Love & Sex

Jawab 5 Pertanyaan Ini Sebelum Memulai Hubungan Baru

  by: Sky Drupadi       10/9/2017
  • Awal sebuah hubungan selalu dipenuhi dengan kembang api dan kebahagiaan. Namun sebelum Anda terburu-buru, sebaiknya tanyakan 5 hal berikut pada diri Anda sendiri. Mungkin dengan menemukan jawaban yang tepat, Anda bisa menyelamatkan diri (dan si dia) dari sakit hati jangka panjang.

     

    “Saya menyukai si dia, atau hanya tidak ingin single?”



    Pertanyaan ini simpel, tapi berperan penting dalam hubungan Anda. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan pendamping. Jadi, alami saja jika saat sedang single, Anda menginginkan kasih sayang seorang pria. Jangan sampai hal ini “membutakan” Anda saat sedang bersama si pria incaran. Jika ternyata Anda dan dia tidak cocok, apa Anda mau menjadi kekasihnya hanya demi menghilangkan status single?

     

    “Berapa banyak persamaan kami?”

    Salah satu hal yang bisa membuat Anda tertarik dengan si dia adalah persamaan. Biasanya, kesalahan utama saat berkencan adalah menanyakan hobi atau hal favorit, misalnya selera musik, film, atau video game yang suka dimainkan. Tapi ada yang lebih dari itu. Apakah ambisi Anda dan dia sama? Visi hubungan? Cara pandang hidup? Mindset? Inilah pertanyaan yang perlu dijawab sebelum melanjutkan ke level berikutnya.

     

    “Apa saya bisa mentolerasi perbedaan kami?”



    Di mana ada persamaan, pasti ada perbedaan. Masalahnya, apa Anda bisa mentolerasi perbedaan tersebut? Semisal, Anda tidak bisa makan pedas, namun si dia merupakan pecinta sambal. Apa Anda ingin dan mampu menemaninya setiap kali wisata kuliner? Atau ia memiliki kucing, padahal Anda alergi berat. Tidak mungkin kan Anda meminta untuk menyingkirkan binatang peliharannya? Anda harus tahu seberapa jauh Anda rela berkorban untuknya, dan lebih penting lagi, is he worth it?

     

    “Apa saya tulus saat berkencan dengannya?”

    Tidak jauh dari poin pertama, namun lebih detail lagi. Ada banyak alasan seseorang menerima ajakan kencan selain ketertarikan. Bisa jadi, Anda tidak tega menolaknya. Atau Anda ingin melampiaskan sakit hati dari sebuah break-up. Apapun alasan Anda, jika tidak dilakukan karena ketertarikan pada si dia, maka tidak perlu lagi Anda menghabiskan waktu untuk hubungan tersebut.

     

    “Bagaimana cara kami memecahkan masalah?”

    Perbedaan pendapat dan pertengkaran merupakan hal yang wajar dalam hubungan. Tapi, tiap pasangan memiliki caranya masing-masing untuk menyelesaikannya. Perdebatan harus disampaikan dengan cara yang positif. Jika dipenuhi dengan teriakan dan tangisan... sepertinya skip saja dan cari yang lain, darling. (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. outnow.ch)