Better You

Menulis dengan Tangan? Why Not!

  by: Adya Azka       27/9/2015
  • Menulis dengan tangan? Yuck—untuk apa punya laptop atau tablet dong? Well, ladies, terkadang cara yang old-school tak melulu inferior dibandingkan apa yang ditawarkan oleh teknologi lho, tak terkecuali menulis dengan instrumen menulis alami Anda.

    Mengaktifkan Fungsi Otak
    Di era WhatsAp dan Notes anjuran menulis dengan tangan mungkin akan membuat Anda berpikir, “Ha? Apa gunanya capek-capek nulis kalau bisa pake keyboard?” A LOT, dear! “Saat kita menulis, suatu sirkuit neural pada otak akan teraktivasi,” ujar Stanislas Dehaene, psikolog di College de France di Paris. “Gestur ini akan langsung mengaktifkan simulasi mental pada otak.” Studi pada 2012 oleh Karin James, psikolog di Indiana University, AS, membuktikan seorang anak yang menulis dengan tangan akan meningkatkan aktivitas mental yang biasanya baru terjadi pada orang dewasa saat mereka membaca dan menulis. Sementara hasil yang sama tak ditemukan pada anak yang menulis dengan keyboard.

    Memproduksi Banyak Ide Baru
    Penulis Austin Kleon sangat mendukung aktivitas “zaman dulu” ini. “Komputer memang ideal untuk mengedit ide Anda, tapi tidak efektif dalam mengembangkan ide,” ujar sang penulis Newspaper Blackout ini. “Bekerja di depan komputer begitu stagnan—Anda perlu bergerak dan melibatkan seluruh tubuh untuk menciptakan karya seni, jangan hanya menyimpannya di kepala.” Kleon menawarkan tip berikut: siapkan dua meja kerja—analog dan digital—di rumah. Meja analog bebas alat elektronik dan khusus untuk mengembangkan ide dengan kertas dan pena; setelah kelar menulis baru Anda bergeser ke meja digital untuk menyimpan dan mempublikasikan karya Anda.





    Membuat Anda Cepat Tanggap
    Memang tak dimungkiri saat Anda menulis di laptop otak Anda akan seolah bergerak secara autopilot—kalau ada typo ya tinggal delete atau edit. Sementara menulis dengan tangan (walau hanya poin-poin saja) saat menerima informasi baru akan membuat Anda lebih alert dan lebih mudah memahami konteks, dan itulah yang diungkap dari studi dua psikolog—Pam A.Mueller dan Daniel M. Oppenheimer—saat mereka meneliti proses penyerapan data mahasiswa di kampus. “Menulis dengan tangan akan memaksa Anda untuk lebih fokus akan apa yang lebih penting,” ujar psikolog Paul Bloom tentang studi tersebut. So, ladies, let’s bring out the pencils! (Sahiri Loing / SW / Image: Szepy / iStock / Thinkstock)