Better You

How to Handle Post-Holiday Syndrome

  by: RedaksiCosmopolitan       5/9/2011
  • Bye-bye holiday!

    Setelah libur panjang lebih dari seminggu, kini Anda harus rela kembali bertemu dengan aktivitas rutin: bekerja! Ya, kegiatan ini wajib dijalankan karena mau tak mau Anda tetap harus menyambung hidup, ladies. Tapi bukannya semangat tinggi bekerja yang muncul setelah menikmati waktu rehat cukup lama, kebanyakan dari kita justru semakin malas untuk bertemu dengan urusan kantor. Kemacetan kota yang kerap sukses membuat Anda naik darah, pekerjaan menumpuk, sampai kolega kantor yang menyebalkan, mulai membayang-bayangi hari pertama Anda beraktivitas.

    Well, Anda harus tahu ladies, kalau perasaan tidak nyaman itu merupakan gejala awal dari post-holiday syndrome. Gejala lain yang menyertai bisa ditunjukkan dengan hilangnya nafsu makan, rasa lelah di sekujur tubuh Anda, dan timbul rasa cemas. Untuk menghindarinya, ada beberapa tip yang bisa Anda terapkan agar produktivitas kerja tidak menurun, di antaranya:



    1. Jika saat ini Anda masih berlibur (lucky you!), sisakan satu hari sebelum masuk kantor untuk istirahat. Ingat! Selama hari itu jangan lakukan kegiatan apapun yang menguras stamina Anda dan tidurlah lebih awal.

    2. Buat daftar pekerjaan yang akan Anda kerjakan esok hari.


    3. Jika Anda sudah mulai masuk kantor, siapkan berkas-berkas yang akan dibawa sejak malam hari sebelumnya agar tidak terburu-buru ketika berangkat kerja di pagi hari.

    4. Baju yang tepat bisa mengubah suasana hati Anda. Jangan anggap remeh pakaian di hari pertama Anda kembali bekerja karena mood bisa terbangun hanya dari pakaian yang Anda pilih pada hari itu.

    5. Begitu sampai kantor, berbincanglah dengan rekan kerja dan jangan langsung mengerjakan pekerjaan berat. Ceritakan tentang liburan Anda yang menyenangkan atau tanyakan bagaimana rekan Anda menghabiskan waktu liburnya.

    6. Jika Anda pecinta tantangan, Anda bisa meminta proyek baru kepada atasan. Hal ini cukup membantu lho untuk kembali menyibukan diri Anda dalam pekerjaan sehingga gairah bekerja bangkit kembali.



    7. Siapkan makanan ringan kesukaan Anda karena hal tersebut bisa memompa semangat. Coba cokelat, blueberry cheese cake, atau segelas kopi.

    8. Masih suntuk juga? Coba flashback dan bayangkan kesenangan saat liburan.

    9. Bawa oleh-oleh ke kantor dan perhatikan reaksi menyenangkan dari rekan kerja.

    10. Olahraga, minum banyak air putih, dan jaga pola makan sehat Anda. Liburan bisa berefek buruk karena “mengizinkan” Anda untuk bermalas-malasan, makan segala macam makanan berlemak, dan melakukan berbagai “dosa” lainnya. Menurut spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Indonesia, dr. Grace Tumbelaka SpKO, agar aktivitas tetap berjalan lancar setelah berlibur, Anda tetap harus memerhatikan dan menjaga kebugaran fisik. Cara paling gampang adalah dengan melakukan tiga hal tersebut.

    Post-holiday syndrome ini sangat wajar terjadi selama 1-2 hari. Tapi Anda harus waspada jika hal tersebut sudah berlangsung selama berhari-hari, karena produktivitas kerja Anda bisa menurun. Anda tentu tak ingin mendapat kado liburan berupa nilai minus dari atasan, kan? (Vidi Prima/DI/Image: dok. Google)