Career

Cara Mengatasi Pertanyaan Tidak Sopan Saat Interview

  by: Sky Drupadi       18/9/2017
  • Menghadiri sebuah wawancara pekerjaan, Anda merasa segalanya sedang berjalan dengan lancar. Sampai akhirnya si pewawancara melontarkan pertanyaan: “apa Anda ada rencana untuk berkeluarga dalam satu tahun ini?”

    Umm, awkward... Dalam hati, Anda merasa bahwa pertanyaan tersebut tidak pantas karena Anda ingin dinilai berdasarkan kemampuan, skill, serta pengalaman, bukan status keluarga. Sayangnya, kasus seperti ini tidak jarang ditemukan saat sedang job interview. Pihak perusahaan merasa memiliki wewenang untuk mengetahui status pernikahan, kesehatan, umur, agama, sampai keadaan finansial Anda. Lantas, apa yang bisa Anda lakukan ketika berada dalam situasi tersebut?

     



    Pilihan 1: Tidak Menjawab

    Pertama, Anda harus mengetahui bahwa Anda memiliki hak untuk tidak menjawab. Semisal, pewawancara menanyakan “apa Anda suka berpesta dan minum alkohol?” Anda dapat berkata, “maaf, saya lebih nyaman jika kami membicarakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan ini.”

    Buruknya, ia akan tersinggung dan memutuskan untuk mencari pegawai lain. If that's the case, tak perlu bersedih, dear. Justru, Anda berhasil menghindari sebuah perusahaan yang tidak bisa menghargai pegawainya. Nah, skenario lain adalah, si pewawancara sengaja menanyakan hal tersebut untuk menguji Anda. Apa Anda bisa membela diri sendiri dalam situasi tertentu?

     

    Pilihan 2: Jujur

    Memang, ada beberapa pertanyaan yang bisa buat Anda tidak nyaman. Namun, jika tidak keberatan untuk menjawabnya, maka itu pilihan Anda. Mungkin Anda tidak masalah jika si calon bos mengetahui bahwa Anda pernah ditilang karena mengebut di jalan, atau jika Anda merupakan seorang single mother.



    Sebagian besar pertanyaan mereka pun biasanya akan terbongkar melalui background check yang biasa dilakukan sebuah perusahaan untuk calon pegawainya. Tapi ingat juga, jika mereka berkali-kali menanyakan hal yang tidak pantas saat interview, bagaimana nanti ketika Anda telah menjadi pegawai di perusahaan tersebut?

     

    Pilihan 3: Mengelak

    Melainkan menutup mulut atau menjawab jujur, Anda dapat merespon sebuah pertanyaan dengan pernyataan. Misalnya, si pewawancara bertanya: “apa Anda merupakan warga negara Indonesia?”

    Anda dapat merespon dengan sopan dan tenang, “sejak lulus dari (sebuah Universitas di Indonesia), saya telah bekerja di perusahaan yang sama selama 5 tahun. Saya percaya dapat memajukan jenjang karier saya di perusahaan ini.”

    Tanpa menjawab 'iya' atau 'tidak', Anda menunjukkan bahwa Indonesia bukanlah negara yang asing bagi Anda. Perkuliahan dan pekerjaan pun telah Anda lalui tanpa masalah. Terlebih lagi, Anda menekankan interest terhadap perusahaan tersebut sehingga sesi wawancara dapat dikembalikan pada jalur yang benar. Sisanya, ada di tangan Anda. Score that job, ladies! (Sky Drupadi / SW / Image: Shutterstock)