Love & Sex

Mengapa Pria Suka Mengirim Foto Mesum Tanpa Diminta? Ini Alasannya

  by: Alexander Kusumapradja       24/8/2021
  • Beberapa waktu lalu di Twitter, seorang local influencer bernama Revina VT membuat thread yang mengekspos kelakuan seorang pria yang mengirim foto mesum yang tak diinginkan ke DM Instagramnya. Alih-alih mendiamkan atau langsung blokir, Revina memang sengaja memberi pelajaran kepada si pelaku dengan menyebarkan foto tersebut dan percakapan mereka ke kalangan umum sebagai shock therapy dari tindakan pelecehan seksual tersebut.

    Langkah ini diapresiasi positif oleh banyak perempuan lain yang mengaku pernah mengalami hal yang sama dengannya, yaitu dikirimi foto atau pesan mesum yang tak diinginkan dari pria di media sosial, termasuk foto alat genital yang tak diharapkan atau yang istilah bahasa Inggrisnya sering disebut sebagai unsolicited d*ck pic.

    Dalam riset yang dilakukan YouGov tahun 2017 lalu, 46% dari 2.121 perempuan berusia 18-36 tahun (millennial) di Inggris mengaku pernah mendapat foto genital di ponsel mereka. Dari angka tersebut, 9 dari 10 (89%) menyebut foto tersebut bukan atas permintaan mereka, yang artinya 41% perempuan millennial pernah mendapat foto alat kelamin yang tak diharapkan.



    Tapi apa sih yang membuat seorang pria begitu percaya diri mengirim foto kemaluannya ke perempuan yang mungkin tak pernah berinteraksi sama sekali dengannya? Penelitian terbaru yang dimuat di Journal of Sex Research berusaha mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut.



    Hampir 50% pria pernah mengirim foto mesum tanpa diminta

    Dalam penelitian tersebut, 1.087 pria heteroseksual berusia antar 16 sampai 75 tahun diminta mengisi survei yang berusaha memetakan informasi demografis, narsisme, perilaku seksual, seksisme, dan motivasi di balik fenomena tersebut. Hampir separuh (48%) dari para pria tersebut mengaku pernah mengirim foto genital yang tak diinginkan ke perempuan.

    Dari survei tersebut, para peneliti menemukan bahwa pria yang mengirim foto mesum cenderung berusia lebih muda, lebih narsis, dan lebih seksis. Motivasi paling umum di balik tindakan tersebut adalah mereka berharap dapat menggoda si penerima untuk balik mengirim foto mesum dan berlanjut ke sexting atau video call sex (VCS). Mereka menganggapnya sebagai transaksi seksual (“Kan gue udah tunjukkin punya gue, sekarang gantian dong?”).

    Mayoritas pria berharap kalau tindakan ini justru bisa membuat si penerima senang. Dalam pikiran mereka, mengirim foto alat kelamin mereka justru merupakan bentuk pujian dan berharap si penerima akan merasa tersanjung karena dianggap atraktif secara seksual.

    Hanya 18% yang mengaku mengirimkan foto mesum demi kepuasan mereka sendiri. Dan yang lebih seram lagi, 10% pria yang disurvei mengaku mengirim foto kelamin membuat mereka merasa lebih powerful dan punya kontrol dibanding si penerima. Dan 6% mengaku mereka punya perasaan benci pada perempuan (misogini) dan mengirim foto genital sebagai tindakan untuk merendahkan si penerima. Tujuan mereka adalah agar si penerima merasakan emosi negatif, seperti terkejut, takut, jijik, dan marah.


    via GIPHY


    Kuncinya adalah consent

    Banyak pria yang juga merasa bahwa mengirim foto kelamin sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam interaksi dua arah yang sudah mengarah ke flirting. Mereka merasa walau pihak perempuan tak terang-terangan meminta foto mesum, tapi mereka sebetulnya menginginkannya. Pada situasi seperti ini lah reaksi menerima foto tersebut menjadi sangat bergantung pada si penerimanya sendiri. Berbeda dengan foto mesum yang dikirim tanpa aba-aba dari orang yang tak kita kenal atau dalam percakapan yang sebetulnya tidak mengarah ke seksual.

    Tapi Cosmo tetap percaya kuncinya adalah consent alias persetujuan dari pihak penerima baik secara terang-terangan maupun tersirat. Kalau kamu merasa tidak memberi consent, kamu jelas berhak marah kok Cosmo babes.


    Tapi apa sih yang bisa dilakukan saat menerima foto tak diharapkan tersebut?

    1. Ungkapkan perasaanmu

    Cara korban memproses emosi negatif dari hal ini tentu berbeda-beda dan semuanya valid. Kamu berhak menyuarakan rasa tidak senangmu dengan bilang terus terang ke si pengirim kalau hal ini tidak sopan, menjijikkan, dan membuatmu tidak nyaman.




    2. Bicarakan hal ini ke orang lain

    Pelecehan seksual apapun bentuknya jelas bukan hal yang mudah diterima. Saat kamu sudah siap dan ingin, kamu bisa membicarakan kejadian ini ke orang yang bisa kamu percaya untuk membantumu merasa lebih tenang.


    3. Balas mengerjainya

    Kalau kamu lagi mood ingin mengerjai orang, kamu bisa membalas foto tersebut dengan gambar yang membuat si pengirim tidak nyaman. Hampir semua pria cis hetero tak akan suka kalau kamu gantian mengirim mereka foto alat genital pria lain yang bisa kamu cari di internet atau meme yang menyerang ego mereka. Tapi ingat, do it with caution, jangan sampai si pelaku malah emosi dan terus mengusikmu.


    4. Hapus, laporkan, dan blokir

    Cara paling mudah kalau kamu menerimanya di media sosial adalah langsung hapus foto tersebut, laporkan akun si pengirim dan memblokirnya. Semua media sosial punya kebijakan untuk melawan pelecehan seksual, jadi jangan ragu untuk melaporkannya dengan harapan akun si penerima akan dibekukan atau bahkan dihapus. Mudah-mudahan dengan memutus celah komunikasi dengan orang tersebut bisa membuatmu cepat move on dari hal tak menyenangkan tersebut.

    via GIPHY


    (Alexander Kusumapradja / Image: Jenny Ueberberg on Unsplash, GIPHY)