Better You

Yuk, Minta Orang untuk Mengkritik Anda

  by: Silvya Winny       23/9/2015
  • Duh, kesal ya kalau menerima kritikan, entah itu atas karakter Anda ataupun performa pekerjaan—your little miss Ego just won’t allow it! Akhirnya Anda pun jadi defensif atau menyerang balik. Hmm, wrong move, ladies. Mending melihat kritikan dari perspektif berikut ini.

    Kritik adalah Komunikasi

    Ketika seseorang memberikan kritikan atas hasil pekerjaan Anda berarti orang itu tengah mengomunikasikan pendapatnya. Sekarang yang jadi masalah adalah, do you accept it or not? Bila selama ini respons standar Anda adalah untuk melawan balik (dengan berbagai alasan eksternal yang tidak nyambung) maka sekali ini coba deh untuk menerimanya dengan lapang dada (dan dengan senyuman lebar). “Terkadang menyetujui kritikan dapat meredam konflik,” ujar motivator Richard Carlson. “Dan sebagai imbalannya Anda mungkin dapat mengetahui hal baru tentang Anda serta melatih diri Anda untuk jadi lebih ‘tenang’.”



    Kritik Memberikan Anda Keunggulan

    Coba bayangkan skenario ini: seorang klien atau pelanggan memberikan kritikan tentang produk/karya Anda, dan kemudian Anda menggunakan informasi baru tersebut untuk menciptakan suatu produk yang lebih sempurna, yang lebih sesuai dengan keinginan klien Anda. It’s interesting when you look at things from a different perspective, right?



    Kritik Mendorong Anda untuk Lebih Reflektif

    Selama ini Anda menganggap diri Anda sudah “sempurna”, tapi sekali menerima kritikan tentang karakter, oops, langsung deh mood Anda terjun bebas. Well, kembali lagi ke poin pertama: Terimalah dulu kritikan tersebut dengan tenang dan objektif. Atau dalam kata-kata yang lebih simpel, jangan terlalu personal, dear, karena sikap tersebut ampuh merusak segala relationship dalam hidup Anda, lho. Again, bila Anda merasa masukan- err, kritikan tersebut ada positifnya, why not try it? Namun harus diingat juga ya: Bila orang yang melayangkan kritikan adalah orang yang suka mem-bully dan gemar merendahkan orang, Cosmo say: kick his ego back, please! (Sahiri Loing / SW / Image: moodboard / Thinkstock)