Love & Sex

Psst, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Seputar Demiseksual

  by: Nadhifa Arundati       26/8/2021
  • Seketika kamu merasa tertarik secara seksual dengan teman dekat (uh-oh, apakah hal ini akan merusak perteman?), tak bisa dipungkiri kalau kamu hanya bisa tertarik secara seksual dengan seseorang yang sudah kamu kenal sejak lama.... Well girls, mungkin saja kamu adalah demiseksual. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orientasi seksual seseorang, dimana dirinya tak mudah tertarik secara seksual dengan orang asing.

    Kalau kamu merasa familier dengan kata demiseksual, then good for you, Cosmo bisa mengulas lagi lebih dalam. Salah satu momen penting terkait demiseksual adalah saat Michaela Kennedy-Cuomo, anak perempuan dari Gubernur New York, Andrew Cuomo, menyatakan dirinya sebagai demiseksual pada bulan Juni lalu. Namun dilansir dari Wired, ternyata, istilah demiseksual pertama kali muncul pada tanggal 8 Februari 2006 di forum 'Asexuality Visibility and Education Network'.

    Banyak pula yang menganggap bahwa demiseksual merupakan seseorang yang tidak memiliki hasrat seksual. Well let’s be clear, mari kita ulas, apa arti sebenarnya dari demiseksual.




    Apa itu demiseksualitas?

    Demiseksualitas adalah orientasi seksual yang berada di bawah payung aseksualitas, hal ini dikemukakan oleh Kayla Kaszyca, aktivis demiseksual dan co-host dari podcastSounds Fake but Okay’. “Seorang demiseksual hanya akan tertarik secara seksual dengan seseorang yang sudah memiliki koneksi batin yang kuat,” ucapnya.


    “Demiseksual itu berhubungan dengan ketertarikan seksual, berbeda dengan tindakan seksual. Sama seperti orang lain, umumnya, demiseksual tetap bisa berhubungan seks, meski Ia tak memiliki ketertarikan seksual dengan orang tersebut.”

    Secara garis besar, demiseksual itu tidak mudah terpancing ketertarikan seksualnya. 


    Jadi, orang yang demiseksual itu seperti apa?

    Setelah mengetahui secara singkat tentang apa itu demiseksual, kamu pasti berpikir, kalau orang yang tergolong demiseksual jauh dari hubungan one night stand – asumsi ini diperjelas oleh Essie Dennis, penulis dan seniman yang mengaku sebagai demiseksual, “banyak orang yang dengan mudahnya, tertarik secara seksual pada seseorang yang baru saja mereka temui, bahkan teman saya malah menganggap saya aneh, karena saya tidak menikmati casual sex." Ia menambahkan, “saya merasa tidak tertarik secara seksual dengan orang asing… Menurut saya, kita semua pasti punya pengalaman seksual yang berbeda.”

    Again, demiseksual itu bukan soal sexual desire (keinginan seksual), melainkan sexual attraction (ketertarikan seksual). Jadi kamu harus paham, kalau demiseksual tidak bisa kita hakimi berdasarkan kapan dan siapa pasangan yang mereka pilih untuk berhubungan seks.

    “Demiseksual adalah seseorang yang tidak bisa tertarik secara seksual dengan orang yang tidak dikenal, memang benar, namun kita tidak bisa menggeneralisasi, karena tidak semua orang (yang berorientasi demiseksual) merasakan hal serupa, beberapa dari mereka tetap punya pengalaman seks dengan pasangan yang tidak ada ikatan emotional bond,” ungkap Kaszyca.


    Demiseksual… Berarti punya libido yang rendah?

    Ini nih, asumsi yang bikin kita salah paham tentang demiseksual, karena sejatinya, demiseksual tidak menggambarkan libido atau dorongan seksual seseorang (note this!). Bukan berarti menjadi demiseksual itu anti dengan aktivitas seksual, ya! “Libido dan ketertarikan seksual adalah dua hal yang berbeda,” sebut penulis dan aktivis demiseksual, Elle Rose. “Seorang demiseksual tetap bisa 'menggapai' gairah seksual tanpa harus melakukannya bersama pasangan.”

    Perlu diketahui juga, saat demiseksual tertarik secara seksual terhadap seseorang, belum tentu Ia mau berhubungan seks dengan orang tersebut. Karena keputusan ada di tangan masing-masing pihak. 

    Ubah mindset kita, mulai memahami bahwa orientasi seksual itu tak bergantung dengan keputusan seseorang untuk berhubungan seks (after all, it’s their business not yours!) karena hal ini sama sekali tidak ada kesinambungannya dengan ketertarikan seksual. Puh-lease!

    Rose mengatakan, “demiseksual adalah penggambaran reaksi kita terhadap seks, bukan tentang sikap atau tindakan saat melakukannya.”


    Apa berbedaan dari demiseksual, demiromantis, aseksual, alloseksual, dan greyseksual?

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kalau demiseksual berada di bawah payung aseksual, tetapi keduanya tidak memiliki kesamaan yang mutlak. Aseksual merupakan keadaan dimana seseorang tak mengalami ketertarikan seksual (nearly not at all) terhadap gender apapun. Meski demiseksual bisa juga merasakan hal yang serupa, namun demiseksual masih punya dorongan ketertarikan seksual yang lebih kuat.

    “Demiseksual dan aseksual, keduanya memilih untuk tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak mereka kenal, well this is true, namun bukan berarti keduanya tak tertarik dengan sexual pleasure,” sebut Kaszyca.

    Berbeda hal dengan greyseksual (grey-aseksual), yang jarang sekali merasa tertarik secara seksual – emotional bond tidak menjadi tolak ukur untuk menentukan ketertarikan seksual, tidak seperti demiseksual. 

    “Greyseksual bisa saja memiliki ketertarikan seksual dengan orang asing, tetapi daya tarik itu jarang sekali muncul,” jelas Kaszyca.

    Demiseksual juga tak bisa disamakan dengan alloseksual, karena seseorang yang memiliki orientasi alloseksual dapat tertarik (secara seksual) kepada siapa saja – tidak mengenal gender, ras, atau jarak kedekatan. As you know, demiseksual punya arti yang berbanding terbalik dengan alloseksual.

    Kita pun tidak bisa menyamakan demiseksual dengan demiromantis, karena esensinya saja sudah berbeda – demiseksual mengarah kepada hal-hal yang berbau seksualitas, sedangkan demiromantis berfokus pada keterikatan hubungan romantis. Totally different!


    Apakah demiseksual bisa memiliki orientasi seksual lain?

    Yes, they can. Demiseksual bisa saja punya ketertarikan seksual dengan pria, wanita, atau gender lain – karena demiseksual tidak pernah menyinggung persoalan gender dan selalu menekankan pada strong emotional bond.

    Seorang aktivis aseksualitas, Yasmin Benoit menjelaskan, “demiseksual bisa tertarik dengan berbagai gender, mereka juga punya julukan lain, seperti demi-biseksual, semua bergantung pada individu masing-masing.”

    “Tidak semua orang mau memberikan label untuk orientasi seksual mereka, but some of them need it. Jadi lebih baik, kita tak perlu sibuk mencari tahu orientasi seksual orang lain, jika mereka memang belum siap untuk mengungkapkannya,” sebut Rose.




    What being demisexual looks like…

    Chemistry menjadi satu kata yang tepat untuk menggambarkan demiseksual. Demiseksual lebih memilih untuk berteman dekat, sebelum ‘melompat’ ke hubungan yang lebih intim. Rose menambahkan, kalau ketertarikan seksual baru dapat 'berkembang' dalam periode waktu yang cukup lama – mungkin setahun lamanya? Well, it depends. “Ada pula yang sudah saling dekat, namun keduanya masih tak memiliki ketertarikan secara seksual.”


    Ini dia tanda-tanda sebagai demiseksual!

    Jujur saja, pengertian demiseksual masih membuat bingung banyak orang – maka dari itu, kita perlu melihat, apa saja tanda-tanda demiseksual, menurut para ahli: 

    • Tidak bisa tertarik secara seksual dengan orang asing (selebriti contohnya) atau seseorang yang baru saja kamu temui di coffee shop.
    • Ketertarikan seksual lebih memungkinkan muncul dengan seseorang yang sudah kamu kenal dekat.
    • Casual sex is not your thing.
    • Saat turn on, kamu memilih untuk melakukan masturbasi. Karena berhubungan seks tak melulu melibatkan pasangan.
    • Ada hasrat untuk berhubungan seks dengan seseorang yang tidak membuatmu tertarik secara seksual (it's about choice). 
    • Romantic attraction bisa menjadi acuanmu untuk berhubungan seks, meski kamu tak memiliki ketertarikan seksual dengan pasangan.
    • Pornography is also NOT your thing.


    Mengulik tentang orientasi seksual tentu harus berbasis dari pengalaman serta refleksi diri – hanya kamu yang bisa paham, apakah kamu demiseksual atau tidak. Terpaan yang kamu dapatkan dari pengalaman hubungan, media, dan kegiatan sehari-hari, dapat menjadi petunjuk untuk menyadari orientasi seksualmu.

    Dennis menyarankan, ada baiknya kamu bicarakan hal ini dengan orang yang kamu percaya. “Rasanya pasti lega setelah membicarakan soal orientasi seksual kepada teman terdekat kita,” ucapnya. “Pertemanan seharusnya lebih terbuka, bukan untuk saling menghakimi.”

    Kalau istilah demiseksual memang ‘kamu banget’ atau beberapa pengertiannya cukup relatable, you can claim yourself as a demisexual. “Seiring berjalannya waktu, orientasi seksual orang bisa saja berubah, namun hal ini bukan menjadi suatu masalah, mungkin saat ini kamu mengaku sebagai demiseksual, tetapi dalam beberapa tahun ke depan kamu tak lagi menjadi demiseksual, wajar saja kok,” jelas Rose.


    Apa saja komunitas untuk demiseksual?

    Good news! Sudah banyak komunitas yang mendukung demiseksual, yang memungkinkan kamu untuk berkontribusi! Selain The Trevor Project dan Trevor Space, kamu bisa menemukan komunitas lain di Facebook Group, seperti The Demisexual Space, The Demisexual Group, Demisexual Social Community, dan Agender, Aromantic and Asexual.

    Ada pula bendera untuk demiseksual, yang bentuknya mirip dengan bendera aseksual, komponen warna abu-abu, putih, garis ungu, dan bentuk segitiga hitam (sedangkan kalau bendera aseksual berbentuk garis hitam).


    Bagaimana caranya, agar kita bisa menjadi pendukung yang baik?

    Be a GOOD listener! Berikan waktu ke teman atau pasangan untuk menjelaskan tentang orientasi seksual mereka. “Memahami tentang demiseksualitas itu tidak mudah,” ucap Kaszyca. “Meski demikian, jangan memotong pembicaraan mereka, dengarkan dahulu apa yang ingin mereka sampaikan terkait demiseksual, kalau mereka mengaku dirinya sebagai demiseksual, kamu harus menerima dan percaya.”

    Ketimbang hanya mengetahui demiseksual dari teman atau pasangan, lebih baik kamu mempelajari sendiri, gali informasi tentang demiseksual – percaya-lah, di era yang sudah serba maju, pengetahuan seputar orientasi seksual menjadi asupan penting untuk membantumu melihat dunia secara luas. Stay update dengan mengikuti informasi di Ace Week, atau beberapa akun social media yang membahas seputar demiseksual. Good luck!


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh penulis / Alih bahasa: Nadhifa Arundati / Image: Dok. Cosmopolitan US)