Better You

4 Kebiasaan Buruk yang Harus Anda Hindari di Twitter

  by: Redaksi       5/9/2011
  • Hampir segala sesuatu memiliki etika yang harus dijaga. Well, termasuk juga dalam bergaul di social media. Anda tentu tidak mau tweet yang Anda tulis, ternyata mengganggu orang-orang di timeline Anda. Ya, walau Anda sama sekali tidak bermaksud mengganggu, namun seringkali beberapa kebiasaan buruk itu Anda lakukan tanpa disadari. Daripada merisikokan reputasi Anda, ada baiknya hindari kebiasaan buruk berikut saat berkicau di Twitterverse!

    Menjadikan twitter sebagai chatroom



    Membaca perbincangan dengan cara saling me-retweet, namun dengan topik yang cenderung tidak penting dan tidak berkaitan dengan diri kita, terlebih lagi dengan user yang tidak dikenal, bisa menjadi sangat menganggu. Boleh menggunakan retweet, jika content-nya memang worth-to-spread. Untuk itu, gunakan fasilitas reply bukan retweet, sehingga hanya orang-orang dalam inner circle saja yang dapat membacanya. Dan jika pembicaraan tersebut merembet menjadi topik yang berkepanjangan, maka segeralah berpindah ke fasilitas chat privat seperti BBM, Whatsapp, atau Yahoo Messenger.

    Spamming di timeline

    Apa yang Anda tulis di Twitter sudah tentu bukan hanya untuk dibaca sendiri, namun juga dibaca oleh teman-teman. Maka jika Anda ingin menulis tweet berseri panjang, maka pastikan jangan dalam waktu dan menit yang bersamaan. Anda mungkin juga akan sebal, bila seluruh timeline diisi oleh satu orang yang sama. Solusinya adalah mengambil jarak tertentu untuk setiap tweet yang akan Anda tulis, sehingga tidak menganggu lini masa teman Anda. Selain itu, batasi serial tweet Anda, jika terlalu kepanjangan, get a blog, ladies!

    Memprovokasi dengan tweet nomention



    Walaupun Anda kesal dengan kelakuan yang tidak Anda sukai dari seorang teman, bukan berarti etis untuk berkicau panjang tentang hal tersebut. Apalagi tanpa menyebutkan nama orang yang bersangkutan. Well, selain sangat kekanak-kanakan dan tidak menyelesaikan masalah sama sekali, hal tersebut malah akan mengakibatkan Anda dianggap sebagai drama queen. Efek panjangnya bisa saja membuat orang-orang menghindar untuk berteman dengan Anda.

    Curhat tentang masalah kantor

    Biarkan masalah yang terjadi di kantor tetap terjadi di dalam kantor. Sangat tidak etis membicarakan keburukan dari perusahaan yang membayar Anda setiap bulannya di hadapan publik. Selain merusak citra perusahaan, hal ini juga mencoreng kredibilitas Anda sebagai seorang pekerja. Dan untuk ke depannya tentu saja hal ini buruk untuk karier Anda. Dan Anda harus pikirkan juga, apa jadinya bila tweet Anda tersebut dibaca oleh teman sekantor, apalagi bos Anda. (Calvin Hidayat/DI/Gambar. Dok Google)