Beauty

Tip Ampuh Mencegah dan Mengatasi Milia

  by: Ainjia Phioltia Paat       6/9/2016
  • Milia atau milium adalah benjolan sangat kecil berwarna putih yang muncul di permukaan kulit, tak mengenal usia maupun jenis kelamin. Pada wajah biasanya milia muncul pada daerah sekitar mata, pipi, hidung, dan dagu. Milia mengandung protein bernama keratin yang terperangkap di bawah jaringan epidermis kulit. Tidak seperti komedo atau jerawat, milia membutuhkan penangan berbeda. Milia sangat sulit untuk dikeluarkan sendiri, butuh bantuan alat dari dokter kulit. Memang tidak terasa sakit, namun milia cukup mengganggu penampilan, apalagi jika muncul dalam jumlah banyak. Baca terus tip Cosmo yang bisa membantu Anda menangani milia secara sukses!

    1. Rutin membersihkan wajah

    Membersihkan wajah secara teratur akan mencegah kotoran menumpuk pada pori-pori kulit sehingga mencegah timbulnya milia.




    2. Pakai sunscreen

    Efek negatif dari sinar UV salah satunya adalah menebalkan kulit. Dengan menebalnya jaringan epidermis, maka keratin yang berada di bawahnya pun semakin susah keluar. Dengan memakai sunscreen atau sunblock akan meminimalisir efek buruk sinar UV pada kulit. Pilih oil-free sunscreen yang akan melindungi kulit Anda dari bahaya sinar UV tapi tidak membuat pori tersumbat.


    3. Exfoliate

    Sel kulit mati yang menumpuk pada wajah juga bisa membuat keratin terperangkap dan menyebabkan milia. Eksfoliasi kulit Anda 3 kali seminggu dan gunakan exfoliator yang lembut. Terlalu sering scrubbing muka juga tidak berefek baik, malah bisa menyebabkan milia baru karena abrasi berlebih. Pakai gentle exfoliant seperti hyaluronic acid agar tidak berefek keras pada kulit. Anda memiliki milia di bawah mata? Salah satu penyebabnya selain dampak sinar matahari, ialah malfungsi saat peristiwa eksfoliasi alami kulit terjadi. Nah, siasati masalah ini dengan mengaplikasikan krim dengan formula retinoid atau produk exfoliant yang mengandung AHA ataupun BHA setidaknya 2% dalam komposisinya. Jika tidak ada kemajuan yang berarti selama sebulan, tingkatkan menjadi 9%. Lebih dari itu, gunakan sesuai petunjuk dokter.


    4. Pakai retinol

    Krim, lotion, atau serum yang mengandung retinol dapat mengeksfoliasi kulit, menjaganya agar tetap lembut dan bersih. Untuk hasil yang maksimal, pakai retinol lotion di area yang memiliki masalah milia, namun jangan memakai retinol di area kelopak mata karena bisa membuat iritasi dan terasa pedih di mata.




    5. Hubungi dermatologis Anda

    Jika ingin menghilangkan milia di wajah, Anda perlu bantuan profesional. Dermatologis bisa menentukan perawatan yang tepat untuk kebutuhan dan jenis kulit Anda. Jangan mencoba mengeluarkan milia sendiri di rumah memakai jarum karena bisa menyebabkan infeksi dan bekas luka yang sulit hilang. Pengobatan yang dapat dilakukan contohnya chemical peels, microdermabrasion, maupun laser. Beberapa alternatif lain meliputi cryotherapy yang biasanya ditujukan untuk milia pada area sensitif seperti kelopak mata yang lebih baik tidak diolesi retinoid cream. Meski memakan biaya lebih, treatment seperti ini tidak akan menimbulkan bekas jika dilakukan secara benar.


    6. Ekstraksi

    Memencet milia secara mandiri harus dilakukan dengan memakai jarum dan alat ekstraksi komedo yang telah disterilkan terlebih dahulu. Ekstraksi tersebut hanya bisa dilakukan setelah membersihkan muka dan menunggu hingga permukaannya benar-benar kering serta menghindari tekanan berlebihan. Jika Anda khawatir bahwa melakukan proses ini di rumah akan memperburuk kondisi kulit, pergilah ke ahli dermatologi.

     

    (Marine Widya, Melur Pinilih/AP/Image: various)