Celebrity

Tips Menjadi Social Media Influencer dari Clara Devi

  by: Silvya Winny       6/9/2016
  • Spesial di edisi ulang tahun Cosmopolitan Indonesia ke-19, Cosmo berkesempatan duduk langsung dengan beberapa social media influencer salah satunya Clara Devi, atau dikenal dengan nama akun Instagram @lucedaleco. Melihat jumlah followers yang setia mengikuti update kehidupan sehari-harinya, mulai dari outfit of the day, beauty routine, hingga kesibukan pekerjaannya, kian hari makin bertambah. Perjalanan Clara menekuni pekerjaan di dunia maya sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Dan, karena itu, percakapan Cosmo dengannya akan menjadi pelajaran berharga untuk Anda yang tertarik menggeluti profesi ini.

    Cosmo (C): Kalau dilihat, Anda memang hobi menulis ya sejak dulu?
    Clara: Ya, saya mulai mulai blog (blogging) sejak tahun 2007, masa di mana media sosial belum seramai saat ini. Saat itu saya blogging untuk menyalurkan passion. Dengan berkembangnya teknologi dan media sosial, ternyata ini membuka jalan untuk berkarier karena bisa membantu saya berinteraksi langsung dengan pembaca.

     



    C: Dengan begitu, Anda fokus menjalani profesi ini?
    Clara:
    Iya dan gak sih. Saya juga punya pekerjaan part time di sebuah digital agency. Jadi influencer adalah bukan juga pekerjaan utama, media sosial itu hanya medianya. 50-50 porsinya. Zaman sekarang semua orang beralih ke digital, lantaran market-nya ada di sana sehingga ya kita pun harus eksis di situ. Tapi bukan hanya ingin eksis yang gaya saja, tapi kita mesti punya sesuatu (digitally) yang mendukung bisnis ini.

    C: Apa skill yang dibutuhkan untuk bertahan?
    Clara:
    Menurut saya, untuk para content creator yang ingin serius, tulisan dan foto secara digital itu sangat esensial dan jadi pilar mereka yang bisa dipakai sebagai portofolio.



     

    C: Clara, bolehkah berbagi ke pembaca apa pesan yang bisa Anda sampaikan bagi mereka yang ingin menekuni industri ini?
    Clara:
    Yang utama adalah, Anda harus bisa bertahan hidup meski media sosial itu tidak eksis lagi. Tren ini sangat cepat terjadi, dan saya personally tidak mudah percaya pada apapun yang mudah booming. Jangan pernah mudah tergiur dengan angka dan mementingkan content hanya karena gambar dan foto-fotonya cantik. Kedua, selalu percaya apapun yang instan gak bisa bertahan lama (apalagi yang punya mindset menggampangkan). Kalo menganggapnya gampang, semua orang akan melakukan itu dan Anda bisa  tenggelam dalam kompetisi itu. Jadi selalu pilihlah jalan yang susah. Ketika ingin ada di industri, Anda tetap perlu skill: karakter dan content yang kuat dan berguna bagi orang lain. Ini yang bisa membuat Anda tetap dicari!

    Dimuat dalam Edisi September Cosmopolitan Indonesia
    Akreditasi:

    Penulis: Silvya Winny / FT
    Pengarah Gaya: Nina Natasya
    Fotografer: Adi Setyo
    Digital Imaging: Veby Citra
    Makeup Artist: Kiky Lutan
    Wardrobe: Atasan dan celana, Pomelo; topi baret, Axioologie; Tas koper, Samsonite; Aksesori, VNC.