Better You

7 Kalimat yang Ingin Didengar oleh Inner Child Kamu

  by: Nadhifa Arundati       10/8/2021
  • Mendengar istilah inner child, apa hal yang terlintas di dalam pikiran? Apakah muncul sosok figur dirimu saat kecil?

    Menjadi pribadi yang disebut sebagai ‘orang dewasa’ tidak akan menutup kemungkinan, kalau kamu masih diselimuti oleh trauma di masa kecil.




    Lantas, apa sebenarnya arti dari inner child?



    Istilah inner child pertama kali dikemukakan oleh seorang psikolog, Carl Jung (1875-1961). Ia percaya bahwa manusia tidak lahir sebagai ‘kertas kosong’ melainkan diri kita sudah terbentuk, berdasarkan dari dunia alam bawah sadar – Ia menyebutnya sebagai primordial image; penggambaran sifat manusia atas dasar keturuan satu darah (leluhur). Jung percaya, inner child kita sudah menyerap banyak kejadian, bahkan saat sebelum kita lahir ke dunia. Hal ini menjadi alasan yang kuat, kalau inner child itu punya sifat yang sensitif.

    Namun seiring berjalannya kehidupan, sentimen inner child kita telah dikonstruksikan dari lingkungan sekitar. As you can see, bagaimana orang memperlakukanmu sewaktu kecil, tentu sangat berpengaruh terhadap apa yang kamu rasakan saat ini.

    Seorang buddhis asal Vietnam, Thich Nhat Hanh, yang juga penulis buku berjudul Reconciliation: Healing The Inner Child, pernah mengatakan:

    “Isak tangis yang kita luapkan dari hati paling terdalam, berasal dari rasa sakit yang dialami oleh inner child kita.” -Thich Nhat Hanh-


    Sejatinya, kita tidak akan pernah bisa menghindari rasa sakit yang sudah kita alami semasa kecil – namun akan menjadi pengecualian, jika kamu mau berusaha untuk menghadapinya dan mulai melakukan self-healing.

    Ada 7 kalimat yang selama ini ingin didengar oleh inner child kamu, and yes, kamu perlu mengucapkan kalimat ini pada diri sendiri, sebagai bentuk self-healing. Cosmo sudah merangkum 7 kalimatnya, so, langsung saja simak.


    1. Ucapkan: “I love you.”

    Akui saja kalau sejak kecil, kita pasti senang mendengar ucapan: “I love you.” Tetapi mungkin, tak semua orang bisa mendapat pengalaman yang serupa – bahkan kalimat ini bisa menjadi suatu hal yang canggung, karena tidak terbiasa. Kenyataannya, kalimat yang memiliki tiga kata ini punya makna yang sangat besar bagi kehidupan. Dr. John Demartini, penulis buku The Heart Of Love, mengatakan bahwa kalimat “I Love You” adalah mantra yang sangat mujarab untuk memberi dukungan pada orang yang kita cintai. Mulai-lah terbiasa mengucapkan kalimat ini pada diri kamu sendiri. Because you have to love yourself first.


    2. Ucapkan: “Aku selalu mendengarmu.”

    Menjadi sosok yang kuat itu buat suatu hal yang harus dibanggakan – merasa sedih? Luapkan-lah! Ada banyak faktor, yang bikin kita sulit untuk bisa lebih terbuka dengan perasaan. “Berhenti menangis, kan sudah besar, jangan cengeng!” Saat kita masih kecil, ucapan ini sering sekali kita dengar, namun mereka tidak sadar, kalau hal tersebut dapat memberi efek yang sangat besar bagi kita di kemudian hari. Tetapi sekarang, kamu tak perlu takut untuk berekspresi, percaya kalau kata hati itu selalu punya petunjuk yang baik. Katakan kalimat ini pada inner child kamu: “Aku selalu mendengarmu. Mari hadapi masalah ini bersama-sama!”


    3. Ucapkan: “Kamu tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu.”

    Tidak pernah ada pembenaran untuk segala bentuk tindakan abusive. Jika kamu merasa kekerasan adalah ‘hal biasa’, well, kamu tak sepatutnya berpikir dan mendapat perlakukan seperti itu. Cosmo tahu, kembali memikirkan kejadian di masa lalu itu sulit (bahkan terasa pahit), tetapi kamu harus berani untuk menerima kenyataan, kalau kamu tidak pantas mendapat kekerasan. Please, say this to yourself, “kamu tidak sepantasnya diperlakukan seperti itu, you deserve better.” Biarkan inner child kamu mendengarnya, agar kamu bisa melangkah bersama, keluar dari energi toxic.




    4. Ucapkan: “I’m sorry.”

    Cosmo pun suka bertanya-tanya: kenapa sulit sekali bagi sebagian orang untuk meminta maaf, ya? Padahal, mengucapkan kata maaf itu mudah, lho. Dilansir dari Psychology Today, seseorang sulit untuk meminta maaf karena memiliki rasa empati yang rendah dan tidak mau terlihat lemah. Surprisingly, hal ini dialami oleh kita, yang bahkan sulit untuk meminta maaf pada diri sendiri – merasa kalau kita pantas mendapat musibah. Sekarang, mari kita buang pikiran negatif ini dan ucapkan pada inner child-mu: “I’m sorry for being so hard on myself.”


    5. Ucapkan: “Aku memaafkanmu.”

    Ucapan seperti, “aku memaafkanmu, kok,” terdengar sangat magical, bikin perasaan jadi lega sekali. Girls, kita memang tidak bisa mengendalikan orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan diri sendiri. Jangan mau dihantui oleh rasa bersalah yang tak berujung, forgive yourself, berdamai-lah dengan kesalahan di masa lalu.


    6. Ucapkan: “Terima kasih.”

    Hidup itu sulit, tetapi semua akan terasa lebih ringan, jika kita selalu merasa bersyukur. Setelah berhasil memaafkan diri kamu sendiri, next, saatnya untuk berterima kasih atas kehidupan yang kamu miliki. Kamu bisa memulainya dengan menulis gratitude journal, ucapkan kalimat “terima kasih” pada dirimu di masa lalu, di masa kini dan di masa yang akan datang.


    7. Ucapkan: “You did your best!”

    Self-reward tidak melulu berbentuk barang, namun dengan mengucapkan: “you did your best!” pada diri sendiri, bisa menjadi suatu penghargaan yang sangat berarti – begitu pula untuk diri kamu di masa lalu, karena sudah berhasil melewati masa-masa kelam. You go, girl!


    (Nadhifa Arundati / Image: Dok Andriyko Podilnyk on Unsplash)