Love & Sex

55 Pertanyaan Membingungkan Seputar Cinta, TERJAWAB!

  by: Silvya Winny       28/9/2017
  • Berhenti menganalisa berlebihan soal cinta. Cosmo dan para pakar cinta akan membimbing Anda menghadapi segala persoalan asmara.

    1. Sudah empat hari sejak kencan, tapi ia belum telepon juga. Apa dia suka saya? Mungkin. Kirim e-mail dan katakan Anda senang saat bersamanya. Kalau ini tidak memancingnya, move on mentally.


    2. Kenapa setelah saya telepon, ia cuma memberi balasan via SMS? Pria tidak suka ribet. Bagi mereka, itu tindakan cepat untuk tetap berhubungan dengan Anda walau sedang sibuk kerja.




    3. Sahabatnya membawa pengaruh buruk. Apa yang bisa saya lakukan? Nada. Pria sangat loyal dengan sahabatnya. Yang penting sifatnya tidak berubah, itu saja yang perlu Anda ingat.


    4. Seberapa pentingkah bisa berhubungan baik dengan ibunya? Penting sekali. Jangan terkesan memaksa untuk sedekat BFF. Bersikap baiklah dan respectful, sudah cukup.


    5. Ia tak pernah menyusun rencana apapun itu. Bagaimana supaya ia bisa? Bawa ia kencan yang ia suka, seperti nonton bola misalnya. Disela-sela kencan, katakan kalau Anda ingin ia yang atur kencan berikutnya.


    6. Sudah lima tahun kencan, ia belum melamar. Bad sign? Tidak selalu. Kalau Anda tidak terus terang menginginkan “cincin” itu lebih dulu, pria akan berasumsi Anda masih menikmati status ini.


    7. Ia masih berhubungan dengan mantan. Bolehkah saya cemas? Tidak, selama ia masih melibatkan Anda ketika mereka bersama.


    8. Boleh saya sok “jual mahal” walaupun sudah bertahun-tahun bersama? Kadang boleh. Karena ini menantang si dia untuk kembali ke masa masih mengejar-ngejar Anda.


    9. Ia tidak pernah mengaku saat ia salah. Bagaimana mengubah sifatnya? Buatlah seperti sebuah taruhan siapa yang benar dan salah – pemenang akan dapat massage, mau tidak mau ia akan mengaku saat kalah.


    10. Waktu saya minta pendapat tentang wedding day, ia cuma bilang, “Terserah.” Mengapa begitu? Pria sebenarnya peduli dengan big day – sayangnya ia tidak peka seperti Anda untuk hal-hal remeh seperti, motif taplak and so on.


    11. Apa yang harus saya ucapkan saat memulai percakapan dengan pria itu? “Hai, nama saya ___.” Lalu jatuhkan pujian pada sesuatu, semisal warna kemeja yang ia kenakan misalnya.


    12. Orangtua tidak menyukai kekasih. Apa harus saya turuti keinginannya? Kalau apa yang ia katakan juga disetujui oleh sahabat, adik Anda, teman kerja, berarti ya jauhi dia!


    13. Jadwal kerja saya dan kekasih sering bentrok. Apa masih ada harapan? Ya. Kalau Anda memanfaatkan waktu dengan maksimal saat bersama, ini kesempatan untuk memperlihatkan betapa seriusnya Anda.


    14. Apa rahasia agar long distance relationship bisa berjalan baik? Komunikasi rutin setiap hari, walaupun itu hanya lewat e-mail singkat.


    15. Bagaimana kami bisa bangkit setelah bertengkar hebat? Tahan dorongan untuk membahasnya lagi, dan belaian lembut Anda di area punggungnya bisa meredakan emosinya.


    16. Saya dan kekasih LDR cukup lama. Ada ide hadiah yang fun untuknya? Cari tahu ke restoran yang ia tuju untuk lunch. Telepon dan pesan cocktails kesukaannya. It'll impress him dan sahabatnya pun.


    17. Si dia tidak pernah sedikitpun cemburu. Apa saya perlu khawatir? Not at all. Cemburu itu cermin dari perasaan insecure, bukan tanda cinta, and it's not sexy.


    18. Ia sangat sering party. Lanjut atau putus? Katakan Anda bukan tipe wanita yang sering pulang malam. Jika ia tidak paham maksud itu, sorry, ia bukan kekasih yang tepat untuk Anda.


    19. Apa memberi ancaman selalu berhasil? Bisa saja, asalkan Anda tidak berubah jadi pengecut dan luluh setelah mengucapkannya.


    20. Saya suka melihat Facebook-nya. Aneh tidak? Tidak sih. Tapi kalau setiap menit Anda bersamanya apa masih perlu menjadi “polisi” seperti itu?


    21. Apa boleh saya bertanya soal mantannya? Boleh. Hal yang basic ya, seperti berapa lama ia pacaran dengannya. Lebih dari itu? Tidak.


    22. Pria itu suka “jual mahal” tidak sih? Pria tidak seperti wanita, ladies. Saat ia tertarik pada Anda, ia akan mengejar-ngejar Anda tanpa henti.


    23. Friends with benefit, apa benar bisa terjadi? Bisa saja. Namun saat ada perasaan muncul, Anda harus memutuskan: kencan atau stop di situ.


    24. Cara terbaik untuk putus tanpa menyakitinya? Buka dengan kalimat pujian, “You're amazing person, namun sepertinya kita tidak cocok satu sama lain.”


    25. Saya ucapkan, “I love you,” ia tidak respons apa-apa. Pertanda buruk? Tidak, bila ia masih merespons soal rencana berlibur berdua atau dinner akhir pekan nanti. Jika ia tidak, ia tidak menaruh rasa pada Anda.


    26. Rasanya percikan asmara itu tak ada lagi. Haruskah diakhiri? Hubungan juga bisa mengalami masa krisis. Pergilah bertualang bersamanya, undang sesuatu yang baru ke atas ranjang, and reevaluate in a month.


    27. Orang yang selingkuh akan mengulangi kesalahan yang sama, benar begitu? Bisa dibilang begitu. Kecuali ia menjelaskan apa yang ia perbuat dan menunjukkan penyesalan, tapi tetap, hati-hati.


    28. Kami sudah lama bersama, dan ia belum membawa saya ke sahabatnya. Why not NOW? Ia sedang berpikir ke depan. Pria butuh banyak dukungan dari sahabatnya sebelum melangkah lebih serius.




    29. Bagaimana cara terbaik untuk move on dari mantan? Beri waktu untuk sendiri. Ganti nomor telepon si dia dengan nomor sahabat. Jadi sewaktu sedih, Anda justru meraih sahabat Anda bukan si dia.


    30. Ia punya banyak sahabat wanita, bagaimana saya bisa dekat bersama mereka? Ajak mereka walau sekedar girls night out. Ide seperti wine tasting, bisa membuat suasana jadi santai.


    31. Dulu saya selingkuh, tapi saya tetap memilih bersama dengan kekasih. Apa saya perlu mengaku? No. Cari tahu mengapa dulu Anda pernah membuat kesalahan itu, lalu berusahalah untuk memperbaiki apa yang salah dari relationship Anda.


    32. Kami sudah dating lebih dari dua tahun. Wajarkah kalau saya membahas soal nikah? Boleh. Katakan tanpa maksud apa-apa begini, “Siapa yang layak jadi best man kamu nanti?”


    33. Apa sebenarnya maksud kata-kata “Beri saya waktu dulu ya”? Kurang lebih begini artinya, “Saya ingin mengakhiri hubungan ini tapi tidak berani mengatakannya langsung.”


    34. Saya hujani ia dengan bilang “I love you” hampir setiap hari. Kok dia tidak ya? Men don't verbalize their feelings, mereka berkata lewat tindakan. Selama ia masih bertindak, Anda aman kok.


    35. Kami tidak pernah bertengkar. Apa itu sehat? Ya, selama debat-debat kecil karena tidak setuju dengan pendapatnya masih sering terjadi, tidak apa-apa.


    36. Entah ke berapa kalinya kami putus sambung. Apa ini normal? Jelas tidak. Putus baru berlaku ketika sesuatu yang terjadi tidak bisa lagi diperbaiki. Bereskan apa yang perlu diperbaiki atau move on.


    37. Kenapa pria sering merespons hanya satu kata, is it just a dude thing? Ya, mereka memang malas. Tegur ia saat ia melakukan hal yang sama di tengah percakapan penting.


    38. Bagaimana cara mendeteksi jika ia belum bisa melupakan mantannya? Tiga pertanda utama: Ia membandingkan, ia mendadak ingin serius, dan ia menjelek-jelekkan mantannya di depan Anda.


    39. Saya cinta, tapi saya ragu padanya. Normal tidak? Mengira ia berbuat yang tidak-tidak itu wajar, tapi kalau ia sudah mulai mengomel, waspada ya ladies.


    40. Pacar sering bercanda di tengah obrolan serius. Maksudnya apa? Ini jurus pria untuk membela diri. Sebenarnya mereka sedang mengulur waktu buat memberi jawaban yang tepat untuk Anda.


    41. Mengapa ia bisa mengingat seluruh pemenang champion series, tapi tidak soal kencan kami? Pria tidak mengingat hal-hal kecil. Ia ingat persis perasaannya saat kencan pertama, tapi tidak urusan nama restoran, baju yang Anda pakai, atau makanan yang Anda pesan.


    42. Jelaskan apa definisi selingkuh? Apapun yang ingin Anda tutupi darinya, entah itu pesan flirty atau pujian dari seorang pria... atau sahabat pria Anda.


    43. Saya tidak dekat dengan sahabatnya, apakah ini masalah? Tidak sama sekali. Anda cuma perlu bersikap friendly, bukannya berusaha keras untuk jadi BFF.


    44. Kapan waktu yang tepat untuk bilang “I love you”? Tunggu sampai 90 hari, untuk memastikan kalau perasaan Anda bukan cuma nafsu saja.


    45. Ia masih suka flirting di depan saya. Kenapa? Insecurity – hanya untuk membuktikan jika ia masih diinginkan... and he's lame. Just saying.


    47. Berapa lama saya bisa kembali kencan setelah patah hati? Tunggu sampai 8 minggu kalau tidak ingin pria yang Anda kencani hanya sekadar jadi pelampiasan.


    48. Usia saya lebih dari 30 dan lajang. Apa saya tidak akan pernah menikah? Ah, secara statistik, banyak wanita Indonesia yang menikah, so... relax.


    49. Apakah open relationship bisa berhasil? TIDAK!


    50. Saya tidak tahan dengan sifat orangtua si dia. Bagaimana cara mengatasinya? Ingat satu hal yang selalu kekasih banggakan soal orangtuanya, ini akan memudahkan Anda untuk menjalani situasinya.


    51. Sepertinya, ia suka saya, tapi ia memiliki kekasih. Apa yang saya harus lakukan? Tidak ada. Kalau ia sadar akan perasaannya, ia pasti akan memilih.


    52. Saya sering membandingkan relationship saya dan sahabat, apalagi saat mereka PDA di social media. Block saja mereka dari news feed Anda supaya tak mengusik pikiran Anda.


    54. Setiap makan di luar, kami selalu bayar terpisah. Bagaimana memberitahunya tanpa menyinggungnya? Inisiatif katakan kalau kencan kali ini Anda yang bayar, lalu giliran ia pada kencan berikutnya. Anda berdua jadi terbiasa mentraktir satu sama lain.


    55. Hal apa saja yang boleh saya bahas soal mantan di depan kekasih? Hanya soal fakta: Berapa lama Anda bersama, siapa yang mengakhiri hubungan – dan stop, sampai di situ saja. (Silvya Winny / Image: Dean Drobot / Shutterstock / Clickphotos)

    Sumber: Jeffrey Bernstein, PhD, penulis buku Why Can't You Read My Mind; Christie Hartiman, PhD, penulis buku It's Not Him, It's You.