Lifestyle

Perjalanan Karier Jojo, Si Pebulu Tangkis Favorit

  by: Yemima Hutapea       4/9/2018
  • Girls, pasti masih ingat dengan atlet yang berhasil meraih medali emas di turnamen bulu tangkis Asian Games 2018 kan? Jonathan Christie atau yang akrab dipanggil Jojo ternyata memulai karirnya di umur yang muda belia yaitu 6 tahun. Jojo pertama kali bermain bulu tangkis pada saat dia kelas 1 SD. Jojo mengaku bahwa kecintaannya pada bulu tangkis itu dimulai dengan tidak sengaja. Pada saat ia menginjak bangku dasar, setiap anak diwajibkan untuk memilih satu cabang ekstrakurikuler. Diantaranya adalah bulu tangkis, basket dan sepak bola. Karena tidak ingin kulit anaknya menjadi hitam, maka ayah Jojo menyuruh anaknya tersebut untuk mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis. Sejak saat itu, ia aktif mengikuti lomba bulu tangkis antar sekolah dan unggul di setiap permainan.





    Setelah aktif tanding di perlombaan antar sekolah, akhirnya orang tua Jojo mendaftarkannya di sebuah klub bulu tangkis yaitu PB Tangkas Specs. Dari situ, Jojo mulai banyak memenangkan kejuaraan regional dan nasional seperti salah satunya Olimpiade Bulu Tangkis Pelajar SD Se-Asia Tenggara. Prestasinya ini berhasil membuat Jojo mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.





    Bukan hanya itu, Jojo juga berhasil meraih lima gelar juara di tahun 2008, saat umurnya masih 11 tahun yakni juara I kejuaraan daerah (kejurda) DKI Jakarta, juara I kejuaraan usia dini BM-77, juara I kejuaraan Astec, juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan juara I pada nomor tunggal putra anak pada kejuaraan “Tetra Pak Open Milk Cup” 2008.


    Pengagum atlet Lin Dan ini patut diacungi jempol atas kerja kerasnya. Tiap hari ia bangun jam 5 pagi dan berlatih hingga jam 6:30 sore agar bisa menjadi seperti idolanya tersebut. Kerja kerasnya tidaklah sia-sia, pada tahun 2013 ia berhasil juara I di Kejuaraan Yunior Asia U-15 (di bawah usia 15) di Ichiba, Jepang dan menjadi runner-up Djarum Sirkuit Nasional Bali Open di tahun 2012. Kemudian, di tahun 2013 ia berhasil meraih juara 1 di ASEAN School 2013, serta juara I di Indonesia International Challenge (IIC).



    Prestasi Jojo tidak berhenti di situ. Di tahun 2015, Jojo akhirnya dipercayakan untuk menjadi pemain tunggal pertama yang mewakili tim Indonesia untuk Piala Sudirman 2015. Bersama dengan Anthony Ginting, Jojo juga berhasil lolos masuk ke babak perempat final di BCA Indonesia Open 2015. Di tahun 2018, bukan berita baru lagi kalau Jojo memenangkan medali emas di cabang olahraga bulu tangkis kategori pemain tunggal. Harapan dan doa Cosmo buat Jojo, semoga saja ia bisa memenangkan olimpiade Tokyo di tahun 2020. We wish you luck, Jo!