Better You

Segala Hal Tentang 'Vaginal Dryness' yang Perlu Kamu Ketahui!

  by: Giovani Untari       22/8/2021
  • Masalah kesehatan perempuan satu ini mungkin tak ‘sepopuler' layaknya keputihan, PCOS, endometriosis, atau gangguan menstruasi lainnya. Tapi tentu kita tidak boleh melupakan masalah vaginal dryness begitu saja.





    MENGENAL SOAL VAGINAL DRYNESS

    Vaginal dryness adalah suatu kondisi di mana Miss Cheerful mengalami ‘kekeringan’ karena berkurangnya pelumas alami di dalamnya.

    Mungkin kamu berpikir ini hanya akan dialami oleh mereka yang akan atau telah menginjak usia menopause. Tetapi tidak! Faktanya vaginal dryness merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami para perempuan di usia reproduksi sekalipun. Menurut lembaga Women’s Health Concern, hampir 17% perempuan berusia 18 – 50 tahun pernah merasakan vagina mereka mengering saat melakukan seks



    APA PENYEBABNYA?

    Satu yang perlu diketahui vaginal dryness terjadi karena menurunnya hormon estrogen di dalam tubuh. Estrogen merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang matangnya indung telur, membantu mengelola bagian otak untuk mempersiapkan perkembangan seksual dan reproduksi, sampai mengatur pelumas alami vagina. Ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan penurunan hormon estrogen seperti: persalinan, menyusui, sedang menjalani kemoterapi, dan mengonsumsi obat-obatan anti estrogen.


    Kondisi lainnya yang memicu penurunan hormon estrogen adalah kamu menderita sindrom Sjögren yang menyerang sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin dan antidepresan, serta mengalami stres dan anxiety. 

    Faktor eksternal seperti penggunaan produk pembersih kewanitaan, pembalut, tampon, serta kondom dengan bahan tertentu juga bisa menyebabkan iritasi dan kekeringan di vagina. Sedangkan untuk vaginal dryness yang dirasakan saat aktivitas seks, biasanya disebabkan karena kamu tidak terangsang penuh dan aktivitas foreplay yang kurang maksimal.

     



    BAGAIMANA DENGAN GEJALANYA?

    Gejala yang paling umum dirasakan penderita vaginal dryness adalah rasa gatal, panas, nyeri di area sekitar vagina, sering buang air kecil dibanding biasanya dan keputihan.

    Kamu juga mengalami nyeri saat berhubungan seksual, bahkan sampai pendarahan ringan setelah seks. Rasa sakit tersebut juga membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat duduk, berdiri, berolahraga, buang air kecil dan bekerja. 





    SEBERAPA PENTING KITA MENGATASINYA?

    Jawabannya tentu saja penting!

    Vaginal dryness jelas membawa efek tersendiri pada tubuh dan sistem reproduksi. Selain karena rasa nyerinya yang menganggu, masalah kesehatan ini juga bisa membuat penderitanya kehilangan kepercayaan diri bahkan trauma saat melakukan seks. Sayangnya masih banyak perempuan yang merasa ragu untuk ke dokter dan mengatasinya.


    Temuilah obgyn untuk berkonsultasi agar mendapat penanganan yang tepat. Apalagi jika vaginal dryness juga diikuti dengan penurunan sexual desire

    Apabila vaginal dryness berkaitan dengan aktivitas seks, coba gunakan bantuan pelumas berbahan dasar air yang lebih aman bagi vagina dan coba bicarakan kondisi ini dengan pasangan. Hindari juga faktor-faktor eksternal yang memicu terjadinya iritasi di area kewanitaan. Dokter mungkin akan menyarankan kamu melakukan terapi hormon estrogen dan pengobatan topikal untuk mengatasi vaginal dryness tersebut.




    (Giovani Untari / Images: Dok. cottonbro from Pexels, Rafael Barros from Pexels, Andrea Piacquadio from Pexels)