Better You

21 Kebiasaan Yang Harus Dihindari di Usia 21 Tahun

  by: Alexander Kusumapradja       22/9/2018
  • Ada alasan khusus kenapa usia 21 kerap menjadi tolok ukur kedewasaan. Secara psikologis, korteks prefrontal otak seseorang yang telah berusia 21 tahun dianggap sudah cukup mampu dalam hal perencanaan, pengambilan keputusan, serta konsekuensi akibat tindakan. Yang artinya, ini usia yang tepat untuk mengembangkan diri, belajar independen, serta bertanggungjawab pada setiap tindakan dan bagaimana kamu menjalani hidup. Beberapa riset menyebut, kebiasaan yang kamu lakukan di usia 20-an akan membentuk diri kamu selamanya. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang sering ditemui di usia 20-an and how to deal with them. 


    via GIPHY




    1. Mendengarkan opini semua orang

    People will talk. And they always will. Yang menjadi masalah adalah bila kita membiarkan opini orang lain tidak hanya melukai tapi juga mendikte tindakan kita. Satu alasan kenapa kita tak perlu mendengar opini semua orang adalah karena kita harus belajar mendengarkan dan percaya pada intuisi diri sendiri. 


    2. Berusaha menyenangkan semua orang

    Adalah hal yang mustahil untuk membuat semua orang senang. Tak peduli apa keputusan yang kamu buat, selalu akan ada orang yang mempertanyakan atau merasa kurang puas dengan hal tersebut. It's time to learn to act as a leader, at least bagi diri kamu sendiri dulu.


    3. Terus membandingkan diri dengan orang lain

    Kamu mungkin merasa “panas” melihat teman berhasil mendapat pekerjaan bergengsi atau meraih banyak hal. Namun ingat, the best things in life take time. Kamu mungkin tidak langsung mendapat pekerjaan impianmu setelah lulus kuliah karena bisa jadi kamu memang belum siap and it’s fine. Yang bisa kamu lakukan adalah terus belajar dan bergaul dengan orang yang bisa memotivasi kamu dengan cara yang sehat.


    4. Merasa harus menjustifikasi pilihanmu

    Kamu tidak perlu memberi justifikasi pada setiap pilihan atau keputusan yang kamu buat ke orang lain. Jika kamu menginginkan sesuatu, just do it. Begitu juga sebaliknya, jangan lakukan hal yang membuatmu enggan. Bila kamu gagal, hal itu adalah bagian dari pembelajaran. At least, kamu telah mencobanya dan tidak hanya berandai-andai.


    5. Terus mencari pujian dari orang lain

    Kamu tidak perlu pujian dari orang lain untuk membangun kepercayaan diri. You should be your own biggest fan. Take time untuk belajar mencintai diri sendiri dan mengenal kemampuanmu. Tidak ada yang berhak menilai self-worth kamu kecuali diri kamu sendiri.



    6. Terobsesi dengan jumlah “likes” di media sosial

    Jumlah likes foto Instagram kamu tidak mencapai 100? So what? Tidak ada yang benar-benar peduli akan hal itu. Berapapun likes yang kamu dapat hanya kebahagiaan semu dan tidak akan membuat kamu merasa “cukup”. Get over yourself and let people get to know the real you bukan hanya dari foto-foto Instagram yang sudah ter-filter


    7. Bertahan di hubungan yang sudah tidak sehat karena takut sendirian

    Atau karena kamu takut tidak ada lagi orang yang tertarik padamu dan terlalu malas untuk mulai dari proses dating lagi sehingga kamu bertahan di hubungan yang hambar dan berdoa hal itu akan membaik seiring waktu.


    8. Membiarkan ketakutan orang lain memengaruhi keputusanmu

    Banyak orang berusaha menjatuhkan mental kamu dan berkata kamu tidak akan berhasil melakukan sesuatu karena sebetulnya mereka sendiri takut melakukannya. Jangan biarkan proyeksi ketakutan orang lain menghentikanmu mengejar apa yang kamu mau. 


    9. Membuat daftar keinginan namun tidak pernah melakukannya

    Tulis bucket list versimu, prioritaskan hal yang harus dilakukan untuk meraih goal tersebut, dan buat deadline. Belajar bertanggungjawab pada diri sendiri dengan cara mendorong diri melakukan sebuah hal dalam jangka waktu tertentu atau kamu tidak akan meraih apapun.


    10. Membiarkan orang meremehkanmu hanya karena kamu masih muda

    Menginjak usia 20-an adalah masa yang tepat untuk mengejar apa yang kamu inginkan. Jangan biarkan orang menilaimu masih terlalu muda untuk bisa sukses. Contohnya Malaysia yang baru-baru ini melantik Syed Saddiq yang baru berusia 25 tahun sebagai menteri. Age is nothing but a number!


    11. Bergaul dengan toxic people

    Banyak yang merasa terjebak dengan lingkungan pertemanan yang sebetulnya toxic hanya karena mereka takut tidak punya teman atau dijauhi. Now you’re in your 20s, waktunya untuk lebih percaya diri dan menjauhi lingkar pertemanan yang hanya melelahkan batin. Hal itu mungkin sulit, tapi perlu dilakukan sebagai proses pendewasaan diri.




    12. Tidak pernah meninggalkan zona nyaman

    Zona nyaman ibarat candu yang mematikan impianmu. Memang semua terasa baik-baik saja, namun terjebak di zona nyaman berarti kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri lewat tantangan. Mumpung masih muda, ini waktunya kamu terus menantang diri sendiri dan kalaupun gagal, belajar untuk bangkit lalu mulai lagi sampai sukses. Your best is ahead of you.


    13. Menimbun barang yang tak diperlukan

    Jika pertimbangan kamu membeli barang adalah “siapa tahu nanti terpakai/berguna”, then don’t buy it. Hanya beli barang yang kamu butuhkan saat ini. Singkirkan barang yang tidak diperlukan atau sumbangkan pakaian yang sudah tidak dipakai. Menyimpan benda-benda tersebut hanya akan membuat beban pikiran bertambah. 


    14. Melakukan sesuatu hanya karena merasa “harus”

    Jangan bilang iya kalau kamu ingin bilang tidak karena kamu tidak harus melakukan sesuatu hanya karena seseorang membuatmu merasa tidak enak hati bila tidak melakukannya. Kamu tidak harus mengiyakan ajakan party bila kamu lelah dan ingin istirahat. Tentukan batas diri sendiri dan jangan biarkan orang lain melewatinya.


    15. Merasa harus tahu atau menguasai semua hal

    Kamu tidak perlu merasa harus menguasai semua hal karena memang tidak akan ada orang yang bisa. Sepanjang hidup kita adalah proses pembelajaran dan tidak ada orang yang bisa melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Kenali bakat dan kapabilitas diri sendiri lalu asah terus hal tersebut.



    16. Berpikir harus menikah di umur 20-an atau kamu merasa gagal

    Tidak bisa dipungkiri pertanyaan “kapan nikah?” akan menghantuimu di usia 20-an, namun urusan itu jelas bukan ajang lomba adu cepat. Kamu tidak perlu menikah, tunangan, atau punya rumah di usia 20-an hanya demi dicap “sukses”. Jalani hidup saja sesuai ritme kamu sendiri.


    17. Berusaha terlihat bahagia setiap saat

    Dalam hidup, masalah pasti datang dan kamu tidak harus selalu terlihat tegar menghadapinya. Merasa sedih adalah hal yang normal sebagai manusia dan justru penting untuk mendewasakan mental. Kamu baru diputuskan pacar? Take some time to feel the heartbreak, karena bila kamu berusaha mengacuhkannya, hal itu justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Kenali rasa sedih itu, namun jangan lantas larut di dalamnya. 


    18. Menilai orang lain setiap saat

    Again, tidak ada orang yang sempurna. Stop nyinyir ke orang lain karena semua orang pasti pernah mess up, gagal, atau terlihat clueless. Itu semua bagian dari hidup dan menjadi nyinyir tidak akan membuat kamu lebih baik dari orang tersebut. 


    19. Merasa tidak punya cukup uang untuk melakukan sesuatu

    Seberapa sering kamu gagal melakukan sesuatu karena merasa tidak punya cukup uang padahal setiap hari kamu bisa membeli kopi seharga 50 ribu? Itu semua hanya perkara menentukan prioritas dan bila kamu hanya menunggu “perfect time”, kamu mungkin tidak akan mewujudkannya. 


    20. Bersikap seolah tidak pernah salah

    Girls, melakukan kesalahan is okay. Yang penting adalah own that mistake dan belajar dari pengalaman tersebut instead of menyalahkan orang lain atau tidak mengakuinya.


    21. Takut punya impian besar

    Semakin dewasa, semakin kita terpapar pada realita hidup yang kadang membuat kita tidak berani bermimpi terlalu tinggi. But you’ll never know it if you never try it. Sayang rasanya melewatkan usia 20-an tanpa berani eksplorasi dan bereksperimen demi mengejar impian yang lebih besar. It's either go big or go home.


    (Image: Brooke Cagle via Unsplash.com)