi gejala. Selalu terapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.


    Ciri-ciri kekurangan vitamin D




    Beberapa ciri-ciri kekurangan vitamin D, antara lain:


    1. Kelelahan


    Merasa lelah dan lesu mungkin merupakan ciri paling umum dari kekurangan vitamin D. Satu studi tahun 2012 yang dipublikasiakn dalam Journal of Clinical Sleep Medicine, menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara kelelahan dan rasa kantuk berlebihan -- terutama di siang hari -- dengan tingkat vitamin D yang rendah.


    2. Rambut rontok


    Kerontokan pada rambut juga bisa menjadi ciri kekurangan vitamin D lainnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Mashhad University of Medical Sciences, mencatat adanya korelasi antara kadar vitamin D yang rendah dengan kerontokan rambut, terutama pada wanita. 


    3. Mudah terserang penyakit


    Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Februari 2017 di BMJ, menemukan bahwa peserta penelitian yang kekurangan vitamin D lebih mudah terserang penyakit -- ini termasuk flu dan penyakit yang disebabkan karena virus -- dan memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Inilah yang kemudian membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. 


    4. Nyeri dan pegal otot


    Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan gejala nyeri dan pegal-pegal pada otot. Meskipun begitu, tidak selalu nyeri dan pegal pada otot menjadi ciri utama kekurangan vitamin D. Diperlukan tes medis untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, yang menentukan apakah nyeri dan pegal otot disebabkan karena kekurangan vitamin D.



    (Fariza Rahmadinna/VA/Image: Doc. Maggie Zhan/Pexels)