Love & Sex

5 Cara “Selamat” dari Putus Cinta

  by: Silvya Winny       5/9/2015
  • Cosmo setuju kalau putus cinta adalah masa-masa yang paling menguras emosi. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menghadapi layaknya wanita fearless. Dengan cara di bawah ini, Anda dipastikan dapat selamat dari “kejamnya” putus cinta.

    Meditasi

    Menonton film romatic comedy favorit sambil makan es krim atau meminum segelas wine memang terdengar sebagai obat yang majur untuk masalah patah hati. Namun, hal tersebut ternyata dapat membuat Anda semakin stres. Terlebih jika menyadari kalori pada satu liter es krim yang baru saja dihabiskan! Sebaiknya gunakan waktu Anda untuk bermeditasi selama lima menit untuk hati yang lebih tenang.



    Olahraga

    Olahraga mungkin menjadi hal terakhir yang ingin dilakukan ketika putus cinta. Akan tetapi, olahraga dapat memicu produksi hormon “bahagia” endorfin. Tidak ada salahnya lho untuk bangun dari tempat tidur dan jogging selama 30 menit. Selain melepas stres, Anda juga tetap sehat!


    Jangan Hindari Perasaan Sendiri

    Sering kali seseorang akan menyangkal perasaannya sendiri ketika patah hati. Padahal mengabaikan emosi hanya akan menimbulkan rasa takut. Biarkan air mata mengalir dan ekspresikan kemarahan Anda. Hal tersebut dapat membantu Anda untuk beranjak dari emosi buruk yang ditimbulkan oleh putus cinta.



    Berhenti Terobsesi

    Memang tidak mudah untuk berhenti memeriksa handphone setiap 2 menit sekali hanya untuk memastikan akankah si dia menghubungi. Yang lebih parah, Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk stalking media sosial dia. Hmmm, tidak heran Anda masih sulit untuk move on. Cobalah untuk berhenti terobsesi dengan si dia dengan mencari kegiatan yang dapat menyita fokus Anda.

    Say No To “What Went Wrong?”

    “What went wrong?”, bagi kebanyakan orang, adalah pertanyaan yang muncul pertama kali ketika hubungan berakhir. Mencari tahu hal yang membuat hubungan kandas bagaikan pisau bermata dua. Hal tersebut dapat membantu Anda memiliki hubungan yang lebih baik di masa depan. Namun, terus-menerus mencari kesalahan akan membuat Anda sulit untuk move on dan menjalin hubungan lagi. (Hana Devarianti/VP/Image: M-IMAGEPHOTOGRAPHY/ ISTOCK/ 506325193)