Love & Sex

Yang Perlu Kamu Ketahui Seputar Autoseksual dan Autoerotisme

  by: Nadhifa Arundati       19/8/2021
  • Girls, mungkin bagi kamu istilah autoseksual dan autoerotisme masih jarang sekali didengar—tidak heran sih, karena di Indonesia, pembahasan seputar preferensi seksual masih terkesan tabu, tak banyak pula edukasi seputar seks yang kita konsumsi sejak masih remaja (pada akhirnya, kita mempelajarinya sendiri saat dewasa).


    Hmm… Jadi sebenarnya, apa itu autoseksual?

    “Kalau kita berbicara soal ketertarikan seksual, setiap orang pasti punya selera masing-masing. Tetapi apakah kamu pernah tertarik pada diri kamu sendiri, khususnya saat sedang berdiri di depan cermin? Kalau jawabannya iya, tandanya kamu telah masuk ke dalam ciri-ciri seseorang yang autoseksual,” ucap Dr. Katherine Hertlein, ahli seks terapi di aplikasi Blueheart.




    Penjelasan singkat terkait autoseksual

    Dr. Hertlein menjelaskan, autoseksual adalah seseorang yang tertarik (secara seksual) pada dirinya sendiri, melebihi ketertarikannya dengan orang lain. “Penjelasan seputar autoseksual secara ilmiah memang masih sulit untuk ditemukan, lantaran belum banyak penelitian yang mendalami hal tersebut,” ucapnya.



    Apa yang membuat seseorang menjadi autoseksual? Dan apa itu autoerotisme?

    “Seorang autoseksual akan turn on saat melihat bentuk tubuhnya sendiri,” sebut Dr. Hertlein. “Namun kalau kita berbicara tentang auterotisme, hal ini mengacu pada kadar hasrat seksual seseorang yang didorong oleh situasi—more like ‘the sexual tension’."


    Am I an autosexual?

    Dr. Hertlein mengaku kalau konsep autoseksual memang tidak bisa dinyatakan secara lugas, tetapi ada beberapa cara, untuk mengetahui apakah kamu autoseksual atau tidak. “Kalau kamu merasa terangsang saat melihat tubuhmu sendiri—menggunakan lingerie yang seksi, kemudian melakukan mastrubasi, maka hal tersebut tidak begitu kuat untuk disebut sebagai autoseksual dan autoerotisme,” jelasnya. “Tetapi jika kamu pernah berfantasi sedang berhubungan seksual dengan figurmu sendiri (sampai mencapai klimaks), then you’re an autosexual.”


    OK, I’m an autosexual. Tetapi, apakah aku tergolong narsistik?

    Banyak orang menyimpulkan, kalau menjadi autoseksual adalah tipe orang narsistik, yang hanya peduli dengan dirinya sendiri. Dr. Hertlein ingin meluruskan tentang kebenaran dari kabar miring tersebut.

    "Mari kita lihat, gejala dari Narcissistic Personality Disorder; yakni ingin mendapatkan validasi, haus akan pujian dan tidak punya empati. Hal ini berbanding terbalik dengan pengertian autoseksual, dimana seseorang yang dinyatakan sebagai autoseksual hanya butuh kepuasan seksual dari dirinya sendiri, tanpa harus mendapat validasi atau pujian dari orang lain, it’s like: you do you,” jawab Dr. Hertlein.

    Dr. Hertlein menambahkan, “bahkan seorang autoseksual tetap bisa berhubungan seks dengan pasangan, keduanya bisa saling memuaskan (in their own way). Karena sejatinya, menjadi autoseksual itu tidak merugikan pihak lain.”




    Bagaimana cara menikmati hubungan seks dengan pasangan, jika aku adalah autoseksual?

    “Meski tak mudah, namun ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dengan pasangan,” sebut Dr. Hertlein.

    A few things to take note of:

    1. Berkata jujur ke pasangan itu sangat tricky, mengingat kamu (mungkin) akan hanya terangsang dengan diri sendiri... Lebih baik, pikirkan dahulu cara yang tepat untuk menyampaikannya.
    2. Beritahu ke pasangan kalau kamu itu autoseksual, tetapi hanya lakukan ini jika kamu sudah merasa siap.
    3. Fantasi seksual adalah hal yang lazim, so, saat kamu berhubungan seks dengan pasangan dan malah berfantasi tentang dirimu yang sedang klimaks, maka lakukan-lah.
    4. Mutual mastrubation bisa jadi pilihan yang tepat untuk dilakukan bersama pasangan. Kamu pasti akan lebih terangsang saat menyentuh tubuhmu sendiri.
    5. Fun thing you need to try: berhubungan seks di depan cermin—cara ampuh untuk bisa mencapai klimaks, begitu pula dengan pasangan.


    “Jangan biarkan orang lain menganggapmu rendah hanya karena preferensi seksual yang kamu miliki. Menjadi autoseksual adalah hal yang normal, you're not a bad person for this.” ucap Dr. Hertlein.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Nadhifa Arundati / Image: Dok. Cosmopolitan US)