Celebrity

Cara Hidup Tenang dan Bahagia ala Eva Celia

  by: Alvin Yoga       11/9/2018
  • Di tengah kesibukannya menyiapkan album kedua, Eva menyempatkan diri untuk berbincang dengan Cosmo tentang alasannya berani melakukan perubahan besar dalam hidup serta mengapa dia ingin menjalani hidup secara perlahan.

    Cool and collected. Itulah kesan pertama Cosmo saat bertemu dengan Eva Celia untuk pemotretan kali ini. Dengan senyum, Eva menyapa semua yang hadir dalam pemotretan dan kemudian berkata, “Maaf ya saya terlambat, ternyata jalanannya macet sekali.” Sebuah hal yang lumrah terjadi ketika membuat janji bertemu di Jakarta.

    Hari itu, Eva datang tepat di waktu jam makan siang, dan kami sempat ragu untuk memesankan makanan untuknya. Well, kalau Anda mengikutinya di Instagram, Anda pasti tahu kalau kini wanita berusia 25 tahun tersebut memutuskan untuk menjadi vegan. Ya, Eva telah mengubah pola makannya - juga gaya hidupnya - untuk jauh dari segala produk hewani. Tapi, saat ditanya ingin dipesankan makanan apa, Eva menjawab dengan santai, “Tidak perlu repot-repot, saya makan nasi dengan kung pao tofu saja.” 



    Ketika melihat Eva, stigma akan pola makan vegan yang dibilang ribet dan susah dijalani seolah jadi tak berlaku lagi. “You know what, menjadi seorang vegan itu sama sekali tidak sulit. Kebanyakan makanan Indonesia juga sebenarnya adalah sayuran,” katanya tanpa menggurui. “Saya dulu juga seseorang yang sangat suka jajan dan mencoba segala macam makanan, kok. But here I am, being vegan dan merasa sangat bahagia menjalaninya,” tutur Eva. 




    Tentu, ada alasan mengapa Eva akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang vegan. Di samping karena menonton film dokumenter tentang kondisi perternakan hewan yang membuatnya - seorang pecinta hewan - jadi tak ingin lagi mengonsumsi daging. Juga, fakta bahwa dengan menjadi vegan, dia berkontribusi besar terhadap misi menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Eva mengakui kalau alasan awal dia menjadi seorang vegan adalah untuk kesehatan. 

    Little that we know, setahun yang lalu Eva mengalami masalah kesehatan yang serius. Dia sering jatuh sakit, hormon tubuhnya tidak seimbang, pencernaannya terganggu, dan dia merasa “bertengkar” dengan tubuhnya sendiri. Lalu, lewat riset sederhana via internet, Eva mencoba plant-based diet alias pola makan vegan. Yang terjadi? Dia merasa lebih baik sebulan setelahnya. Itulah yang menjadi turning point. “Sekarang saya jadi punya hubungan yang spesial dengan tubuh saya, setelah sebelumnya sangat disconnected,” kata Eva. Baginya, menjadi seorang vegan adalah bentuk self-love dan self-respect. Dan, di tengah era media sosial yang mempermudah seseorang untuk membandingkan dirinya dengan apa yang dilihat di feed, mampu mencintai dan menghargai diri tentu hal yang sangat penting. 



    Meskipun, tak bisa dipungkiri kalau semua itu butuh proses, bahkan bagi seorang Eva. Kesan cool and collected yang muncul dari dirinya? Itu baru dia dapatkan sekitar setahun yang lalu. “I have a lot of insecurities and anxieties, saya rasa setiap perempuan memilikinya. Kita sudah terlalu sering didistorsi dengan persepsi tentang apa itu ‘cantik’,” tuturnya. “Dan, kalau kita tidak memenuhi definisi yang ada di masyarakat, kita akan merasa kalau kita kurang dari orang lain dan tak pantas untuk dicintai. And I still battle with that every day. Tapi, yang terpenting adalah memberitahu diri saya bahwa semua itu tidak benar. Everyone is created beautiful.” Dengan lantang dan tanpa ragu Eva kemudian berkata, “Being comfortable in your own skin, right now, is an act of rebellion.”

    Menjadi seorang vegan, mengurangi penggunaan media sosial, dan mendengarkan kata hatinya. Hidup moderat, tanpa berlebihan dan terburu-buru, adalah apa yang Eva jalani saat ini. “I want to be part of the solution, instead part of the problem,” ujarnya. Lewat pandangan seperti itu, perlahan Eva pun menemukan ketentraman. “Saya rasa seperti itulah seharusnya Anda hidup. Take a moment, step back, and appreciate what you already have. Sesederhana kalau sekarang Anda masih bisa melihat dengan kedua mata, mendengar dengan kedua telinga, dan mencium dengan hidung Anda. Itu sudah jadi sebuah privilege tersendiri dalam hidup.”

    (Hana Devarianti / FT)


    Ingin tahu lebih banyak tentang Eva Celia? Lihat video di bawah ini!