Better You

Cara Efektif Berhenti Menjadi People Pleaser

  by: Silvya Winny       13/9/2015
  • Apakah menghabiskan sebagian besar waktu untuk memenuhi keinginan orang lain tanpa memikirkan keinginan diri sendiri? Hmmm, tidak perlu diragukan lagi Anda adalah seorang people pleaser. Meski hal tersebut tidak sepenuhnya buruk, seorang people pleaser sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Agar hal itu tidak terjadi, coba terapkan sikap di bawah ini.

    Belajar Berkata “Tidak”

    “Ya” adalah mantra ajaib seorang people pleaser. Sebaliknya, “tidak” menjadi kata yang dilarang diucapkan. Padahal, tidak ada salahnya, lho untuk mengucapkan hal tersebut untuk mendapatkan hal yang Anda inginkan. Agar orang lain tidak merasa tersinggung, coba katakan “tidak” dengan sopan tetapi tetap tegas. Lakukan hal tersebut setiap kali Anda merasa tidak setuju dengan sesuatu.



    Katakan yang Diinginkan

    Jika merasa kalau Anda telah melakukannya banyak hal untuk orang lain, tetapi mereka tidak melakukan apa pun untuk Anda, mungkin itu karena Anda tidak berani mengungkapkan keinginan. Tidak ada yang salah untuk menyuarakan pendapat. Ini adalah pintu untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan.

    Lakukan Sesuatu untuk Diri Sendiri

    Satu hal yang sering dilupakan oleh people pleaser adalah memanjakan diri sendiri. Sesekali coba, deh lakukan sesuatu untuk diri Anda sendiri. Pergi liburan, menonton teater, atau hal sederhana seperti memotong rambut akan memberikan rasa percaya diri. Apa pun yang Anda lakukan, lakukan untuk diri sendiri dan cobalah untuk tidak mengkhawatirkan yang dipikirkan orang lain.



    Beri Batasan

    Berhenti menjadi people-pleaser juga bisa dilakukan dengan memberikan batasan yang jelas kepada orang lain. Misalnya, jika ingin membantu rekan kerja menyelesaikan tugasnya, katakan kalau Anda hanya bersedia untuk menyelesaikan sebagian saja bukan keseluruhan tugas tersebut. Katakan batasan tersebut dengan sopan sehingga orang lain akan lebih mudah untuk mengerti.

    Belajar Kompromi

    Tidak menjadi people-pleaser bukan berarti Anda harus menjadi seseorang yang egois dan arogan. Setelah menentukan batasan, belajar untuk berkompromi dengan orang lain. Selalu pilih solusi yang dapat menguntungkan Anda dan orang lain. (Hana Devarianti/VP/Images: Warner Bros.)