Lifestyle

Honest Review: Film The Suicide Squad (2021)

  by: Nadhifa Arundati       13/8/2021
  • Ah, DC Extended Universe is back again! Pada tahun 2016 kita sudah sempat disajikan dengan perkumpulan Suicide Squad babak pertama – karakter yang paling menonjol, seperti Harley Quinn yang diperankan oleh Margot Robbie dan The Joker yang diperankan oleh Jared Leto, sempat hangat dibicarakan – well, mereka memang sangat eksentrik, jadi tidak heran.

    Sayangnya, Suicide Squad (2016) tidak memberi ekspektasi yang memuaskan bagi para pecinta DC maupun penonton awam, terlihat dari rating di IMDb: 5.9/10, Rotten Tomatoes: 26% dan Metacritic: 60%. Jelas, kritik yang tidak begitu sedap sering kita jumpai saat sedang searching film Suicide Squad (2016), bahkan sejujurnya, Cosmo sendiri tidak begitu hype dengan versi yang pertama.

    Beralih ke The Suicide Squad (2021) yang baru saja rilis pada tanggal 6 Agustus, mood-nya saja sudah berbeda banget dengan versi yang pertama, tidak usah jauh-jauh membahas isi seluruh film deh, dari trailer-nya pun kita sendiri bisa menilai. Sebelum kita masuk ke bagian honest review, Cosmo mau membahas director dan cast dari film The Suicide Squad (2021).





    Bagi kalian yang sudah mengikuti progres film The Suicide Squad (2021), mungkin sudah tahu, kalau film ini disutradari oleh James Gunn (sutradara Guardians Of The Galaxy)! We know, James Gunn memang sempat menuai kasus yang kontroversial, akibat tweets lamanya di Twitter, tetapi hal tersebut tidak mengalihkan perhatian kita terhadap karya yang Ia tampilkan di film The Suicide Squad (2021).

    Diperankan oleh Margot Robbie, Idris Elba, John Cena, Sylvester Stallone, Daniela Melchior, David Dastmalchian, Joel Kinnaman and many more. para pemain bisa dikatakan cukup sukses mempotret setiap karakter, sesuai dengan keunikan masing-masing, meski bagi Cosmo, karakter seperti Peacemaker (John Cena) kurang menggambarkan karakter asli seperti di komik, tetapi tak masalah, karena John Cena jelas memberikan banyak hiburan di film ini.





    OK, Cosmo rasa sudah saatnya untuk masuk ke honest review. Here we go.


    PROS

    Story-line yang apik!

    Jujur, saat menyaksikan film The Suicide Squad (2021) Cosmo tidak menonton ulang versi yang pertama, karena banyak berita yang beredar, kalau kedua film tersebut tak memiliki kesinambungan secara signifikan, maka Cosmo hanya menonton berbekal dari cuplikan trailer. Film bermula tanpa ada banyak basa-basi, langsung masuk ke tujuan film, dimana Amanda Waller mengirim pasukan Task Force X (Rick Flag, Bloodsport, Peacemaker, King Shark, Ratcatcher 2, Polkadot Man dan Harley Quinn) untuk menghancurkan projek Starfish. Bahkan opening scene dari film ini mampu meningkatkan ekspektasi kita terhadap story-line secara keseluruhan.

    Awalnya Cosmo kira, James Gunn akan menggarap film yang lebih ‘serius’ konsepnya – ternyata, oh, ternyata, film ini punya vibes komedi yang mirip dengan film produksi Marvel, Guardians Of The Galaxy – melihat dari gaya film DC pada umumnya, yang tidak menjadikan komedi sebagai ‘amunisi’ cerita mereka (pengecualian untuk film Harley Quinn: Birds Of Prey). Meski para karakter terlihat gahar; seperti Peacemaker, King Shark dan Bloodsport, mereka ternyata punya sisi konyol yang mewarnai setiap adegan. Hubungan antar villain ini tuh cocok digambarkan sebagai love-hate relationship. Fun fact yang perlu kamu ketahui: Bloodsport takut dengan tikus! Padahal, di sini Ia dijadikan satu tim dengan Ratcatcher 2, LOL.

    Kita tidak hanya dibawa ke dalam sesi darah-darahannya saja… Bayangkan, mata Cosmo sempat berkaca-kaca, padahal ini bukan genre drama (apakah memang Cosmo saja yang oversensitive? Well...). Terdapat sajian cerita yang mengangkat sisi kelam masa lalu, yang dialami oleh beberapa karakter, cara penyampaiannya pun dikemas dengan tepat. Film ini juga ‘menyolek’ beberapa isu seputar kesehatan mental. Dari pandangan Cosmo, ada beberapa pesan simbolik yang disampaikan secara implisit, yang menarik untuk diulik. Tenang, film ini tetap ringan kok, tidak bikin berat kepala.




    Visual dan soundtrack-nya memanjakan kita semua.

    Melihat dari judul filmnya saja sudah terdengar brutal…. Sama seperti cara mereka menampilkan fight scene. Film ini sangat, sangat mempergunakan rated-R dengan baik, tidak tanggung-tanggung. Entah-lah, mungkin kalau kita menyaksikannya di bioskop, pasti ada banyak adegan sadis yang terpotong, but luckily, we watched it on HBO Max! Setiap ada adegan kekerasan selalu bikin kita puas, contoh: solo-action dari Harley Quinn – visualnya sangat memanjakan mata dengan sentuhan flamboyan ala Harley, definisi cute but psycho. Sebenarnya ada banyak adegan lain yang tak kalah catchy, dengan memvisualisasikan unsur comical sebagai bentuk transisi – kita dibuat semakin excited meski berada di tengah ketegangan.

    And the soundtracks! Bagian dari film yang bikin Cosmo jadi kegirangan. James Gunn selalu mengajak kita bernostalgia lewat soundtrack filmnya, yang mostly, ber-genre alternative rock. Psst, kamu bisa menemukan lagu 'Whistle For The Choir' dari The Fratellis dan 'Hey' dari Pixies di The Suicide Squad (2021), faves!


    CONS

    Potensi karakter yang kurang digali.

    Seperti yang sudah Cosmo sebut di awal, kalau Peacemaker merupakan salah satu karakter yang membuat Cosmo kurang puas, lantaran terlalu banyak perbedaan dengan versi komik. Tetapi tak hanya itu saja, ada beberapa karakter lain (tidak bisa Cosmo sebutkan, karena nanti malah jadi spoiler) yang masih kurang digali. Padahal selama menyaksikan filmnya, Cosmo pikir karakter ini punya peluang besar untuk menjadi ancaman yang sulit dihadapi, tetapi kenyataannya, Ia tidak memamerkan kekuatan secara maksimal, ini adalah hal yang paling disayangkan. 

    Memang fokus dari film The Suicide Squad (2021) yakni tentang perjalanan sebuah misi bunuh diri, namun penyajian cerita akan terasa lebih komplit, jika beberapa karakter diberi panggung yang lebih luas untuk bisa stand out.


    Secara keseluruhan, film The Suicide Squad (2021) telah menjadi salah satu film terbaik, yang Cosmo nikmati di tahun 2021. Supaya enggak penasaran, langsung saja saksikan film ini di HBO Max, enjoy!


    (Nadhifa Arundati / Image: Dok. Outnow.ch)