Better You

Ternyata Selama Ini Kita Memakai Mouthwash dengan Cara yang Salah!

  by: Giovani Untari       25/8/2021
  • Waaaait a second, izinkan Cosmo pamit sejenak selama satu menit – karena video TikTok hack terbaru yang muncul ini membuat kami sangat terkejut: seorang dokter gigi menjadi viral di TikTok setelah mengatakan bahwa kita semua selama ini menggunakan mouthwash atau obat kumur dengan cara yang salah!


    Bagaimana maksudnya?



    Ternyata, mouthwash sebaiknya digunakan sebelum kita menyikat gigi, bukan setelahnya. Yang mana jika Cosmo tidak salah, kita semua sudah bertahun-tahun lamanya terbiasa menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi, bukan?





    Dalam tiga series  video yang kini sudah oleh ditonton jutaan orang lebih di TikTok, Dr Anna Peterson menjelaskan cara terbaik menggunakan mouthwash adalah setelah kamu makan atau sebelum menyikat gigi. Apabila kita tidak melakukannya secara benar maka berpotensi menyebabkan terjadinya kerusakan gigi.

    “Menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi berpotensi membuat gigi Anda rusak, jadi berhenti melakukan hal ini,” ujarnya dalam video tersebut.

    Dr Peterson juga menambahkan, “Pasta gigi Anda mengandung 1450pp fluoride... sedangkan mouthwash hanya mengandung 220pp fluoride. Kadar fluoride yang lebih rendah tersebut tidak cukup untuk melindungi gigi Anda dari gula yang ada di makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Jadi saat menyikat gigi, sebaiknya gunakan mouthwash untuk berkumur dan membilas mulut Anda. Cara ini akan membuat Anda menerapkan prinsip membilas konstentrat fluoride yang tinggi dengan yang lebih rendah.”


    Sang dokter kembali mengatakan, “Dan berdasarkan petunjuk untuk kesehatan gigi dan mulut, seluruh dokter gigi harus menerapkan hal ini. Namun bukan berarti saya menolak penggunaan mouthwash. Sebab saya tetap merekomendasikan produk tersebut kepada sejumlah pasien saya. Perlu Anda ketahui, sebenarnya tidak semua pasien membutuhkkan mouthwash. Maka umumnya memberitahu mereka untuk tidak menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi.”

    Okey, siapa yang terkejut dengan seluruh fakta ini? Angkat tangan kalian!





    Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kesalahan lainnya yang sering kita lakukan pada gigi dan mulut, Cosmo bertemu dokter lainnya. Dan hasilnya pun tak jauh berbeda dari saat kami menghubungi Dr Anjum Jahan, seorang dokter gigi di Sante Clinic. Beliau mengatakan waktu penggunaan mouthwash telah menjadi perdebatan tersendiri di kalangan medis selama beberapa tahun terakhir. Dan ada kesalahan kecil lainnya yang ternyata sering kita lakukan saat membersihkan gigi.




    “Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar ataupun salah dalam hal kapan sebaiknya menggunakan mouthwash. Semuanya tergantung kebutuhan Anda dan apa yang ingin Anda capai,” ujar Dr Jahan. “Yang terpenting kita harus memahami bahwa kunci utama membersihkan mulut adalah dengan mengeluarkan sisa makanan dan plak yang menempel di gigi, serta membunuh bakteri di dalam mulut. Beberapa orang mungkin akan merasa lebih efektif melakukannya dengan cara menyikat gigi. Sedangkan yang lainnya memilih menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi agar mulut mereka terasa lebih bersih dan segar.”



    Dr Jahan juga menambahkan, “Baik pasta gigi dan mouthwash mengandung kadar fluoride yang berbeda, di mana pasta gigi umumnya memiliki fluoride yang lebih tinggi dari mouthwash. Itu mengapa akan lebih ideal apabila kita menggunakan mouthwash sebelum menyikat gigi atau waktu yang berbeda, karena fluoride memegang peranan penting untuk mencegah kerusakan gigi.”


    Lantas bagaimana dengan mitos seputar kebersihan gigi dan mulut yang sempat kami sebutkan di atas?

    “Salah satu hal penting lainnya, banyak sekali pasien yang tidak tahu bahwa dibanding menggunakan mouthwash, meludah setelah menyikat gigi jauh lebih baik dibanding berkumur menggunakan air. Mengapa? Itu agar manfaat fluoride yang terkandung di pasta gigi bisa bertahan lebih lama di gigi Anda. Berkumur dengan menggunakan air akan menurunkan kadar fluoride-nya dan mengurangi efek melindungi giginya.”


    Mind. Blown.



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Freepik.com, Tenor.com)