Better You

7 Makanan Sehat yang Ternyata Buruk untuk Menurunkan Berat Badan

  by: Giovani Untari       24/8/2021
  • Apabila kamu merasa sudah melakukan segala hal (termasuk giat berolahraga) demi menurunkan berat badan namun hasilnya belum maksimal, maka ini saatnya kamu memeriksa kembali apa saja yang kamu konsumsi, dear~

    Seorang ahli diet Mac Singh, sekaligus founder dari program konsultansi diet dan penurunan berat badan Fitelo menjelaskan ada beberapa ‘makanan sehat’ yang ternyata buruk bagi proses menurunkan berat badan!




    Ini dia 7 makanan sehat yang ternyata buruk untuk menurunkan berat badan:


    1. Digestive Biscuits

    Digestive biscuits kerap menjadi pengganti sehat dari cookies yang dianggap tinggi kalori dan buruk untuk menurunkan berat badan. Pakar diet Mac Singh ternyata menghimbau agar kita harus lebih waspada atas kandungan gula yang terdapat dalam makanan satu ini.


    “Kita kerap mengonsumsi digestive biscuit tanpa merasa bersalah karena menganggapnya sebagai snack sehat. Padahal biskuit tersebut ‘hanya’ mengandung sekitar 8-10% tepung gandum. Sisanya? Tentu saja proses pembuatannya tetap menggunakan tepung putih dan tepung halus. Tidak hanya itu, biskuit ini juga memiliki kandungan minyak tidak sehat dan banyak gula di dalamnya.”


    2. Sereal

    Sebagian dari kita memilih mengonsumsi sereal sebagai menu sarapan karena praktis, mudah dibuat, dan dianggap sebagai alternatif sarapan sehat. Padahal (lagi-lagi) ada kenyataan pahit di baliknya.

    Mac mengatakan, “Kita sering berpikir mengonsumsi sereal jauh lebih sehat dibanding sarapan lainnya. Nyatanya sereal yang dijual di pasaran umumnya masuk kategori makanan olahan yang mengandung banyak gula. Sereal juga tidak terlalu mengenyangkan dan ini membuat kamu cepat merasa lapar hingga akhirnya lebih banyak ngemil, dibanding mengonsumsi menu sarapan tradisional yang bisa membuat perut kenyang lebih lama.”



    3. Saus Low-fat

    Ummm.. mungkin sehabis ini kamu harus lebih teliti saat membaca kandungan yang ada di dalam botol saus kesukaanmu, babes! “Untuk membuat saus terasa lebih nikmat, perusahaan menambahkan banyak gula ke dalamnya. Dan jika kamu membandingkan saus dressing full-fat dengan yang zero fat, saus zero fat bisa memiliki kandungan gula 10 kali lipat lebih tinggi dibanding saus full fat,” terang Mac.


    4. Soda Diet

    Soda diet memang 0 kalori tapi mereka juga tidak memiliki kandungan nutrisi apapun di dalamnya. Oh no! Penambahan pemanis buatan dalam minuman ini dapat memiliki efek samping yang buruk bagi tubuh.




    5. Greek Yoghurt

    Greek yoghurt merupakan salah satu makanan andalan bagi para pecinta fitness dan mereka yang sedang menurunkan berat badan. Namun dalam satu kemasan greek yoghurt bisa mengandung gula tinggi yang buruk bagi program diet dan juga zat pengawet plus perisa rasa artifisial.




    6. Dark Chocolate

    Dark chocolate juga menjadi sahabat baik bagi mereka yang sedang diet dan suka makanan manis. But FYI, banyak perusahaan cokelat yang tidak menggunakan dark chocolate sehat untuk produk mereka. Mac mengatakan, “Satu potong dark chocolate bisa mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi dibanding cokelat umumnya. Triknya adalah pilihlah dark chocolate yang mengandung kadar cocoa di atas 70% agar kamu bisa mendapat manfaat baiknya.”


    7. Pemanis pengganti gula

    “Pemanis pengganti gula juga bisa membawa hal buruk bagi tubuh. Beberapa pemanis buatan penganti gula bahkan ada yang mengandung kalori lebih tinggi dibanding gula normal,” tutup Mac.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok.  George Milton from Pexels, cottonbro from Pexels, Any Lane from Pexels)