Better You

5 Sikap Destruktif yang Harus Anda Jauhi

  by: Redaksi       27/9/2011
  • Merupakan suatu hal normal untuk melakukan berbagai kesalahan dalam hidup. Tentu Anda mengalami banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana, mulai dari hal percintaan sampai dunia karier. Tetapi sadarkah Anda, bahwa banyak kegagalan tersebut terjadi karena sikap negatif yang Anda tunjukkan sejak awal. Well, untuk itu Cosmo ingin Anda mencegah beberapa sikap destruktif yang dapat merusak semangat Anda untuk menjadi pribadi fun dan fearless berikut ini.

    Sikap Destruktif: "Saya tidak disukai oleh orang banyak.”

    Banyak wanita seringkali mengungkapkan kalimat ini untuk menjelaskan keadaan saat mereka dilupakan, atau tidak diperhatikan. Padahal, hal ini terjadi karena Anda berusaha kabur dari perasaan tidak nyaman –yang sebenarnya semua orang rasakan saat berhadapan dengan orang baru. “Dengan mengasumsikan bahwa diri Anda tidak disukai, Anda meyakinkan diri sendiri bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat diubah. Dan bukan kesalahan Anda, jika Anda gagal menjadi social butterfly,” jelas Judith Wright, penulis The One Decision.



    Ubah Sudut Pandang: Mengertilah bahwa semua orang juga merasa tidak nyaman, saat memulai pembicaraan dengan stranger. Ketika Anda tahu bahwa hal ini sangat umum terjadi, Anda tidak akan mengalami penyesalan saat gagal bersosialisasi dengan orang-orang baru. Cobalah cari kelebihan positif dalam diri Anda, misalnya Anda seorang negosiator yang baik atau mampu mengeksekusi tugas dengan baik.

     

    Sikap Destruktif: "Saya itu pembawa sial.”

    Dengan sikap seperti ini, Anda akan menghancurkan segalanya baik itu kencan maupun karier. “Hal ini merupakan pernyataan yang protektif, jalan untuk menjelaskan jika banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan Anda,” jelas Lisa Firestone, PhD, penulis Conquer Your Critical Inner Voice. Jika sejak awal Anda sudah berpikiran negatif, secara tidak langsung alam bawah sadar mengatakan bahwa Anda tidak layak mendapatkan happy ending. Sehingga akan memengaruhi seluruh pekerjaan Anda, dan membuat Anda penuh dengan hawa negatif.

    Ubah Sudut Pandang: Coba deh untuk memulai membayangkan berbagai hal baik yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan pekerjaan sepenuh hati. Hal ini akan menjadi penyemangat Anda, untuk meraih kesuksesan. Dan jika ternyata gagal, Anda tidak akan terlalu menyesal. Ya, karena Anda sudah berusaha keras.

     

    Sikap Destruktif: "Saya harap semua orang merasa nyaman.”

    “Saat Anda takut merepotkan atau membuat orang lain tidak nyaman, hal itu akan membuat Anda terbatasi,“ jelas Wright. Misalnya, menjauhi seorang pria yang menyukai Anda, hanya karena sahabat Anda juga suka dengan dirinya. Anda mungkin saja tidak membuat nyaman orang lain, tetapi ketidaknyamanan mereka sebenarnya bukan merupakan alasan untuk Anda tidak mendapatkan hal yang diinginkan.

    Ubah Sudut Pandang: Selama Anda tidak berbohong, curang, atau dengan sengaja menyakiti orang lain, Anda tidak berhutang kepada siapa pun kecuali diri Anda sendiri. Memang tidak harus menjadi seorang yang careless akan kepentingan orang lain, namun bukan berarti Anda harus secara terus menerus, menempatkan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan Anda sendiri!



     

    Sikap Destruktif: "Saya Menyerah."

    Saat hidup menjadi sulit, seperti memulai pekerjaan baru dengan tekanan yang sangat tinggi. Putus asa merupakan perasaan yang wajar untuk dirasakan. “Banyak wanita melihat tantangan sebagai suatu hal yang membuat kesalahan mereka semakin besar, dan membuat mereka menyerah dibandingkan tetap berjuang, karena mereka tidak ingin terlihat bodoh atau tidak kompeten,” jelas Wright. Saat Anda yakin bahwa Anda tidak mampu menyelesaikannya, Anda tidak pernah bisa menemukan potensi diri yang sesungguhnya.

    Ubah Sudut Pandang:

    Kapanpun Anda menemui kesulitan, cobalah untuk memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan diri Anda sendiri. Bayangkan keadaan di mana Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan tersebut. Betapa bangga dan puas Anda setelah menyelesaikan hal, yang orang lain bilang Anda tidak mampu melakukannya dengan baik.

     

    Sikap Destruktif: "Jika memang nasib, sudah seharusnya hal itu terjadi.”

    Dengan terus menerus membiarkan segalanya mengalir begitu saja, malah Anda akan kehilangan banyak kesempatan yang harusnya bisa Anda dapatkan lho. “Dengan meyakinkan diri Anda bahwa ada sesuatu yang di luar kontrol Anda, apa yang sebenarnya Anda ingin katakan adalah anda takut untuk memulai langkah pertama,” jelas Wright.

    Ubah Sudut Pandang: Anda dapat mengubah nasib dengan segera mengambil tindakan. Bahkan melalui tindakan-tindakan sederhana di momen yang tepat. Seperti misalnya ketika Anda melakukan follow-up kembali pekerjaan yang sudah Anda apply, atau mencoba menghubungi nomor telepon pria tampan yang baru saja Anda kenal. Anda tidak pernah tahu kejutan-kejutan yang mungkin terjadi, sebelum mencobanya.(Calvin Hidayat/DI/Gambar: Dok.Google)