Better You

Ubah Kebiasaan Ini di Media Sosial, Sekarang Juga!

  by: Silvya Winny       10/9/2015
  • Menghilangkan kebiasaan buruk di media sosial memang sama sulitnya dengan mengubah kebiasaan lama. Tapi dengan melakukan ini, Anda bisa hidup lebih tenang dan bahagia. Inilah enam kebiasaan buruk di media sosial yang harus Anda hindari mulai saat ini.

    Lupakan Soal “Like”
    Jangan terobsesi dengan angka! Tak perlu terus menerus me-refresh profil Anda usai mengunggah foto di Instagram dan menunggu hingga puluhan atau ratusan orang menekan like pada foto Anda. Daripada terus menghitung, lebih baik manfaatkan waktu melakukan kegiatan lain.

    Jangan Share Artikel Hanya Karena Headline
    Media sosial adalah wadah untuk saling berbagi pandangan atau opini akan suatu hal. Sering mencuit kembali artikel hanya karena headline padahal belum dibaca sama saja dengan merekomendasi restoran yang belum pernah dikunjungi. Pastikan selalu berbagi artikel yang bisa mewakili diri Anda dan bermanfaat untuk orang lain.



    Tagar Berlebihan
    Kadang para selebriti sering menulis caption dengan tagar super banyak dan panjang. Ya, Anda bebas menulis tagar apa pun untuk mengekspresikan diri, namun pikir dua kali sebelum menulis semua kalimat dengan tagar #Never #Do #This #Ladies!

    Saling Sindir
    Saat ada masalah hindari curhat di media sosial dengan pesan terselubung. Menulis status atau caption untuk menyindir seseorang hanya akan membuat Anda terlihat kekanak-kanakan. Tak jarang pertengkaran terjadi akibat salah paham di media sosial lho. So, please make it stop.



    Mengirim Notifikasi Permainan
    Permainan Candy Crush memang sangat seru, tapi tak semua orang tertarik memainkannya, kan? Mulai saat ini berhenti mengirim tautan permainan ke semua teman di media sosial karena hal tersebut bisa menganggu. Jadi, setiap kali “nyawa” permainan habis, letakkan ponsel Anda dan lakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

    Iri dengan Postingan Orang Lain
    Teman-teman Anda mungkin punya kehidupan yang terlihat wow di akun media sosial mereka. Tapi hal itu bisa saja itu hanya pencitraan yang ingin ditampilkan dan belum tentu real lives  yang benar-benar dijalani. Tak perlu ikut-ikutan memotret makanan di restoran mewah hanya demi persaingan. Dari pada iri, mengapa tak mengunggah karya do-it-yourself Anda saja? (Soca Massardi/VP/Image: Outnow.ch)